Imam Khamenei di Khutbah Idul Fitri 1438 H: Dunia Islam Harus Tegas Menyatakan Sikap Anti Zalim dan Bela Kaum Tertindas

Wali Faqih Zaman Ayatullah Uzma Imam Sayid Ali Khamenei, Senin (26/6) pukul delapan pagi, memimpin Shalat Idul Fitri di Mushalla Imam Khumaini Tehran.

Dalam pidatonya beliau menuturkan bahwa Bulan Suci Ramadan tahun ini betul-betul penuh berkah. Lalu beliau mengatakan, “Puasa di hari-hari yang panas, hadirnya anak-anak muda di majelis-majelis pengajian Al-Qur’an, jamuan sederhana buka puasa bersama di masjid-masjid dan tempat-tempat lain, bantuan untuk membebaskan narapidana kejahatan tidak sengaja, jaminan biaya pengobatan bagi orang-orang tidak mampu, dan tawasul serta tunduk bermunajat kepada Allah Swt di malam-malam Lailatul Qodar merupakan tanda-tanda suasana spiritual dan mental ruhani di tengah masyarakat, penguat bangunan maknawi bangsa, dan persiapan untuk menempuh jalan yang berat. Khazanah spiritual ini harus dihargai dan dipelihara.”

Pemimpin Revolusi Islam Imam Khamenei juga menyebut pawai besar dan agung Hari Dunia Quds di cuaca yang sangat panas sebagai tanda keberkahan Bulan Suci Ramadan tahun ini. Beliau menekankan bahwa, “Pawai unjuk rasa ini pekerjaan yang sangat besar dan bersejarah serta kebanggaan yang akan dicatat selamanya dalam sejarah bangsa.”

Beliau menyebut pawai unjuk rasa Hari Dunia Quds, pemilu yang penuh semangat dan kebesaran, serta serangan kuat Sepah Pasdaran (Pasukan Pembela) Revolusi Islam ke musuh sebagai faktor kebanggaan dan harapan bagi bangsa. Lalu, sembari menekankan pentingnya memelihara prestasi-prestasi itu beliau mengatakan, “Kelaziman memelihara prestasi-prestasi yang sangat berharga ini adalah menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, menjaga motivasi-motivasi revolusioner, dan bergerak menuju target serta cita-cita Revolusi Islam.”

Ayatullah Uzma Khamenei menyampaikan harapannya agar pemerintah yang baru segera terbentuk. Lalu beliau mengatakan, “Dengan memperhatikan nama tahun ini, pemerintah yang baru harus melakukan pekerjaan-pekerjaan yang besar dengan bantuan rakyat dalam rangka menyegarkan produksi dan menyelesaikan masalah lapangan kerja bagi anak-anak muda. Semua ini harus ditindaklanjuti secara serius.”

Beliau menuturkan salah satu pekerjaan penting negara adalah kebudayaan. Seraya mengisyaratkan pada banyaknya celah bagi musuh di kancah kebudayaan, beliau menegaskan bahwa, “Di samping badan-badan yang bertanggungjawab dalam pemerintah, himpunan-himpunan besar rakyat dan anak-anak muda intelektual, inovatif, dan semangat harus ‘Siaga Api’ menutup celah-celah kebudayaan serta mengambil langkah-langkah maju di bidang ini.”

Imam Khamenei menjelaskan makna ‘Siaga Api’ dan mengatakan, “Siaga Api artinya aktivitas kebudayaan yang bersifat sukarela, serta merta, dan bersih. Bukan berarti melanggar undang-undang, menista, atau memberi dalih kepada para pengklaim yang hampa pikir dan membuat arus revolusi negara ini seolah berhutang budi kepada mereka.”

Beliau menekankan bahwa, “SDM-SDM yang revolusioner, peduli, dan ingin negeri ini maju menuju cita-cita yang mulia harus lebih waspada dari sebelumnya dalam menjaga ketertiban, undang-undang, dan stabilitas negara serta mencegah terjadinya penyalahgunaan musuh.”

Wali Faqih Zaman Imam Khamenei di bagian lain dari pidato Idul Fitrinya menyinggung isu-isu Dunia Islam, khususnya kondisi Yaman sebagai salah satu luka besar pada tubuh Umat Islam. Begitu pula masalah Bahrain dan Kisymir. Beliau mengatakan, “Dunia Islam, terutama para cendikiawan dan ulama Islam harus seperti Republik Islam yang menyatakan sikapnya secara tegas terhadap musuh; menyatakan sikap anti terhadap pihak-pihak zalim yang menyerang rakyat Yaman di Bulan Suci Ramadan. Begitu pula sebaliknya; menyatakan sipak mendukung rakyat yang tertindas. Dan menyatakan sikap tegas mengenai persoalan Dunia Islam lainnya. Mereka jangan khawatir Thaghut tidak menyukai sikap tersebut.” (WF)

Hits: 137

Berita, Imam Khamenei

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat