Pengajian Akhlak 7: Emosi

Pengajian Hadis Akhlak Imam Khamenei

Di antara nasihat Nabi Muhammad Saw (Teks Hadis):

 

وقال رجلٌ اَوْصِني، فقال صلي الله عليه وآله وسلّم: لاتَغضَب، ثم أعادَ عليه، فقال: لاتَغضَب، ثمّ قال: ليس الشّديد بِالصّرَعَةِ، انّما الشديدُ الذي يملکُ نفسه عند الغضب. (تحف العقول صفحه 47)

 

Makna Hadis:

Seorang lelaki berkata, “Wasiatilah aku!”

Maka Rasulullah Saw bersaba, “Jangan marah!”

Orang itu mengulang permintaannya.

Beliau pun kembali menjawab, “Jangan marah!.”

Kemudian beliau bersabda, “Orang kuat bukan karena banting lawan. Tak lain, orang kuat adalah orang yang merajai (menguasai) dirinya saat marah.” (Tuhaf al-‘Uqul, hal. 47).

 

Syarah Hadis:

Maksud beliau “jangan marah!” tentu bukan emosi di luar kehendak. Maksud beliau adalah emosi yang dikehendaki. Dengan kata lain, jangan berlakukan kemarahanmu, jangan lepaskan emosimu.

Orang kuat bukan orang yang membanting lawannya saat beradu dan gulat. Orang kuat adalah orang yang menahan dirinya saat marah.

Kemarahan di sini juga tidak terbatas pada emosi temporal dan sementara. Melainkan juga mencakup kondisi orang yang marah terhadap orang lain, lalu menguntitnya di berbagai aspek kehidupan guna meluapkan dendam pada kesempatan yang tepat.

Pengendalian emosi dan nafsu berahi sangat berpengaruh di seluruh kehidupan manusia. (WF)

Hits: 38

Imam Khamenei

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat