Pertemuan Imam Khamenei dengan Presiden Republik Rusia

Wali Faqih Zaman Ayatullah Uzma Imam Sayid Ali Khamenei, Rabu (1/11) sore, dalam pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, menyambut usulannya untuk semakin meningkatkan kerjasama di semua bidang. Beliau menekankan, “Pengalaman berharga selama berapa tahun terakhir mengenai isu-isu regional dan hubungan bilateral harus dimanfaatkan untuk mengukuhkan hubungan dan meningkatkannya.”

Pemimpin Revolusi Islam menyebut kapasitas kerjasama bilateral di bidang ekonomi jauh lebih luas dari level yang ada sekarang. Beliau mengatakan, “Di bidang transportasi, pemaksimalan poros penting bandar Cabahar sampai bandar St. Petersburg dan bidang-bidang ekonomi lainnya, kita bisa bekerjasama secara lebih luas lagi.”

Beliau mengisyaratkan pada pengalaman sangat berharga kerjasama dua negara dalam kasus Suriah. Beliau mengatakan, “Hasil kerjasama ini menunjukkan bahwa Tehran dan Moskow mampu merealisasikan target-target bersama di medan-medan yang susah.”

Beliau melanjutkan, “Kekalahan koalisi AS pendukung kelompok-kelompok teroris di Suriah adalah fakta yang tidak dapat diingkari. Tapi, mereka tetap sibuk merancang dan berkonspirasi. Karena itu, penyelesaian masalah Suriah secara sempurna butuh kelanjutan kerjasama yang kokoh.”

Imam Khamenei menyebutkan bahwa resistensi bersama Iran dan Suriah melawan teroris takfiri yang didukung oleh sejumlah negara asing telah menuai hasil-hasil yang penting. Beliau mengatakan, “Kombinasi yang sangat bagus dan resistensi bersama Tehran dan Moskow terhadap fitnah dan kebejatan teroris di Suriah adalah sesuatu yang penuh makna dan membuat Rusia jadi berpengaruh dalam persoalan-persoalan regional Asia Barat.”

Beliau menyebut rakyat Suriah sebagai pengambil keputusan akhir mengenai persoalan-persoalan negeri mereka. Beliau mengatakan, “Sebagaimana yang Anda katakan, seluruh persoalan dan solusi mengenai pemerintahan Suriah harus bersumber dari dalam negeri ini sendiri, dan pemerintah Suriah jangan sampai berada di bawah tekanan dalam menjalankan rencana, dan sebisa mungkin rencana-rencananya komprehensif meliputi semua pihak.”

Ayatullah Uzma Khamenei menilai baik kata-kata Presiden Suriah di pertemuan ini tentang JCPOA dan pentingnya memenuhi perjanjian-perjanjian multilateral. Beliau mengatakan, “Sayangnya, AS terus melanjutkan pemberontakannya. Mereka harus dihadapi dengan bersandar kepada akal sehat serta menggunakan cara-cara yang benar.”

Beliau membenarkan sikap Putin mengenai penyelesaian bersama terhadap isu-isu regional tanpa melibatkan pihak-pihak asing. Beliau mengatakan, “AS ingin sekali intervensi dalam semua persoalan di kawasan dan dunia. Dan untuk hal itu, mereka memperhitungkan pejabat-pejabat pemerintah yang lemah di beberapa negara.”

Beliau menyebut intervensi Saudi di sejumlah negara seperti kejahatannya sehari-hari di Yaman sebagai pengantar terjerumusnya mereka ke dalam perangkap yang curam. Beliau mengatakan, “Mereka bahkan tidak membiarkan rakyat tertindas Yaman yang menderita penyakit-penyakit menular dan mematikan dapat bantuan dan obat.”

Pemimpin Revolusi Islam menyatakan bahwa kerjasama dalam perlawanan bersama terhadap embargo AS pada Iran dan Rusia sebagai hal yang menguntungkan. Beliau mengatakan, “Tanpa memperhatikan propaganda negatif musuh yang berniat melemahkan hubungan antar negara, kita bisa memandulkan embargo AS dengan berbagai cara seperti menyingkirkan dolar dan menggantikannya dengan uang nasional dalam transaksi-transaksi ekonomi bilateral atau multilateral. Dengan itu juga kita dapat mengisolasi AS.”

Beliau menyebut Putin sebagai sosok kuat yang ahli mengambil keputusan dan tindakan. Beliau mengatakan, “Itulah kenapa Rusia sebagai kekuatan besar dapat diajak bicara dan kerjasama logis tentang hal-hal yang besar dan membutuhkan tekad serta kerja keras.”

Wali Faqih Zaman juga menilai positif usulan Putin untuk meningkatkan kerjasama multilateral regional.

Dalam pertemuan yang berlangsung lebih dari satu seperempat jam ini, Presiden Rusiah mengungkapkan rasa bahagiannya yang sangat akan perjalanannya ke Tehran dan pertemuannya dengan Imam Khamenei. Dia menekankan, “Menurut kami, Iran adalah “Mitra Strategis” dan “Tetangga Besar”. Kita mesti menggunakan setiap lahan dan kesempatan untuk meningkatkan hubungan dan mengukuhkannya.”

Putin menilai positif pertemuannya dengan Presiden Republik Islam Iran dan menyebutkan lahan-lahan yang siap digarap untuk meningkatkan hubungan ekonomi seperti energi, transportasi, teknologi modern, pertanian, dan rencana-rencana bersama mengenai minyak serta gas.

Presiden Rusia mengatakan, “Ekspor produk-produk pertanian Iran ke Rusia sudah mencapai tujuh kali lipat. Namun, kapasitas untuk kerjasama di bidang-bidang lain masih besar.”

Dia menekankan pentingnya menjaga stabilitas dan keamanan di kawasan. Lalu mengatakan, “Kita telah menuai hasil yang bagus sekali dengan kerjasama di Suriah. Di samping melanjutkan perjuangan melawan terorisme, prosedur politik yang tepat di negeri ini harus diperhatikan.”

Presiden Rusia memandang sikap Pemimpin Revolusi Islam dalam merealisasikan target-target bersama di Suriah sangatlah bijaksana dan efektif. Dia mengatakan, “Kita telah buktikan kepada Dunia bahwa tanpa butuh bantuan negara-negara transregional kita mampu menyelesaikan berbagai persoalan regional yang sangat penting.”

Putin menyebutkan bahwa menjaga kesatuan tanah air Suriah dan mendukung pemerintah Suriah serta Basyar Asad selaku Presiden Republik merupakan bagian dari prinsip politik luar negeri Rusia. Dia mengatakan, “Kami percaya bahwa setiap perubahan di negara mana pun termasuk Suriah harus muncul dari dalam.”

Sambil menyatakan dukungan Moskow terhadap JCPOA, Putin mengatakan, “Kami menentang segala bentuk perubahan sepihak terhadap isi kesepakatan multilateral ini. Menurut kami, kesepihakan ini berarti menginjak undang-undang dan sistem internasional.”

Dia menambahkan, “Menurut kami, pengubahan pokok-pokok utama Badan Energi Atom Internasional adalah sebuah kesalahan. Kami menolak pengai-ngaitan program nuklir Iran dengan masalah-masalah lain seperti masalah pertahanan negara.”

Presiden Rusia menyatakan bahwa kerjasama dua negara di bidang pertahanan dan militer sangat bisa dikembangkan dalam kerangka undang-undang internasional.

Dia menyinggung negara-negara non regional yang hendak mengobarkan api di kawasan. Dia mengatakan, “AS ingin intervensi dalam semua persoalan dunia dan kawasan. Bahkan kalau perlu mereka akan mengabaikan kepentingan sekutu-sekutunya.”

Putin mengisyaratkan pada kebohongan para pejabat AS tentang Rusia dalam negosiasi Dewan Keamanan PBB. Dia mengatakan, “Saya sama sekali tidak pernah mengira perbuatan-perbuatan seperti ini dilakukan pada tingkat hubungan internasional. Tapi sekarang saya terbiasa dengan perilaku AS ini.”

Dia menguraikan bahwa kebijakan utama Rusia dalam menghadapi embargo AS adalah bertumpu kepada kemampuan dalam negeri. Dia mengatakan, “Sebagian produsen dan pemilik industri Rusia berdoa mudah-mudahan embargo AS tidak berhenti. Karena hal itu membuat kapasitas mereka diperhatikan.”

Dia menambahkan, “Sejak tahun 2014, yakni awal embargo AS, sumber finansial pada umumnya kami anggarkan untuk kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dan di bidang bioteknologi, IT, pertanian, dan industri angkasa kami mengalami pertumbuhan yang menarik perhatian.”

Putin melanjutkan, “Tidak seperti yang kami khawatirkan sebelumnya, sekarang kami sadar bahwa kami mampu melakukan apa pun yang kami kehendaki.”

Dia menutup pembicaraannya dengan berkata, “Kami komitmen terhadap sikap-sikap pokok kami. Dengan siapa pun kami memulai sesuatu, kami akan melanjutkannya sampai akhir.” (WF)

Hits: 49

Berita, Imam Khamenei

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat