Imam Khamenei dalam Kunjungan Pemerintah dan Dubes Negara-Negara Islam: Seluruh Dunia Islam Wajib Berjuang Melawan Rezim zionis

Wali Faqih Zaman Ayatullah Uzma Imam Sayid Ali Khamenei, Senin (26/6) siang menjelang zuhur, dalam kunjungan Idul Fitri pemerintah, duta besar negara-negara Islam, dan berbagai lapisan masyarakat menyebut perpecahan sebagai masalah yang paling penting dan luka yang paling besar pada tubuh Dunia Islam. Beliau mengatakan, “Persatuan dan menghindari perpecahan adalah sesuatu menguntungkan bagi seluruh negara Islam. Semuanya harus kompak dan sehati soal Palestina sebagai masalah pertama Dunia Islam serta mencegah jangan sampai masalah ini luntur atau terlupakan.”

Di awal pidatonya, Imam Khamenei mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada hadirin. Lalu beliau menjelaskan bagaimana musuh-musuh Islam sedang menggunakan variabel kesukuan, mazhab, dan tanah air untuk memecah belah umat. Beliau mengatakan, “Dukungan seorang senator AS kepada masyarakat Ahlus Sunnah di hadapan masyarakat Syiah, padahal mereka (AS) memusuhi asas Islam dan negara-negara Islam itu sendiri, tidak lain adalah sebuah konspirasi dan kebusukan. Hal ini sangat perlu diwaspadai dan dikhawatirkan. Tapi sayang sekali para pemimpin negara-negara Islam banyak yang melalaikan permusuhan-permusuhan ini.”

Pemimpin Revolusi Islam Imam Khamenei mengisyaratkan pada perang dan konflik berdarah di berbagai belahan Dunia Islam seperti Yaman, Suriah, Irak, dan Afrika Utara. Lalu beliau mengatakan, “Perpecahan membahayakan Islam dan Umat Islam. Sebaliknya, kedekatan negara-negara Islam dan menghindari penggunaan senjata terhadap satu sama yang lain adalah sesuai dengan hikmah Ilahi serta menguntungkan seluruh negara Islam.”

Beliau menuturkan bahwa pawai unjuk rasa Hari Dunia Quds dan partisipasi luar biasa rakyat Iran di Tehran serta kota-kota lain di negeri ini dalam rangka membela Palestina adalah contoh yang membanggakan dari persatuan Islam. Beliau mengatakan, “Inilah makna persatuan Islam, dimana orang-orang Syiah yang sedang puasa terjun besar-besaran ke jalan dan menyatakan simpati serta solidaritas kepada rakyat Palestina yang bermazhab Ahlus Sunnah.”

Beliau memperingatkan bahaya luntur dan terlupakannya masalah Palestina. Beliau mengatakan, “Palestina adalah masalah pertama Dunia Islam. Tapi, sebagian negara-negara Islam bertindak agar masalah Palestina ini diabaikan dan dilupakan.”

Seraya menyinggung penjajahan negara Islam Palestina dan pengusiran sebuah bangsa dari rumah serta tanah air mereka, Imam Khamenei mengatakan, “Berdasarkan Fikih Islam, ketika musuh menduduki tanah air Islami maka semua orang muslim punya tanggungjawab untuk berjuang dan berjihad dengan segala cara yang memungkinkan. Karena itu, pada zaman sekarang, seluruh Dunia Islam wajib berjuang melawan rezim zionis.”

Imam Khamenei mengkritik sebagian negara Islam yang berpaling dari perjuangan ini dan menyebut Bangsa Muslim Iran waspada dan siaga dalam menjalankan tugas ini. Beliau mengatakan, “Dunia Islam perlu bersatu. Pada umumnya, bangsa-bangsa Muslim simpati satu sama yang lain. Tapi pemerintah-pemerintah mereka yang perlu menjalankan tugas dengan benar.” (WF)

Hits: 127

Berita, Fatwa, Imam Khamenei

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat