Sambutan Imam Khamenei di Tengah Kelompok-Kelompok Mahasiswa pada Hari Arbain

Wali Faqih Zaman Ayatullah Uzma Imam Sayid Ali Khamenei, Kamis (9/11) Hari Arbain Husaini, bertemu dengan kelompok-kelompok mahasiswa dari berbagai daerah yang memperingati duka Karbala di Husainiah Imam Khumaini ra.

Sambutan beliau dalam pertemuan itu sebagai berikut:

Bismillahirrohmanirrohim

Pertama-tama saya ucapkan selama datang.

Yang kedua, saya ucapkan terimakasih yang sesungguhnya kepada saudara tercinta dan terhormat kita yang barusan berbicara tanpa microphone. Sambutannya jelas dan lancar sehingga kita semua mengerti apa yang dia katakan. Suaranya juga masyaallah suara yang lantang, tanpa microphone pun sampai ke semua penjuru Husainiah. Kita sama-sama mendengar. Sekali lagi, sungguh terimakasih atas kasihnya yang datang dari jauh, begitu pula kepada saudara dan saudari yang lain yang kemungkinan datang dari jauh dan menerangi majelis ini dengan kehadiran bercahaya mereka. Saya ucapkan terimakasih kepada kealian semua.

Hari ini saya tidak ingin bicara panjang lebar. Alhamdulillah kalian sudah dapatkan, semua sudah mendengar, saya juga seperti kalian mendengarkan dan mendapatkan. Yang pasti bahwa pertemuan-pertemuan ini, perkumpulan-perkumpulan ini, peringatan-peringatan ini harus bisa menguatkan saya dan kalian di jalur yang sedang kita jalani, mengukuhkan tekad kita. Dalam doa kalian membaca, “Allahoummarzuqni … ilman wasi’an … wa azman tsaqiba” [1]

Hendaknya kalian punya tekad yang kuat dan kokoh di jalan ini. Jalan ini jalan yang benar. Tujuannya juga tujuan yang sangat mulia. Langkah anak-anak muda zaman sekarang, masyarakat kontemporer, saudara dan saudari kita dalam gerakan di jalur revolusi yang diberkahi dan Sistem Republik Islam ini merupakan gerakan yang yang dicintai Allah Swt insyaallah. Gerakan yang diridhai Ilahi.

Namun, hal yang penting dan kita semua harus memperhatikannya adalah keteguhan di jalan ini. Keteguhan di jalan ini. Di dalam Al-Qur’an ada dua tempat yang menyebutkan “Istaqim” [2] Istiqamah artinya keteguhan di jalan ini dan tidak terpengaruh oleh bermacam-macam faktor. Jalan ini bukan jalan yang mulus. Jalan Tuhan. Perjalanan usaha di jalan Tuhan. Jalan menegakkan haq dan keadilan. Jalan menuju peradaban Islam, sistem Islam yang hakiki dan masyarakat Islami adalah jalan yang sulit. Jalan dimana para nabi dengan susah payah menempuhnya dan maju.

Sekarang ini Alhamdulillah ketika Bangsa Iran menengok ke belakang, mereka melihat banyak sekali kesuksesan. Ke depan pun demikian. Kedepannya juga betul-betul penuh harapan dan berakibat baik. Tidak ada keraguan sama sekali dalam hal ini. Tapi, jalan ini bukanlah jalan yang mulus. Jalan yang penuh tikungan tajam. Jalan yang penuh tanjakan dan kecuraman. Jalan yang mana mungkin saja tekad dan semangat sebagian orang jadi berkurang karena menghadapi hal-hal yang tidak mendukung. Upayakan jangan sampai tekad dan semangat kalian berkurang di jalan ini. Insyaallah semakin langkah kalian semakin kokoh.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

[1] Kafami, Mishbah, hal. 63. Dengan sedikit perbedaan.
[2] QS. Hud: 112, dan Syura: 15.

(WF)

Hits: 22

Berita, Imam Khamenei

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat