Pesan Selamat dan Belasungkawa Imam Khamenei atas Kesyahidan Veteran Perang Ali Khusy Lafz

Wali Faqih Zaman Ayatullah Uzma Imam Sayid Ali Khamenei, Rabu (20/12), dalam pesannya mengucapkan selamat sekaligus belasungkawa atas kesyahidan Bapak Ali Khusy Lafz veteran mulia Perang Pertahanan Suci dan perawi buku berharga “Waqti Mahtob Gum Syud” (Kala Rembulan Menghilang).

Redaksi pesan beliau sebagai berikut:

Bismillahirrohmanirrohim

Veteran yang mulia mulia Bapak Ali Khusy Lafz bersambung ke Liqa Allah Swt seraya menyambungkan pahala puluhan tahun derita veteran cedera dengan kedudukan tinggi syahadah di jalan Allah Swt.

Salam dan rahmat Allah Swt atas syahid yang mulia ini. Pada waktu hidup pun dia adalah seorang syahid hidup. Tempo tahunan pasca Perang Pertahanan Suci telah menghadiahkan pahala agung orang-orang yang sabar kepadanya.

Kepada ruh sucinya saya ucapkan salam, dan kepada keluarga yang ditinggalnya saya sampaikan selamat sekaligus belasungkawa.

Sayid Ali Khamenei

29/9/1396 Hs (20/12/2017 M)

Sepuluh bulan yang lalu, Sabtu (4/2), Syahid Khusy Lafz bertemu dengan Imam Khamenei. Menurutnya, pertemuan itu membuat dia lupa akan semua rasa sakit yang selama ini dideritanya.

Di pertemuan itu, Syahid Khusy Lafz berkata kepada Pemimpin Revolusi Islam, “Satu poin saja ingin saya sampaikan. Mohon maaf. Saya dulu basiji (perajurit) Bapak Mutawasilian. Di awal-awal ketegangan perang. Saya hanya tahu bahwa seandainya sekarang Syahid Berjejak Abadi Bapak Mutawasilian hadir di sini, dia akan berkata, “Yang Mulia! Sungguh engkau sangat menderita, sangat kesakitan. Engkau berbicara tentang masalah korupsi dan gaji-gaji mega besar. Tapi mereka tidak peduli. Katakanlah sesuatu agar kami tenang … “

Imam Khamenei menanggapinya seraya berkata, “Tenanglah! Hal-hal yang kalian saksikan ini merupakan peristiwa yang wajar dalam sebuah perjalanan yang sulit menuju puncak. Jangan berharap ketika kita ingin pergi ke puncak gunung Tucal atau Damawand di tengah jalan tidak ada lubang, tidak ada batu, tidak ada angin, tidak ada asap, tidak ada gas; mana mungukin?! Tapi kita terus berjalan, kita terus berjalan. Ini intinya. Sama sekali kamu jangan kuatir. Peristiwa-peristiwa ini memang ada. Malah, kalau tidak ada maka mengherankan.”

Beliau melanjutkan, “Saya ingin katakan bahwa apa yang kamu katakan “tenang, tenang”, saya tenang. Saya tidak menderita. Sebagian orang datang mengatakan, “Hati kami hancur berdarah-darah menyaksikan keadaanmu.” Saya katakan keliru! Saya nyaman, saya sedang bergerak, saya sedang menyaksikan gerakan ini, buat saya gamblang apa yang sedang terjadi di negeri ini. Iya, tentu saja ada permusuhan, ada penentangan, malah kalau tidak ada maka kita heran. Ada kelompok-kelompok “terorganisir” yang hendak menghantam lewat celah kultur, melalui celah seni; mereka saling berhubungan, mereka kucurkan uang … .”

“Tapi revolusi juga terus berjalan, membusungkan dada prisainya. AS mengaku kalah, zionis mengaku kalah, mereka yang terlampau dungu untuk mengaku –seperti Saudi dan lain sebagainya karena congkak dan dungu- memang tidak mengaku, tapi di dalam hati mereka mengaku. Revolusi ini sesuatu yang aneh dan menakjubkan. Untuk saat-saat ini, revolusi masih akan tetap menyusahkan tuan-tuan dunia. Ini baru permulaannya sekarang. Hidup kalian!”
(WF)

Hits: 45

Berita, Imam Khamenei

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat