Imam Khamenei di Upacara Wisuda Perguruan Tinggi Militer: Pertahanan Negara Tidak Mungkin Dinegosiasikan

Wali Faqih Zaman Ayatullah Uzma Imam Sayid Ali Khamenei, Rabu (25/10), menghadiri upacara wisuda, sumpah, dan pemasangan jabatan mahasiswa perguruan tinggi militer di Universitas Militer Imam Ali as.

Begitu memasuki bundaran San, beliau langsung menuju tempat kenangan Syuhada dan membacakan surat Al-Fatihah untuk mereka.

Setelah itu, Panglima Tertinggi Seluruh Kekuatan Bersenjata Imam Khamenei menghampiri satuan-satuan militer yang hadir berbaris di bundaran San.

Kemudian beliau menyapa para veteran yang hadir di sana.

Dalam pidatonya, Imam Khamenei menyebutkan bahwa tugas dan tanggungjawab paling penting angkatan bersenjata adalah menjamin keamanan negara. Beliau menekankan bahwa kemajuan di berbagai bidang seperti sains, industri, dan ekonomi adalah tergantung pada keamanan. Beliau mengatakan, “Keamanan melatari pertumbuhan semua elemen kekuatan dan kemajuan. Karena dalam suasana yang tidak aman, cita-cita besar dan gemilang akan hilang dari ingatan.”

Pemimpin Revolusi Islam menyinggung bahwa dalam situasi terkini, masalah negara yang paling penting adalah ekonomi dan mata pencaharian rakyat. Beliau mengatakan, “Bangunan ekonomi negara juga harus berupa bangunan yang aman.”

Beliau menilai bangunan ekonomi negara sekarang tidak aman karena bergantung pada pendapatan minyak. Beliau menekankan, “Ketergantungan ekonomi pada minyak adalah kendala historis yang diwariskan dari periode sebelum Revolusi Islam. Hal ini membuat kita di berbagai periode menjadi khawatir akan penjualan minyak dan pendapatan yang diperoleh darinya.”

Imam Khamenei menegaskan bahwa selama ekonomi negara tidak mengambil jarak dari minyak, maka tidak akan menjadi bangunan yang selamat dan aman. Beliau mengatakan, “Penjelasan masalah ekonomi di lingkungan militer seperti ini adalah untuk menunjukkan betapa pentingnya keamanan di semua bidang.”

Beliau menganjurkan semua orang terutama pemuda untuk menyadari betapa berharganya keamanan, kehormatan, ketenangan, dan martabat negara yang diperoleh berkat Sistem Republik Islam. Beliau mengatakan, “Pada suatu periode, Iran yang mulia dan yang mempunyai latar belakang historis gemilang serta potensi yang tidak terbatas berada di bawah kaki konsultan-konsultan AS, zionis dan Inggris, dan dihinakan oleh para penguasa yang bergantung, lemah, dan nista. Tapi kemudian Islam menyelamatkan negeri ini, dan Republik Islam membuat Iran jadi bermartabat dan kuat.”

Seraya menyinggung kemarahan negara-negara adidaya terhadap kekuatan regional Iran, Pemimpin Revolusi Islam mengatakan, “Musuh-musuh Sistem Islam memandang unsur-unsur kekuatan nasional negeri ini sebagai faktor pengganggu. Mereka melawannya. Atas dasar itu, mereka menentang perkembangan kekuatan Republik Islam di antara bangsa-bangsa di kawasan dan di luar kawasan. Karena kekuatan itu menunjukkan kedalaman strategis Sistem Islam.”

Seraya mengevaluasi perlawanan negara-negara adidaya terhadap kekuatan pertahanan Republik Islam dalam kerangka ini, Ayatullah Uzma Khamenei menekankan, “Cara menghadapi perlawanan ini adalah bersandar teguh pada unsur-unsur kekuatan nasional, tidak sebagaimana yang mereka inginkan.”

Beliau menambahkan, “Sebagaimana berulangkali saya nyatakan, dan saya nyatakan lagi sekarang, perangkat dan kekuatan pertahanan negara sama sekali tidak bisa dinegosiasi dan ditawar. Mengenai alat pertahanan negara dan segala sesuatu yang menjamin atau mendukung kekuatan nasional, kami sama sekali tidak tawar menawar dengan musuh. Sebisa mungkin kami akan tetap menempuh jalan kekuatan ini.”

Kepada kawula muda Wali Faqih Zaman menegaskan, “Negeri ini milik dan tanggungjawab kalian. Sebagaimana pemuda masa lalu telah menjalankan tugas mereka, hendaknya kalian juga mengantarkan negara ini ke puncak kemuliaan di bawah naungan Islam dan dalam kerangka cita-cita Revolusi Islam.”

Beliau juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada para panglima dan dosen Universitas Militer Imam Ali as seraya menyebut univesitas ini sebagai Faidziyah* Militer dan memperingati syuhada militer, terutama syuhada Universitas Militer Imam Ali as. (WF)

* Faidziyah adalah nama lembaga pusat pendidikan agama di Iran yang terletak di kota suci Qom, tempat dimana para ulama ternama seperti Imam Khumaini ra belajar dan mengajar ilmu-ilmu agama Islam.

Hits: 24

Berita, Imam Khamenei

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat