12 Pesan Imam Khamenei untuk Pemerintah ke-12

Wali Faqih Zaman Ayatullah Uzma Imam Sayid Ali Khamenei, Sabtu (26/8) pagi, dalam rangka Pekan Pemerintah ditemui oleh presiden dan kabinet pemerintahan ke-12. Dalam pertemuan itu, selain mengingatkan pentingnya kerja keras dan usaha jihadis pejabat negara dalam menanggulangi berbagai kendala, beliau menyampaikan pesan-pesan kepribadian, prilaku, dan kegiatan kepada kabinet baru pemerintahan serta menegaskan, “Ekonomi dan masalah mata penghidupan rakyat” sebagai masalah paling penting negara. Beliau mengatakan, “Orientasinya harus beralih dari ‘Rentabilitas dan Ekonomi Minyak’ ke ‘Ekonomi Produktif dan Merakyat”.

Pemimpin Revolusi Islam memperingati Pekan Pemerintah dan mengenang Syahid Rajai serta Syahid Bahunar sebagai dua nama abadi dan simbol. Beliau mengatakan, “Walau pun periode tanggungjawab dua tokoh ini sangat singkat, dan tidak bisa dinilai dari sisi kinerja mereka, tapi dua syahid yang mulia ini selalu dikenang secara baik dan dimuliakan. Penyebabnya adalah mental kepribadian dan manajemen mereka sebagai sosok yang revolusioner, mukmin dan jujur.”

Beliau menekankan agar mental yang dimiliki Syahid Rajai dan Syahid Bahunar senantiasa menjadi prasasti bagi semua pejabat negara. Kemudian, beliau mengapresiasi kerja dan upaya pemerintah ke-11 dan para menteri yang bergabung dalam pemerintah ke-12. Beliau mengatakan, “Mudah-mudahan dengan memilih menteri tenaga kerja yang departemennya penting sekali, begitu pula menteri ilmu pengetahuan yang departemennya lebih penting sekali dari itu, pemerintah ke-12 dapat menjalankan tugas-tugasnya secara sempurna.”

Beliau menyebut terbentuknya kabinet ke-12 pada waktu yang telah ditetapkan, begitu pula kelancaran proses pembentukannya; mulai dari penyelenggaraan pemilu, acara pelantikan dan sumpah, sampai suara kepercayaan dari Parlemen, sebagai hal yang sangat penting dan luar biasa. Lalu beliau mengingatkan, “Sekarang, giliran presiden dan para menteri untuk melangkah dan bekerja.”

Ayatullah Uzma Khamenei memperingatkan lajunya waktu berlalu dan pentingnya penggunaan waktu secara benar dan optimal selama masa jabatan empat tahun. Beliau berkata, “Masa jabatan ini bukan waktu yang sedikit untuk melakukan hal-hal mendasar. Sebagaimana Amir Kabir telah melakukan hal-hal penting selama tiga tahun masa jabatannya, negara sekarang perlu bekerja dan beraktivitas seperti itu.”

Setelah itu, beliau menyampaikan beberapa pesan kepada presiden dan kabinet ke-12. Yang pertama adalah hendaknya mereka mempunyai niat Ilahi dalam mengabdi kepada masyarakat dan menanggulangi masalah mereka selaku hamba-hamba Allah Swt. Hendaknya pula mereka akrab dengan Al-Qur’an dan doa.

Pesan kedua beliau adalah hendaknya mereka mempunyai mental jihadis dan usaha yang berlipat ganda, tidak kenal lelah, dan tanpa tendensi. Beliau mengatakan, “Anggota kabinet, selain punya tanggungjawab bersama dalam kebijakan-kebijakan pemerintah, juga harus bekerjasama satu dengan yang lain dan bekrja secara tim.”

Selanjutnya, Imam Khamenei menyampaikan, “Hendaknya kalian tabah dalam menyimak suara oposisi. Tingkatkanlah kapasitas mental tenggang rasa di dalam diri kalian untuk dapat menampung kritik dan mengambil keuntungan darinya.”

“Hubungan dekat dengan rakyat demi merasakan realitas hidup mereka dengan lebih baik” adalah pesan kelima beliau kepada pemerintah. Beliau juga mengatakan, “Punya hubungan kuat dengan rakyat, dan kunjungan ke provinsi-provinsi adalah kegiatan yang sangat bagus dan berguna.”

Dalam pesannya yang keenam, Pemimpin Revolusi Islam menyinggung masalah pentingnya menjaga dan meningkatkan mental kerakyatan serta menghindari mental kebangsawanan. Kemudian beliau menyampaikan pesan yang ketujuh seraya mengatakan, “Hendaknya kalian bantu gerakan-gerakan rakyat yang pada umumnya spontan, baik di bidang kebudayaan, ekonomi, atau jasa pengabdian seperti kelompok-kelompok jihadis dan kebudayaan.”

Pesan kedelapan beliau adalah memperhatikan efektivitas, komitmen keagamaan, kerevolusioneran, keaktivan, dan mentalitas kerja jihadis dalam memilih mitra kerja dan direktur. Dalam hal ini, beliau mengatakan, “Sekiranya para mitra dan direktur kalian adalah orang-orang yang tidak mempunyai ciri-ciri ini, maka target-target kalian tidak akan tercapai. Contohnya, Agenda Perubahan Pendidikan dan Peta Ilmu Pengetahuan Komprehensif Negara walau pun sudah dibuat dengan susah payah, tapi belum juga menuai hasil sesuai yang diharapkan.”

Ayatullah Uzma Khamenei menekankan kembali masalah tindak lanjut dan monitoring bawahan, begitu pula urgensi adanya program yang teliti, tertulis, dan ilmiah. Kemudian, dalam pesan berikutnya yang kesebelas beliau mengatakan, “Hendaknya kalian punya keberanian dan mental berisiko dalam mengambil keputusan dan langkah sesuai dokumen tinggi dan dokumen visi serta undang-undang yang telah disahkan oleh Parlemen.”

Adapun pesan terakhir beliau kepada pemerintah ke-12 adalah hendaknya mereka memperhatikan skala prioritas di setiap bidang dan fokus pada prioritas utama.

Di bagian lain dari pidatonya, Imam Khamenei menyebut ekonomi sebagai prioritas utama negara. Beliau menekankan agar semua pejabat pemerintah bekerja tanpa henti dalam menanggulangi masalah kehidupan dan mata pencaharian masyarakat. Termasuk juga masalah penganggungaran anak-anak muda. Beliau mengatakan, “Ekonomi harus menjadi prioritas semua anggota kabinet dan cabang pemerintah.”

Beliau menjelaskan, “Walau pun departemen-departemen seperti Ekonomi, Industri, Pertambangan, Perdagangan, dan Jihad Pertanian bertanggungjawab langsung atas persoalan-persoalan penting seperti produksi dan lapangan kerja, tapi bagian-bagian lain pemerintah termasuk Departemen Luar Negeri, Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Irsyad juga bisa membantu dan mempersiapkan lahan untuk menanggulangi kendala-kendala ekonomi.”

Beliau menambahkan, “Data statistik yang diajukan di bidang ekonomi memang disusun sesuai prinsip-prinsip ilmiah, tapi data-data ini tidak selalu tepat dan sempurna dalam menunjukkan kondisi negara dan kehidupan rakyat yang sesungguhnya. Itu artinya, di tengah sini ada masalah. Dan masalah itu harus segera diidentifikasi serta diselesaikan.”

Pemimpin Revolusi Islam mengatakan, “Menurut data-data statistik ini, inflasi berhasil ditekan dari sekian belas persen turun sampai di bawah sepuluh persen. Tapi, apakah daya beli rakyat dan nilai mata uang nasional mengalami peningkatan sebanding itu?!”

Beliau membawakan contoh lain dan mengatakan, “Mengenai stagnasi juga data-data yang dibacakan betul. Tapi, masih banyak unit-unit kecil dan menengah yang bekerja di bawah kapasitas atau bahkan gulung tikar. Fakta ini menunjukkan bahwa ada masalah di sini yang harus segera ditindaklanjuti dan ditanggulangi.”

Ayatullah Uzma Khamenei mengingatkan kembali urgensi masalah bank, investasi, pertumbuhan likuiditas, dan kendala penyelundupan di bidang ekonomi. Beliau mengatakan, “Pejabat pemerintah yang berhubungan langsung dengan ekonomi harus mengambil kebijakan dan melangkah layaknya sebuah tim yang terkoordinasi. Mereka juga harus saling membantu satu sama yang lain.”

Beliau menekankan implementasi kebijakan-kebijakan Asas 44 sebagai salah satu topik utama ekonomi yang paling penting. Beliau mengkritik kemandekan aktivitas di bidang ini. Beliau mengatakan, “Banyak hal yang strategi dan tantangannya sudah jelas. Kebijakan langkah-langkahnya juga sudah diputuskan. Tapi implementasinya tidak berjalan sebagaimana mestinya. Kenyataan ini menunjukkan bahwa inti masalahnya terletak pada pelaksanaan kebijakan.”

Pemimpin Revolusi Islam menyebut pindah tangan perusahan dan pusat-pusat perkonomian di dalam tubuh pemerintah dari satu ke yang lain sebagai sesuatu yang tidak berguna. Beliau mengatakan, “Dengan menjalankan kebijakan-kebijakan Asas 44 secara benar, pemerintah dapat mengubah kondisi dari afiliasi ke regulasi. Dengan menentukan jalan dan kebijakan, pemerintah bisa melakukan pengawasan dan pengaturan.”

Setelah itu, beliau menyebut masalah sikap tegas dalam memberantas korupsi, masalah-masalah desa, manajemen impor dan ekspor, dan penataan teritorial sebagai hal-hal yang perlu perhatian khusus. Beliau mengatakan, “Mengenai penataan teritorial di tingkat provinsi memang sudah dilakukan beberapa hal. Tapi, penataan teritorial di tingkat negara kita masih belum punya dokumen. Untuk itu, perlu segera dibuat rencana dan agenda untuk menyusun dokumen tersebut dan menjalankannya.”

Beliau juga menyinggung aktivitas markas komando Ekonomi Muqawama dan kebijakan-kebijakan bagus yang diambilnya. Lalu beliau mengatakan, “Semua kebijakan-kebijakan itu belum sampai tahap operasional. Diharapkan segera terjadi pengawasan dan tindak lanjut agar tugas-tugas yang telah ditentukan bagi setiap bagian segera dilaksanakan dengan baik.”

Imam Khamenei kemudian menekankan pentingnya peralihan orientasi ekonomi negara dari ‘Rentabilitas dan Ekonomi Minyak’ ke ‘Ekonomi Produktif dan Merakyat”. Beliau mengatakan, “Kita harus segera membebaskan ekonomi dari minyak. Target besar ini bisa terealisasi mengingat fasilitas, kapasitas dan sumber daya manusia dalam negeri. Hal itu sebagaimana dilakukan oleh sebagian negara yang tak berminyak.”

Di bagian lain dari pidatonya, Pemimpin Revolusi Islam menegaskan pentingnya menjaga mental dan orientasi revolusioner serta agamis dalam berdiplomasi. Beliau mengatakan, “Dalam berdiplomasi, kita harus bangga dengan Revolusi. Kita harus merasa mulia dalam mengamalkan norma-norma nasional; yakni norma-norma yang lahir dari Revolusi Islam. seperti resistensi anti arogansi dan kezaliman serta perlawanan terhadap Sistem Hegemoni.”

Beliau menambahkan, “Komitmen terhadap sikap dan norma Revolusi Islam akan melahirkan kesejatian dan mengundang hormat dari yang lain. Selain bahwa semua ini sama sekali tidak bertentangan dengan trik-trik seni diplomasi.”

Beliau juga menjelaskan pentingnya melebar-luaskan payung diplomasi ke seluruh dunia dan tidak fokus hanya pada hubungan dengan negara-negara tertentu dalam politik luar negeri Republik Islam Iran.

Wali Faqih Zaman juga mengatakan, “Dalam berdiplomasi, kalian harus lincah, optimis, cepat, dan waspada. Mudah-mudahan dengan karunia Ilahi, kalian akan bersikap dan bertindak demikian, tertutama terhadap lawan, sebagaimana sebelumnya kalian lakukan.” (WF)

e-mail: walifaqih@yahoo.com

 

Hits: 36

Berita, Imam Khamenei

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat