Dokumen Politik Baru Hamas: Muqawama atas rezim zionis dengan Semua Sarana dan Cara adalah Hak Sah Bangsa Palestina

Gerakan Hamas, Senin (1/5/17), merilis dokumen politik barunya dan menyatakan tidak mengenal rezim zionis, tidak akan mengabaikan hak-hak Bangsa Palestina, serta akan mendirikan negara merdeka Palestina dengan ibukota Quds. Tapi pada saat yang sama, dokumen ini menunjukkan penurunan kualitas perlawanan dan berbahaya bagi rakyat dan negara Palestina.

Dokumen Politik, Prinsip dan Kebijakan Umum Hamas ini terdiri dari 42 pasal dalam 12 judul. Dalam dokumen ini, Hamas menegaskan kembali identitas, cita-cita, dan orientasinya dalam rencana pembebasan Palestina. Dokumen ini juga memuat prinsip-prinsip dasar tentang Palestina, persatuan Bangsa, tanah air, dan sistem politiknya.

Pasal-14 dokumen politik baru ini menyebutkan, “zionisme adalah agenda rasis, agresif dan pendudukan atas dasar penjajahan hak. Agenda ini bertentangan dengan tuntutan Bangsa Palestina mengenai kebebasan, pembebasan Palestina, kepulangan dan hak untuk menentukan nasib diri sendiri. rezim zionis adalah sarana untuk melaksanakan agenda ini dan merupakan pangkalan agresi.”

“Agenda zionisme”, tegas pasal-15, “bukan hanya menyasar Bangsa Palestina, bahkan seluruh Umat Islam dan Bangsa Arab. Agenda ini bahaya yang sesungguhnya bagi mereka semua, ancaman serius bagi keamanan dan kepentingan mereka, dan bertentangan dengan tujuan serta cita-cita mereka tentang persatuan, kebangkitan, dan kebebasan. Bahkan, agenda zionisme adalah bahaya yang nyata bagi keamanan, perdamaian global, umat manusia dan keuntungan serta keamanan mereka.”

Hamas dalam pasal-19 dokemen barunya menyatakan, “Kami tidak akan mengenal zezim zionis. Kami menyatakan bahwa semua yang terjadi pada bumi Palestina berupa pendudukan, pemukiman, yahudisasi, dan distorsi hakikat adalah tidak benar dan sama sekali tertolak. Hak tidak akan hilang dengan berlalunya zaman.”

Pada pasal-20 disebutkan, “Kami tidak akan pernah berpaling dari sejengkal pun tanah Palestina, dalam kondisi dan tekanan apapun, bahkan dalam kondisi pendudukan rezim zionis. Hamas menentang semua rencana alternatif yang hendak menggantikan agenda pembebasan total tanah Palestina, dari Sungai Yordan sampai ke Laut Mediterania. Hamas tanpa mengenal rezim zionis dan tanpa mengabaikan satu pun dari hak-hak Bangsa Palestina mengakui pendirian negara merdeka Palestina dengan kedaulatan penuh dan ibukota Quds, sesuai perbatasan 4 Juni 1967, disertai pemulangan para pengungsi ke rumah mereka masing-masing sebagai kerangka kesepakatan nasional dan bersama bangsa.”

Di pasal-24 dokumen barunya, Hamas menyebutkan, “Pembebasan Palestina adalah kewajiban semua Bangsa Palestina secara khusus, dan Umat Islam serta Arab secara umum, bahkan merupakan tanggungjawab kemanusiaan atas dasar tuntutan hakikat dan keadilan. Pusat-pusat aktivitas dan bantuan terhadap Palestina, baik itu nasional, arabik, Islami atau kemanusiaan adalah saling melengkapi dan berhubungan. Tidak ada pertentangan di antara mereka.”

Lalu pasal-25 menegaskan, “Muqawama atas rezim penjajah dengan semua sarana dan cara adalah hak sah dan pasti Bangsa Palestina yang diakui oleh agama-agama samawi, konvensi dan undang-undang internasional. Puncaknya adalah Muqawama Bersenjata yang merupakan alternatif strategis untuk membela prinsip-prinsip dan merebut kembali hak-hak Bangsa Palestina.”

Hal yang perlu digarisbawahi di sini bahwa meskipun Hamas masih menekankan Muqawama, tapi terjadi penurunan teratur secara kualitas. Kalau sebelumnya, salah satu prinsip utama Hamas adalah “Kehancuran israel”, bahkan atas dasar itu gerakan ini berdiri pada tahun 1988, tapi di dokumen baru hanya menyatakan diri tidak mengenal rezim zionis. Kalau sebelumnya, Hamas menarget pendirian Negara Palestina berdasarkan perbatasan tahun 1948, tapi di dokumen baru menunjukkan kepuasan dengan perbatasan 1967, seperti target Gerakan Fatah yang dipimpin Mahmud Abbas.

Penurunan kualitas Muqawama ini berbahaya bagi bangsa dan negara Palestina pada khususnya, dan Muqawama Kaum Tertindas terhadap hegemoni global pada umumnya!. (WF)

Hits: 58

Berita, Muqawama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat