Jenderal Sulaimani: Sekarang Urgen Sekali Kita Ucapkan Ya Allah! Kurangilah Umurku Tambahkan kepada Imam Khamenei!

Komandan Brigade Quds Sepah Pasdaran Jenderal Qasim Sulaimani, Minggu (20/8), dalam pidatonya di Kongres ke-15 Hari Dunia Masjid di Tehran menyatakan bahwa jasa Imam Khumaini ra di Dunia Islam tidak bisa dibandingkan dengan Marjik atau lembaga apa pun, dan sekarang Imam Khamenei mempertahankannya dengan penuh keberanian serta kekuatan.” “Sekarang, urgen sekali kita ucapkan, “Ya Allah! Kurangilah umurku tambahkan kepada Imam Khamenei!”

Sembari menyinggung peristiwa kesyahidan Syahid Muhsin Hujaji di tangan teroris ISIS, Jenderal Sulaimani menyebut syahid yang mulia ini sebagai hasil didikan masjid. Dia mengatakan, “Perseteruan kita dengan Dunia Barat dan Dunia Islam tiada lain karena masjid. Karena Masjid Al-Aqsha dan Masjidul Haram.”

Dia menyebut masjid sebagai kehidupan religius, politik, dan sosial Dunia Islam. lalu dia mengatakan, “Di Dunia Islam, kita punya tiga macam masjid. Dan kita sedang menyaksikan buah masing-masing dari masjid itu. Tiga macam masjid itu juga ada di negeri ini.”

Komandan Brigade Quds ini melanjutkan, “Yang pertama adalah masjid yang melakukan pencerahan, mendidik, dan membela Islam dari sisi kultur serta agama. Masjid ini giat melawan serangan budaya yang lebih luas dan lebih samar daripada sebelumnya.”

Dia mengatakan, “Masjid ini membina pembela kebudayaan dan militan yang siap siaga berkorban demi membela kaum tertindas. Pekerjaan ini tampak tidak praktis di dalam tubuh pemerintah, parlemen, dan departemen-departemen negara. Tapi betul-betul dipraktikkan di masjid-masjid.”

Jenderal Sulaimani melanjutkan, “Yang kedua adalah masjid yang menebarkan benih ketidakpedulian dan lemah semangat di tengah masyarakat. Masjid seperti ini di negeri kita, termasuk di Tehran juga ada. Masjid seperti ini ada baik kalangan masyarakat Syiah maupun Ahlussunnah.”

Dia menambahkan, “Adapun yang berikutnya adalah masjid yang bertugas meledakkan motor Islam. Masjid-masjid model seperti ini ditunggangi oleh pemimpin-pemimpin takfiri. Dan hasilnya adalah ISIS serta Front An-Nusra.”

Komandan Barigade Quds menjelaskan bahwa kita sekarang sedang menghadapi dua bahaya. Satu bahaya internal. Berupa fitnah kemazhaban. Dan satu lagi bahaya eksternal. Yaitu serangan dari luar terhadap Dunia Islam.

Dia mengatakan, “Di Jordania dan Mesir banyak masjid. Tapi tidak tahu dan tidak peduli Al-Azhar yang ada sekarang adalah Al-Azhar pemerintahan. Oh seandainya ia tidak ada, agar kita tidak menyaksikan ketidakpeduliannya terhadap kejahatan-kejahatan yang terjadi di Gaza.”

Jenderal Sulaimani melanjutkan, “Siapa sekarang orang yang bertanggungjawab atau keateisan dan ketidakpedulian di dalam negeri? Sudahkah kita semua menjalankan tugas masing-masing?!”

Dia menjelaskan, “Ketika saya diberi tanggungjawab untuk menjaga sebuah jemabatan, maka saya harus tahu bahwa tugas saya bukan hanya menjaga jembatan ini. Jembatan ini punya lingkungan di sekitarnya. Apabila lingkungan itu hancur, maka jembatan itu juga pasti runtuh.”

Dia mengatakan, “Masjid seperti pangkalan. Berpengaruh ke semua masyarakat. Bukan hanya di lingkungan sekitarnya. Sekiranya kita tolok ukur kita hanya lingkungan di sekitar masjid kita saja, maka kita kalah.”

Dia menambahkan, “Orang yang tidak mampu menjaga para prajuritnya, runtuhlah garis yang menjadi tanggungjawabnya. Apabila anak-anak muda pergi dari masjid, maka garis imam jamaah masjid itu kalah dan runtuh.”

Jenderal Sulaimani mengatakan, “Ketika orang yang merangkap berbagai pekerjaan dan keletihan diangkat sebagai imam jamaah masjid, bagaimana mungkin dia bisa menjaga dan mempertahankan lingkungan sekitar masjid?!”

Dia melanjutkan, “Ketika di tengah masyarakat selalu kita katakan bahwa si fulan berjilbab sedangkan si fulan tidak, atau si fulan reformis sedangkan si fulan konservatif, lalu siapa yang tersisa? Mereka semua adalah masyarakat kita. Memangnya anak-anak Anda semuanya komitmen beragama?! Memangnya mereka sama persis satu sama yang lain?! Tidak. Tapi meski pun demikian, seorang bapak merekrut mereka semua. Dan masyarakat adalah keluarga Anda.”

Dia menerangkan, “Kalau saja kita katakan saya dan anak-anak Hizbullahi saja, ini namanya bukan menjaga revolusi. Seorang imam jamaah harus mampu merekrut baik orang yang berjilbab maupun yang tidak.”

Dia menegaskan bahwa, “Revolusi Islam tergantung kepada masjid. Jumlah masjid juga penting.”

Mengenai Syahid Hujaji, Jenderal Sulaimani mengatakan, “Banyak sekali kita telah mengorbankan syahid. Dan sebagian dari mereka syahid disembelih. Tapi, kadang-kadang, Allah Swt hendak mengagungkan hal tertentu dengan menciptakan sebuah peristiwa. Dan Syahid Hujaji adalah orang yang dikehendaki Allah Swt untuk mengagungkan segala kebesaran para pejuang Pembela Haram Ahli Bait as.”

Dia mengatakan, “Kita tidak punya niatan untuk menyiarkan segala langkah. Hal itu bisa merepotkan kawan atau memprovokasi lawan. Yang pasti bawha, sebagaian penyiaran di negeri ini tidak efektif.”

Dia melanjutkan, “Ketika kita masuk Irak, kita sama sekali tidak memisahkan antara kepentingan diri kita dan Irak. Kita tidak ingin mengejar ladang minyak atau menguasai kota-kota seperti Mosul dan Karkuk. Kita juga tidak dalam rangka menyasar target valuta asing.”

Dia menambahkan, “Kita bantu Palestina bukan karena kepentingan Syiah. Bahkan, kalau ada dari mereka yang mengaku Syiah, kita tidak bekerja dengannya. Karena 99.99 % rakyat Palestina adalah Sunni. Dan kita sedang membela mereka.”

Panglima Brigade Quds mengatakan, “Kekuatan ISIS jauh lebih besar dari kekuatan Mongolia saat menyerbu negeri kita dahulu kala. Mereka adalah kelompok yang dalam sehari mengirim seratus orang pembom bunuh diri.”

Dia menegaskan bahwa, “Iran tidak pernah menjadi faktor pembuat krisis atau pembina takfiri. Karena Iran sejati. Dan sekarang merupakan faktor stabilitas di kawasan.”

Dia meneruskan, “Saudi membuat Jaisyul Islam, Jaisyul Hur, dan kelompok-kelompok lain untuk menghancurkan Iran. Tapi Iran malah menjadi faktor stabilitas di Suriah. Kita dengan mazhab mencegah terjadinya perang antar mazhab yang hendak mereka kobarkan. Bukan dengan kekuatan militer. Sekarang, Republik Islam di kawasan mempunya kekuatan unggul yang sesungguhnya dan tidak terbantahkan.”

Dia mengatakan, “Ketika sebuah sistem pemerintahan berhasil menyelesaikan persoalan-persoalan etnik dan bahasa, maka akan melahirkan stabilitas. Dan tonggak pencapaian prestasi ini adalah Imam Khamenei.”

Jenderal Sulaimani mengatakan, “Sebagian rekan-rekan di level tinggi dalam dan luar negeri dulu mengatakan kepada kita agar tidak mengurusi masalah Suriah dan Irak, melainkan cukup membela Revolusi Islam secara terhormat. Ada di antara mereka yang mengatakan, “Artinya, ayo kita pergi membela seorang diktator?!” Imam mengatakan apakah ketika kita menjalin hubungan dengan negara-negara dunia, kita lihat-lihat dulu siapa yang diktator dan siapa yang bukan?! Yang kita perhatikan adalah maslahat.”

Dia menyatakan, “Sungguh Imam Khamenei memimpin Revolusi Islam dan pembelaan terhadap Revolusi Islam ini dengan bijaksana dan berani.”

Panglima Brigade Quds ini mengatakan bahwa kata-kata Bapak Hasyimi tentang AS memang benar. Dia pernah mengatakan, “Mereka taruh otak burung gereja di kepala dinasourus.” (WF)

e-mail: walifaqih@yahoo.com

 

Hits: 109

Berita, Imam Khamenei, Muqawama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat