Imam Ali as Menurut Sayid Ali 3

Jihad Periode Madinah

Total Pengabdian pada Agama

Ayatullah Uzma Imam Sayid Ali Khamenei dalam pertemuan dengan rakyat dan aparat pemerintah, Rabu 10 Bahman 1369 Hs (30 Januari 1991 M), mengatakan:

“Di saat tidak ada seorang pun yang tinggal, beliau tetap tinggal. Di saat tak seorang pun terjun ke medan, beliau terjun. Di saat kesulitan bak gunung-gunung tinggi dan besar sangat memberatkan beban di pundak para pejuang dan Mujahidin di jalan Allah Swt, perawakan tegap dan kokoh beliau memberi motivasi dan harapan kepada mereka.

Bagi beliau, makna kehidupan adalah menggunakan fasilitas karunia Ilahi; termasuk kekuatan raga, jiwa, mental dan apa saja yang dianugerahkan kepada beliau, di jalan menjunjung tinggi kalimat Haq dan menghidupkannya.

Demikianlah. Haq hidup dengan kekuatan mental, lengan, dan perjuangan Imam Ali as.”

Imam Khamenei menambahkan:

“Kalau sekarang makna kebenaran, keadilan, dan kemanusian masih dihargai, masih hidup, dan dari hari ke hari semakin kuat, maka itu berkat perjuangan dan pengorbanan-pengorbanan tersebut. Seandainya tidak ada sosok seperti Imam Ali bin Abi Thalib as –yang terhitung sangat langka sepanjang sejarah manusia-, sekarang nilai-nila kemanusiaan itu tidak lagi ada. Tajuk-tajuk menarik kemanusiaan akan kehilangan daya tariknya. Umat manusia tidak akan punya kehidupan, peradaban, kultur, angan-angan, cita-cita dan tujuan yang mulia. Mereka akan berubah menjadi binatang buas.

Umat manusia berhutang budi kepada Imam Ali as dan orang-orang suci seperti beliau. Karena mereka telah menjaga cita-cita yang mulia itu.” (WF)

 

e-mail: walifaqih@yahoo.com

 

Hits: 48

Imam Khamenei

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat