Imam Khamenei: Mana Ada Tempat Yang Lebih Baik dari Haramain untuk Menyatakan Sikap Umat Islam tentang Palestina dan Masjidul Aqsha?!

Wali Faqih Zaman Ayatullah Uzma Imam Sayid Ali Khamenei, Minggu (30/7) pagi, dalam pertemuan dengan para petugas haji tahun ini, menegaskan haji sebagai kapasitas spiritual dan sosial yang tiada duanya serta kesempatan yang paling baik untuk mengungkapkan keyakinan dan menyatakan sikap Umat Islam.

Seraya menakankan bahwa peristiwa-peristiwa tragis yang terjadi pada tahun 1394 Hs (1436 H) tidak akan pernah kami lupakan, Imam Khamenei mengatakan, “Apa yang selamanya menjadi tuntutan serius Republik Islam Iran adalah jaminan keamanan, kehormatan, kesejahteraan, dan kenyamanan bagi seluruh jamaah haji, khususnya jamaah haji Iran. Dan keamanan haji merupakan tanggungjawab negara yang di sana terdapat Haramain Syarifain (Masjidul Haram dan Masjidun Nabi Saw).”

Beliau menyebut haji sebagai fardu yang sangat penting dan mengingatkan berbagai kapasitas yang ada di dalamnya. Lalu beliau mengatakan, “Di seluruh bagian fardu ini, mulai dari shalat, thawaf, sai, wuquf, dan ihram terdapat kapasitas yang sangat menakjubkan untuk menjalin hubungan ruhani dengan Allah Swt. Dimana kita semua harus menghargai peluang ini.”

Pemimpin Revolusi Islam menjelaskan salah satu karakteristik istimewa fardu haji adalah kapasitas sosialnya yang luar biasa. Beliau mengatakan, “Haji merupakan manifestasi keagungan, persatuan, integritas dan kekuatan Umat Islam, yang mana setiap tahun dan tanpa henti diselenggarakan pada titik tertentu dengan amalan dan syarat-syarat yang khas.”

Menurut beliau, perkenalan para jamaah haji dari berbagai bangsa yang berbeda, kedekatan hati di antara mereka, dan uluran tangan bantuan untuk satu sama yang lain hanyalah bagian dari sisi-sisi internal dan sosial haji. Beliau mengingatkan bahwa, “Haji, dengan seluruh ciri khas spiritual dan sosial yang dimiliki hanya olehnya, merupakan waktu dan tempat yang paling baik untuk menyatakan sikap Umat Islam, khususnya tentang isu-isu penting Dunia Islam.”

Ayatullah Uzma Khamenei menerangkan bahwa topik “Perlepasan Diri dari Orang-orang Musyrik” yang senantiasa ditekankan oleh Imam Khumaini ra adalah kesempatan untuk menyatakan sikap mengenai isu-isu yang diterima oleh Umat Islam. Beliau menambahkan, “Salah satu persoalan penting dan kontemporer Umat Islam adalah Masjidul Aqsha dan Quds. Hari-hari ini, masalah itu lebih menarik perhatian daripada sebelumnya, dan jantung Umat Islam berdenyut dengan mengingat Masjidul Aqsha.”

Beliau menegaskan bahwa isu Palestina jangan sampai pernah diabaikan. Karena menurut beliau, itu adalah poros utama persoalan Dunia Islam. Lalu beliau berkata, “Mana ada tempat yang lebih baik dari Baitullahil Haram, Mekkah, Madinah, Arafat, Masy’ar, dan Mina untuk mengungkapkan akidah dan menyatakan sikap bangsa-bangsa muslim tentang Palestina dan Masjidul Aqsha.”

Beliau melanjutkan bahwa masalah penting lain Dunia Islam adalah intervensi dan kehadiran celaka AS di negara-negara Islam dan sekitarnya serta kelompok-kelompok teroris takfiri yang mereka ciptakan. Dalam hal ini, bangsa-bangsa Muslim mesti menyatakan sikap.

Imam Khamenei menambahkan, “Lebih buruk dan busuk dari semua aliran teroris adaalah rezim AS itu sendiri.”

Setelah itu, beliau menyinggung keputusan para pejabat negara untuk memberangkatkan jamaah haji seraya mengatakan, “Ada beberapa kehawatiran mengenai hal ini. Tapi, para pejabat negara dari berbagai badan yang terhormat di dalam Dewan Tinggi Keamanan Nasional telah memperhitungkan seluruh dimensi persoalan, setelah itu mereka memutuskan untuk memberangkatkan jamaah haji tahun ini.”

Beliau menambahkan, “Panas dalam hati masyarakat Iran yang disebabkan oleh peristiwa-peristiwa pahit pada tahun 1394 Hs (1436 H) tidak akan pernah terlupakan. Karena itu, keamanan jamaah haji sangat penting dan harus dijaga.”

Pemimpin Revolusi Islam menekankan pentingnya ketenangan dan kenyamanan jamaah haji lalu mengatakan, “Tentu saja yang dimaksud dengan keamanan di sini bukanlah membuat suasana menjadi suasana keamanan.”

Beliau juga menyebut penting dan darurat sekali perhatian bangsa-bangsa muslim terhadap persatuan. Lalu beliau mengatakan, “Ketika bermiliar-miliar dolar dikeluarkan untuk menciptakan perbedaan, permusuhan, dan perpecahan di tengah umat Islam, maka sudah seyogianya Muslimin untuk berhati-hati jangan sampai membantu rencana perpecahan ini. Karena siapa pun dari Umat Islam yang membantu konspirasi perpecahan ini pasti andil dalam menimbulkan dampak-dampak dosa besar ini.”

Kemudian, Ayatullah Uzma Khamenei menasihati para jamaah haji Iran untuk memperhatikan shalat awal waktu dan shalat berjamaah di Masjidul Haram serta Masjidun Nabi, membaca Al-Qur’an di dua haram yang mulia itu, konsentrasi pada amalan-amalan Hari Arafah, dan menghindari keliling pasar. Lalu beliau mengatakan, “Sebelum segala sesuatu, hendaknya jamaah haji lebih memikirikan pembersihan ruh dan hatinya serta perolehan fadilat-fadilat besar fardu haji. Karena pencapaian prestasi-prestasi spiritual haji merupakan pengantar untuk sampai kepada buah-buah sosialnya.”

Wali Faqih Zaman Imam Khamenei di akhir pidatonya menekankan, “Semua harus waspada dan teliti dalam menjalankan tanggungjawabnya agar ibadah haji ini terlaksana secara agung dan bermartabat.” (WF)

e-mail: walifaqih@yahoo.com

 

Hits: 39

Berita, Imam Khamenei

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat