Pesan Hari Dunia Quds Imam Khumaini Tahun 1981

Imam Khumaini ra, 10 Murdad 1360 Hs (30 Ramadan 1401 H / 1 Agustus 1981 M), dalam rangka Hari Dunia Quds menyampaikan pesan sebagai berikut:

 

Bismillahirrohmanirrohim

Jumat akhir Bulan Suci Ramadan adalah Hari Quds. Dan Lailatul Qodar kemungkinan besar ada di sepuluh hari terakhir Bulan Suci Ramadan. Malam yang bergadangnya merupakan sunnah Ilahi. Kadar dan kedudukannya lebih mulia daripada seribu bulan Munafiqin. Malam ketentuan nasib bagi semua makhluk.

Hari Quds yang berdampingan dengan Lailatul Qodar harus dihidupkan di tengah Umat Islam dan menjadi sumber kesadaran serta kewaspadaan mereka. Sadar dari kelalaian-kelalaian sepanjang sejarah, khususnya berapa dasawarsa terakhir. Hari kesadaran dan kewaspadaan itu sungguh lebih mulia dari puluhan tahun para adidaya dan Munafikin di dunia. Ketika itu Muslimin dunia menentukan nasibnya sendiri dan dengan kekuatannya sendiri.

Di malam Lailatul Qodar, Muslimin dengan bergadang dan munajat telah merdeka dari segala belenggu pengabdian kepada selain Allah Swt; baik setan jin maupun setan manusia, dan bersemayam dalam pengabdian kepada Allah Swt.

Di Hari Quds yang merupakan hari-hari akhir Bulan Allah Yang Paling Agung ini, seyogianya Muslimin dunia membebaskan diri dari penawanan dan perbudakan setan-setan besar serta adidaya-adidaya menuju kekuasaan abadi Allah Swt dan memenggal tangan para penjahat sejarah dari negara-negara Mustadafin serta memutuskan tali keserakahan mereka.

Wahai Muslimin dunia dan Mustadafin alam! Bangkitlah! Rebutlah kendali nasib kalian sendiri! Sampai kapan kalian duduk diam menyaksikan Washington atau Moskow menentukan nasib kalian? Sampai kapan Quds kalian diinjak-injak sepatu sampah AS, israel penjajah? Sampai kapan bumi Quds, Palestina, Libanon dan Muslimin yang tertindas di sana berada di bawah hegemoni para kriminal, sementara kalian hanya menonton dan sebagian penguasa pengkhianat kalian membantu kejahatan mereka? Sampai kapan umat Islam dunia yang berjumlah hampir satu miliar orang dan Bangsa Arab yang berjumlah hampir seratus juta orang, itu pun dengan negara-negara yang luas dan kekayaan yang tidak terbatas, menyaksikan penjarahan oleh Timur dan Barat, penindasan dan pembantaian massal mereka serta sampah-sampah mereka yang tidak berprikemanusiaan? Sampai kapan kalian tahan menyaksikan kejahatan-kejahatan yang mengerikan terhadap saudara-saudara kalian di Afganistan dan Libanon dan tidak menjawab seruan mereka?

Sampai kapan kalian dalam melawan musuh-musuh Islam dan menyelamatkan Quds melupakan senjata panas dan kekuatan militer serta Ilahi, membuang-buang waktu dengan aktivitas politis dan sikap kompromi dengan negara-negara adidaya, memberi kesempatan kepada israel untuk melakukan kejahatan-kejahatan keji mereka, dan hanya menonton pembantaian-pembantian massal mereka? Memangnya para pemimpin kaum tidak tahu dan tidak melihat sendiri bahwa negosiasi politik dengan politikus-politikus adidaya dan kriminal sejarah tidak akan bisa menyelamatkan Quds, Palestina, dan Libanon, melainkan semakin hari hanya akan menambah kejahatan dan kezaliman?

Untuk membebaskan Quds, harus menggunakan senapan mesin yang bertumpu kepada iman dan kekuatan Islam serta menyingkirkan permainan-permainan politik yang berbau kompromi dan penjilatan terhadap negara-negara adidaya. Hendaknya bangsa-bangsa Muslim, khususnya Bangsa Palestina dan Libanon memperingatkan pihak-pihak yang membuang-buang waktu dengan monuver-monuver politik, dan hendaknya mereka tidak menuruti permainan-permainan politik yang tidak menghasilkan apa-apa kecuali bahaya dan kerugian bagi bangsa yang tertindas.

Sampai kapan dongeng-dongeng palsu Timur dan Barat menyihir Muslimin yang perkasa dan terompet-terompet propaganda kosong mereka membuatnya ketakutan? Sampai kapan Muslimin lalai dari kekuatan Islam yang besar? Muslimin yang dalam waktu setengah abad berhasil meraih kemenangan-kemenangan agung dan mencapai perubahan-perubahan yang sangat menakjubkan, itu pun dengan tangan kosong dari senjata dan hati penuh iman serta mulut yang dihiasi dengan zikir “Allahu Akbar”. Muslimin yang dalam waktu singkat itu berhasil menegakkan Islam dan Tauhid di dunia super power pada zamannya.

Seandainya serial kemenangan dan perubahan yang tercatat dalam sejarah itu jauh dari visi dan pengamatan Muslimin, toh kemenangan bangsa pejuang Iran dengan motivasi prajurit awal kemunculan Islam dan senjata iman ada dan terang benderang di depan mata semua orang. Semua orang di dunia, termasuk Muslimin telah menyaksikan bangsa militan Iran bangkit dengan tangan kosong melawan negara-negara adidaya di zamannya serta agen-agen mereka di dalam maupun di luar. Dengan berbagai kesulitan dan kendala yang dihadapi, seperti kilat yang menyambar mereka berhasil mengantarkan Revolusi Besar Islam kepada kemenangan, memenggal tangan seluruh kriminal sejarah dari negeri tercinta, dan melumpuhkan satu persatu dari konspirasi AS serta kelompok-kelompok kiri dan kanan, dengan modal hati yang dipenuhi iman serta akidah. Orang laki dan perempuan, besar dan kecil, semuanya terjun sebagai pahlawan untuk menentukan nasib negara dengan tangan kuat mereka sendiri.

Sekarang, dengan kehendak Allah Swt, tonggak-tonggak Republik Islam diteggakkan oleh orang-orang yang komitmen terhadap agama dan meyakini Republik Islam. Mereka singkirkan para pemfitnah dan konspirator.

Sekarang, meskipun terompet-terompet asing, pusat-pusat propaganda AS, zionis, dan pihak-pihak yang kena tampar Revolusi aktif menyerang, tapi Republik Islam terus melanjutkan perjalanannya menuju puncak pembangunan.

Ini pelajaran berharga bagi negara-negara Islam dan kaum Mustadafin di dunia untuk menggapai kembali kekuatan Islami mereka, tidak takut kepada gertakan Timur dan Barat serta sampah-sampah bayaran mereka. Pelajaran bagi mereka untuk bangkit dengan bersandar kepada Allah Swt serta bertumpu kepada kekuataan Islam dan Iman menghentikan kejahatan para kriminal terhadap negara-negara mereka, menjadikan kemerdekaan Quds Yang Mulia dan Palestina sebagai prioritas agenda mereka, membersihkan aib hegemoni zinonisme sampah AS dari diri mereka, dan menghidupkan selalu Hari Quds.

Mudah-mudahan dengan memperingati Hari Quds ini, ketidakpedulian-ketidakpedulian dan kelalaian yang hina segera tersingkirkan. Mudah-mudahan dengan kebangkitan bangsa-bangsa yang mulia, pemimpin-pemimpin pengkhianat yang mengaku Muslim dan Islam tapi bergandengan tangan dengan israel, patuh kepada AS, menentang maslahat Muslimin, menjalani hidup politik nista, dan melanjutkan kejahatannya segera tersingkir dan terpendam dalam kuburan sejarah.

Para penguasa perampas yang di dalam peperangan kaum Kafir seperti israel dan Saddam dengan Muslimin berpihak kepada kaum Kafir dan mencederai Islam serta Muslimin harus tersingkirkan dari kancah Islam dan dari pemerintahan terhadap Muslimin.

Bangsa-bangsa yang mulia Mesir dan Irak serta negara-negara lain yang berada di bawah hegemoni Munafikin harus bangkit dan tidak mendengarkan speaker-speaker bejat yang memperkenalkan para penjahat itu sebagai Muslim. Mereka tidak boleh takut kepada kekuatan-kekuatan hampa para pengkhianat itu.

Muslimin dan masyarakat dunia telah menyaksikan bagaimana Saddam, penjahat yang patuh kepada AS ini, menyerang Iran yang tidak memikirkan apa-apa selain Islam dan maslahat Muslimin. Mereka menyaksikan bagaimana kepala dia membentur batu sehingga sekarang terpaksa menjilat pemimpin-pemimpin Arab dan berlindung ke israel untuk menyelematkan diri dari nasib gugurnya yang pasti. Bangsa Iran dan kekuatan-kekuatan bersenjata yang militan telah menghajar dia serta para kriminal yang mendukungnya sampai tidak punya jalan keluar lain kecuali menyerah atau gugur. Tipu daya konyol dia dan terompet-terompet propaganda zionis juga tidak akan bisa menjadi solusi baginya.

Bangsa, pemerintah, majelis, tentara, dan seluruh kekuatan bersenjata Iran yang sekarang membentuk satu barisan dalam persatuan Islam dan keharmonisan Ilahi bertekad bulat untuk menghadapi segala bentuk kekuatan setan dan agresor hak-hak manusia serta membela kaum yang tertindas. Mereka bersikukuh untuk membela Libanon dan Quds yang mulia sampai Quds dan Palestina kembali ke pangkuan Muslimin.

Muslimin dunia harus menjadikan Hari Quds sebagai hari semua orang Muslim, bahkan hari seluruh kaum Mustadafin. Dari titik sensitif itu hendaknya mereka bangkit melawan Mustakbirin dan arogansi, jangan berhenti sampai kaum tertindas selamat dari kezaliman para penguasa. Kaum Mustadafin yang merupakan mayoritas besar di dunia juga harus percaya bahwa janji haq Ilahi sudah dekat, sementara bintang naas Mustakbirin sedang terbenam dan sirna.

Bangsa Iran, saudara laki dan perempuan yang tercinta perlu tahu bahwa Revolusi Agung Iran yang langka bahkan tiada duanya ini mempunyai nilai-nilai besar. Yang terbesar adalah keagamaan dan keislamannya. Nilai yang karena itu para nabi mulia bangkit. Mudah-mudahan revolusi ini menjadi percikan Ilahi yang akan menciptakan pancaran agung cahaya bagi kaum-kaum yang tertindas dan berujung kepada terbitnya Fajar Revolusi Suci Yang Mulia Baqiyatullah Imam Mahdi –arwahuna lahul fida’-.

Bangsa mulia yang melakukan revolusi agung ini harus berusaha lebih banyak lagi untuk melestarikannya dan semakin membukukan lebih banyak lagi partisipasi besarnya dalam kancah penegakan keadilan Ilahi. Saudara-suadaraku yang tercinta! Kalian perlu tahu bahwa semakin besar nilai revolusi maka semakin niscaya dan berharga pengorbanan di jalan untuk merealisasikannya.

Revolusi di jalan tujuan Ilahi dan berdirinya Pemerintahan Allah Swt adalah sesuatu yang di jalan itu para nabi agung berkorban. Nabi Muhammad Saw yang agung sampai detik akhir hayat penuh berkahnya melakukan pengorbanan di jalan itu dengan segala kemampuan yang dimilikinya. Begitu pula para imam suci Islam setelah beliau, mereka mengorbankan segala-galanya untuk itu.

Kita yang meyakini diri sebagai pengikut mereka dan umat Nabi Muhammad Saw juga harus meneladani mereka, membuktikan kesabaran revolusioner dalam menghadapi segala kesulitan di jalan kebenaran, tidak takut melawan kerusakan-kerusakan nista yang dilakukan oleh musuh, dan berkorban di jalan Haq serta Islam yang agung sebagaimana para nabi dan wali yang agung.

Allah Swt penolong para pejuang dan pembela kaum yang tertindas.

Salam atas Islam yang mulia.

Salam atas para pejuang di jalan kebenaran.

Salam atas Syuhada di jalan Allah Swt sepanjang sejarah.

Salam atas Syuhada Iran, Palestina, Libanon dan Afganistan.

Salam atas para prajurit dan tentara front peperangan melawan kebatilan.

Dan salam atas hamba-hamba Allah Swt yang saleh.

 

Ruhullah Musawi Khumaini

(Shohifah Imam, jld. 15, hal. 59-63). (WF)

Hits: 105

Imam Khumaini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat