Jenderal Qasim Sulaimani: Imam Khamenei Menekankan Dukungan Penuh Tanpa Pamrih kepada Marjaiyat dan Rakyat Irak

Komandan Brigade Quds Sepah Pasdaran, Jenderal Qasim Sulaimani, Sening (10/7), berpidato dalam acara peringatan 40 Hari Kesyahidan Jenderal Nasiri seraya mengatakan, “Imam Khamenei menekankan dukungan penuh tanpa pamrih Republik Islam Iran terhadap Marjaiyat dan rakyat Irak. Beliau mengingatkan bahwa Ayatullah Sistani adalah kekayaaan yang harus sangat dihargai oleh rakyat Irak. Beliau menekankan agar RII memberikan seluruh fasilitas yang diperlukan angkatan bersenjata di Irak dan menyalurkan bantuannya kepada seluruh rakyat Irak. Itulah kenapa Departemen Pertahanan Iran bekerja tiga shift untuk memproduksi senjata dan mengirimkannya ke Irak.”

Seraya menjelaskan fenomena kelam dan celaka bernama ISIS sebagai ide yang sangat berbahaya dan merugikan bagi Dunia Islam, Jenderal Sulaimani mengatakan, “Sebagian saudara-saudara kita di Irak menunjukkan kesopanan dan cintanya dengan menyebut diri mereka sebagai prajurit Imam Khamenei. Apa yang dipersembahkan oleh para pejuang bangsa Iran terhadap rakyat Irak adalah perjuangan di bawah bendera para komandan Irak. Jenderal Taqawi adalah seorang jenderal. Tapi, demi mengekspor budaya, dia menjadi prajurit di barisan terdepan. Mana ada di dunia ini seorang jenderal memegang senapan dan berperang lebih depan dari prajurit?! Jauh dari oportunisme. Ini adalah pengabdian dan kesetiaan yang sesungguhnya. Insinyur Abu Mahdi adalah syahid yang hidup, dengan 40 tahun pengalaman perjuangan, dia memegang gudang senjata Iran. Republik Islam Iran tidak seperti AS yang menerima uang Irak tapi tidak memberikan senjata pada saat darurat. Begitu PM Irak mengajukan permintaan, Iran langsung mengirimkan Jet Tempur Su-24 ke Irak. Departemen Pertahanan Iran bekerja tiga shift memproduksi senjata untuk Hasyad Syakbi dan Tentara Irak. Kita bangga menjadi prajurit Abu Mahdi. Kita yakin ini front kebenaran, dan menjadi prajurit di fornt ini adalah kebanggaan.”

Jenderal Sulaimani melanjutkan, “Saya ingin menyebutkan faktor-faktor kemenangan di Mousul. Pertama-tama kita perlu tahu bahwa fenomena ISIS dan Takfiri secara umum adalah kejahatan yang langka dalam sejarah dunia. Menurut saya, tidak ada satu pun media yang mampu mengexposenya. Karena tidak ada hati dan mata yang sanggup untuk menyaksikan; bagaimana 2000 wanita dijual-belikan dari tangan ke tangan dan menginjak-injak batas-batas syariat. Pernahkah kalian melihat bagaimana mereka menyembelih bocah kecil sambil tertawa dan senang-senang?! Di Diyala, mereka rebut anak kecil dari pelukan ibunya, mereka panggang, mereka campur dengan nasi, lalu mereka kirimkan ke ibunya. Kejahatan seperti ini tidak ditemukan dalam sejarah.”

Sembari menjelaskan hak semua bangsa di dunia untuk berpartisipasi dalam perayaan Bangsa Irak dan menyebut kemenangan ini sebagai kemenangan seluruh umat manusia, Komandan Brigade Quds Sepah mengatakan, “Bangsa Irak dan Suriah punya jasa besar terhadap masyarakat dunia. Kemenangan ini muncul dari seorang lelaki yang hidup di rumah sederhana, yaitu Ayatullah Sistani. Seorang fakih yang bijaksana dan awas kondisi ini berkali-kali telah menyelamatkan negara Irak. Ketika dijajah, ketika menyusun UUD, ketika membentuk pemerintah-pemerintah, dan ketika menyayangi suku Kurdi. Beliau bentangkan jubahnya laksana seorang bapak dan mempersilahkan bangsa Irak di atasnya. Marjik Taklid ini bukan saja pelindung Syiah, bahkan pelindung satu persatu penduduk Irak.”

Dia melanjutkan, “Marjik Taklid yang bijaksana ini bangkit tepat pada waktunya. Beliau dorong anak-anak muda Irak untuk bangkit. Fatwanya melahirkan Hasyad Syakbi. Anak-anak muda Syiah mengorbankan jiwa dan raganya demi menyelamatkan anak-anak muda Sunni. Ini berharga sekali dan membuktikan bahwa tidak ada satu pun yang bisa memisahkan bangsa ini satu dari yang lainnya. Aksi anak-anak muda Irak dalam melindungi rakyatnya betul-betul luar biasa. Dan ini pengaruh fatwa Ayatullah Sistani. Semua kelompok Hasyad Syakbi berkumpul di bawah bendera Marjaiyat.”

Jenderal Sulaimani mengatakan, “Imam Khamenei menekankan agar Republik Islam Iran memberikan seluruh fasilitas yang dibutuhkan kepada angkatan bersenjata di Irak dan tanpa pamrih. Hasyad Syakbi adalah Syajarah Thayibah yang besar. Perannya dalam kemenangan-kemenangan Irak tidak tergantikan. Hasyad Syakbi adalah hal yang wajib dan darurat bagi Bangsa Irak untuk melumpuhkan seluruh konspirasi di sana. Sejatinya, Hasyad Syakbi adalah tentara yang kuat dan besar serta faktor lain dari kemenangan Tentara Irak dan angkatan-angkatan bersenjata lainnya di negeri ini.”

Dia menjelaskan banyak sekali para komandan lasykar di Irak yang meneguk cawan syahadah di depan mata para prajuritnya. Karena itu, mereka menjadi tentara yang kuat dan layak.

Kemudian dia menyebutkan faktor keempat kemenangan di Irak adalah pemerintah dan parlemen. Peran tokoh-tokoh seperti Dr. Ibadi atau Syaikh Amiri yang merupakan syahid hidup tidak bisa diabaikan.

Seraya menjelaskan bahwa Hizbullah Libanon telah mentransfer pengalamannya kepada Hasyad Syakbi dan mengungkapkan patut sekali dirinya untuk mencium tangan Sayid Yang Mulia Hasan Nasrullah, Jenderal Sulaimani mengatakan, “Bangsa Iran berhasil ikut serta tepat waktu dalam meraih kemenangan ini dengan menghadiahkan anak-anak bangsa dan jenderal-jenderalnya yang terbaik. Dari sisi ini mereka bangga. Salah satu buktinya adalah Syahid Taqawi, Syahid Nasiri, dan ratusan syahid lainnya di Suriah dan Irak. Sekarang, nyawa sederhana kita bukan apa-apa bagi Revolusi Islam dan Syuhada Bangsa ini. Seyogianya kita berdoa kepada Allah Swt untuk Husnul Khatimah, menjadi syahid dan membuktikan kesetiaan di jalan ini.” (WF)

Hits: 124

Berita, Muqawama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat