Sayid Hasan Nasrullah: Dunia Mesti Tahu Pembebasan Arsal Berkat Bantuan Republik Islam Iran Bukan PBB

Sekjen Hizbullah Libanon, Hujjatul Islam Wal Muslimin Sayid Hasan Nasrullah dalam pidatonya, Jumat (4/8) malam, mengupas kemenangan Muqawama atas kelompok-kelompok teroris di perbukitan Arsal dan menandaskan, “Di perbukitan Arsal dan Flayth, kami bertempur dengan senjata dan pengalaman yang kami dapatkan berkat bantuan Republik Islam Iran. Ini fakta. Dan seluruh dunia mesti tahu bahwa kemampuan yang membuat kami menang atas kelompok-kelompok teroris adalah hasil bantuan dan kemurahan hati Republik Islam Iran. Bukan PBB.”

Dia mengucapkan selamat atas kebebasan para tawanan dan kepulangan mereka ke tanah air. Dia sampaikan selamat sekaligus belasungkawa kepada para keluarga syuhada serta mendoakan keselamatan dan kesabaran bagi para pejuang yang cedera.

Pemimpin Muqawama Islam Libanon ini menambahkan, “Saya ucapkan terimakasih kepada para keluarga kami di Alqa yang telah berpartisipasi dalam kemenangan ini. Saya juga harus tekankan kepada keluarga-keluarga lainnya bahwa masih ada jasad sebagian syuhada di tangan kelompok-kelompok bersenjata, ada juga yang tertawan di perang Albadiah dan di sekarang berada tangan ISIS. Ada pula yang hilang dan kami belum yakin mereka telah syahid. Berkas ini terus menerus ditelusuri dengan teliti, tulus, dan ikhlas oleh tim khusus. Saya pribadi juga selalu menindaklanjutinya. Dan kami semua bekerja untuk itu siang dan malam. Karena menurut kami, hal ini merupakan komitmen keagamaan dan jihadi terhadap kalian semua.”

Hujjatul Islam Wal Muslimin Sayid Hasan Nasrullah melanjutkan, “Peperangan ini disertai dan didukung pula oleh Suriah. Di saat kami bertempur, tentara Suriah juga sedang bertempur di perbukitan Flayth. Tapi sayang, media massa-media massa tidak berlaku adil dalam memberitakan pengorbanan tentara Suriah di medan perang ini. Pengorbanan dan syuhada serta korban luka-luka mereka patut sekali untuk diapresiasi. Apa yang membantu berakhirnya perang ini adalah aksi di dua front, satu dari Suriah dan Flayth, satu lagi dari Libanon dan bukit tinggi Arsal. Aksi ini melumpuhkan kekuatan musuh dan mempercepat selesainya perang. Salah satu faktor pembebasan bukit-bukit tinggi ini adalah kerjasama tentara Suriah dalam peperangan.”

Sekjen Hizbullah juga menekankan bahwa, “Adalah kewajiban moral saya untuk mengucapkan terimakasih kepada Basyar Asad, panglima perang dan Hilal Ahmar Suriah, serta semua orang yang membantu dalam pertempuran ini dan dalam memulangkan keluarga kami. Pelajaran yang harus diambil dari negosiasi ini adalah di dalam operasi ini, pertukaran ratusan orang bersenjata dan ribuan keluarga ini telah dilakukan tanpa dihadiri oleh pihak-pihak internasional. Di Libanon, yang menjamin operasi ini adalah aparat keamanan Libanon. Dan di perbatasan Suriah, pemerintah Suriah sendiri yang menjamin. Kedua belah pihak memenuhi seluruh janjinya dan pertukaran selesai dengan baik.”

Sayid Muqawama Islam Libanon melanjutkan, “Hal lain yang perlu dibicarakan adalah kawasan yang masih dikuasai ISIS. Kawasan yang dikuasai ISIS masih luas sekali. Sebagiannya di Libanon, dan sebagian lagi di Suriah. Total luas kawasan itu sekitar 296 kilo meter persegi. Persoalannya jelas sekali bahwa operasi pembebasan bukti tinggi Ras Baklabak dan Alqa serta bukit-bukit tinggi Libanon lainnya mesti dilakukan oleh tentara Libanon. Pihak-pihak resmi di Libanon telah mengambil keputusan bahwa tentara yang akan melakukannya. Ini bagus sekali. Memang pada kenyataannya tentara Libanon mampu untuk melakukan operasi ini. Dengan fasilitas dan senjata yang dimilikinya, tentara Libanon tidak perlu bantuan siapa pun. Minta bantuan kepada AS berarti pelecehan terhadap tentara Libanon.”

Hujjatul Islam Sayid Hasan Nasrullah menambahkan, “Hal berikutnya adalah isu tentang Hizbullah memprovokasi orang-orang Kuwait untuk menggulingkan pemerintahan. Isu ini sama sekali tidak benar. Tidak ada satu pun dari orang-orang yang tertuduh di Kuwait yang terlintas di benak mereka untuk mengubah sistem pemerintahan atau mengacaukan keamanan negara. Kami berharap kasus ini segera terselesaikan, dan kami menghargai kebijaksanaan Amir Kuwait. Dan Mudah-mudahan kita semua keluar dari krisis yang mendapat perhatian berlebihan.” (WF)

Hits: 76

Berita, Muqawama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat