Lailatul Qodar Sekilas dalam Perkataan Imam Khumaini

Almarhum Imam Ruhullah Khumaini ra mengatakan, “Ada berbagai pandangan menurut ulama mengenai filosofi penamaan Lailatul Qodar. Sebagian ulama melihat hal itu karena malam tersebut mempunyai kemuliaan dan kedudukan; di malam ini, Al-Qur’an yang ber-qodar (berkedudukan sangat mulia), melalui malaikat yang ber-qodar pula, turun pada rasul yang ber-qodar, untuk umat yang ber-qodar. Karena itu, malam ini disebut dengan Lailatul Qodar; malam yang berkedudukan sangat mulia dan sangat berharga.

Sebagian lagi memandang malam itu diberi nama Lailatul Qodar karena pada malam itulah takdir atau ketentuan segala urusan, ajal dan rezeki umat manusia ditetapkan.

Ada juga yang melihatnya dinamai dengan Lailatul Qodar karena pada malam itu begitu banyaknya malaikat yang turun sehingga bumi seolah-olah menjadi sempit.” (Adab As-Sholah, hal. 324)

Beliau juga mengatakan, “Al-Arif Billah Sayid bin Thawus ra di dalam kitab mulianya Al-Iqbal menukil riwayat bahwa, “Di dalam kitab Yawaqit karya Abul Fadhl bin Muhammad Herawi saya menemukan hadis-hadis tentang keutamaan Lailatul Qodar … diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad Saw bersabda:

“Musa mengatakan: “Ya Allah! aku ingin dekat pada-Mu.”

Allah Swt berfirman: “Kedekatan pada-Ku bagi orang yang bangun pada malam Lailatul Qodar.”

Musa berkata: “Ya Allah! aku ingin rahmat-Mu.”

Allah Swt berfirman: “Rahmat-Ku bagi orang yang mengasihi orang-orang fakir pada malam Lailatul Qodar.”

Musa berkata: “Ya Allah! aku ingin melewati Shirath-Mu.”

Allah Swt berfirman: “Hal itu untuk orang yang bersedekah pada malam Lailatul Qodar.”

Musa berkata: “Ya Allah! aku ingin pohon dan buah-buahan surga.”

Allah Swt berfirman: “Itu untuk orang yang bertasbih pada malam Lailatul Qodar.”

Musa berkata: “Ya Allah! aku ingin selamat.”

Allah Swt berfirman: “Selamat dari Api (Jahanam)?”

Musa menjawab: “Iya.”

Allah Swt berfirman: “Keselamatan itu bagi orang yang beristighfar di malam Lailatul Qodar.”

Musa berkata: “Ya Allah! aku ingin keridoan-Mu.”

Allah Swt berfirman: “Keridoan-Ku adalah untuk orang yang menunaikan shalat dua rakaat di malam Lailatul Qodar.” (¬¨Adab As-Sholah, hal. 333-334).

Imam Khumaini juga mengatakan, “Di bulan Suci Ramadan terjadi sebuah peristiwa yang dimensi-dimensi dan esensinya sampai selama-lamanya tetap samar bagi orang-orang seperti kita. Peristiwa itu adalah Nuzulul Qur’an; turunnya Al-Qur’an pada hati Rasulullah Saw pada malaim Lailatul Qodar.” (WF)

Hits: 50

Imam Khumaini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat