Pidato Imam Khamenei dalam Pertemuan dengan Pejabat RII dan Dubes Negara-Negara Islam

Seiring ulang tahun Hari Raya Bi’sah Nabi Muhammad Saw, masyarakat dari berbagai lapisan, pejabat negara dan militer, keluarga Syuhada, serta para duta besar negara-negara Islam hari ini, Selasa (25/4), bertemu dengan Wali Faqih Zaman, Pemimpin Revolusi Islam Ayatullah Uzma Imam Sayid Ali Khamenei.

Dalam pertemuan ini, beliau menyampaikan Selamat Hari Raya Bi’sah kepada Bangsa Iran dan Umat Islam di seluruh penjuru dunia seraya menjelaskan, “Bi’sah Nabi Muhammad Saw terjadi di dunia yang hanyut dalam kegelapan, kebodohan, kezaliman dan keangkuhan. Rasulullah Saw dengan menyeru kepada cahaya; yakni pemerinthan yang berdasarkan pada keadilan, kebijaksanaan, persatuan dan perlawanan terhadap kezaliman, telah menunjukkan bahwa program Bi’sah bisa diterapkan dan direalisasikan pada seluruh masyarakat manusia serta di semua periode. Program Bi’sah bisa menjadi infrastruktur pembangunan peradaban manusia yang paling agung.”
Pemimpin Revolusi Islam menekankan dalamnya kebutuhan manusia modern terhadap program Bi’sah dan pentingnya opini masyarakat dunia mengenal makna Bi’sah seraya mengatakan, “Pasca pendirian Republik Islam yang menunjukkan tanda-tanda Pemerintahan Nabawi di dalamnya dan terus berlanjut, musuh-musuh umat manusia langsung aktif menyerang sumber utama gerakan agung pertumbuhan manusia ini; yaitu Islam. Karena Islamlah yang mampu mencegah kezaliman terhadap kemanusiaan.”

Beliau menyebutkan bahwa di antara faktor utama permusuhan hegemoni dan arogansi dunia terhadap Agama Islam yang terang benderang adalah kemampuan Islam yang tiada duanya dalam mengembangkan umat manusia, kapasitasnya dalam membangun peradaban material sekaligus spritual, dan kekuatannya dalam menghadapi kezaliman dan arogansi.

Imam Khamenei melanjutkan, “Pembentukan kelompok-kelompok teroris atas nama Islam dan propaganda perpecahan di tengah negara-negara Islam seperti Irak, Suriah, Bahrain, dan Yaman adalah konspirasi AS Tiran dan rezim busuk Zionis untuk melawan Islam.”

Beliau menambahkan, “Tentunya Tiran Global lebih memusuhi Republik Islam lebih daripada negara-negara Muslim lain. Tapi masalah utama mereka adalah Islam itu sendiri. Dan realitas ini harus disadari oleh semua orang Muslim.”
Sembari menyebutkan tugas para pejabat negara-negara Islam untuk mengetahui sebab permusuhan negara-negara adidaya dan arogan terhadap Islam, Ayatullah Uzma Khamenei menuturkan, “Negara-negara Islam perlu menyadari bahwa tujuan AS bersahabat dengan satu negara Islam dan bermusuhan dengan negara Islam lainnya adalah mencegah persatuan Dunia Islam dan menghalangi kesepahaman bersama Muslimin mengenai hal-hal yang penting bagi masyarakat-masyarakat Islam di dunia.”

Beliau menyayangkan keberhasilan politik pecah-belah AS di kawasan seraya berkata, “Tangan para penjarah sedang berada di kantong sebagian negara kawasan. Dan untuk melanjutkan penjarahan ini, mereka berusaha memprogandakan Republik Islam Iran sebagai musuh negara-negara kawasan; entah itu Irannya yang diusung sebagai alasan atau kesyiahannya. Yang pasti, kita semua harus sadar bahwa jalan menuju kemajuan Dunia Islam adalah persatuan dan perlawanan terhadap adidaya dan tiran.”

Imam Khamenei menyampaikan bahwa tekad Bangsa Iran dalam melawan kezaliman dan arogansi adalah tekad yang bulat, kuat dan tidak bisa ditawar. Beliau mengatakan, “Seluruh bangsa, anak-anak muda, dan masyarakat yang revolusioner serta mukmin sama-sama melawan arogansi dan kezaliman. Dan di negara mana pun terjadi perlawanan yang bersumber dari Bi’sah Nabi Muhammad Saw ini, musuh tidak akan bisa bertahan dan tidak akan mampu berbuat galat apa pun.”

Pemimpin Revolusi Islam menyebut iman, persatuan dan partisipasi aktif bangsa di lapangan sebagai faktor keberanian dan perlawanan Republik Islam Iran. Beliau menekankan, “Keikutsertaan dalam pemilu yang akan datang  merupakan salah satu manifestasi penting dari partisipasi aktif bangsa di lapangan.”

Beliau menunjukkan berbagai dimensi pemilu seraya menerangkan, “Partisipasi dalam pemilu di dalam sistem Pemerintahan Islam adalah tugas rakyat. Dan itu merupakan kristalisasi posisi, hak dan kekusaan mereka dalam membentuk pucuk eksekutif pemerintah. Selain itu, keutuhan pertahanan sebuah bangsa akan melucuti keberanian musuh dan kemampuan mereka dalam berbuat lancang.”

Imam Khamenei menyebutkan bahwa politik yang sama dan sarat dengan ancaman dari pemerintah AS terhadap Bangsa Iran, baik yang lalu maupun yang sekarang dan dari arus politk mana pun, adalah bukti niat busuk mereka semua. Beliau mengatakan, “AS, di semua saat telah melakukan apa saja yang mereka mampu untuk menghajar Iran. Tapi semua harus tahu bahwa siapa pun yang menyerang Bangsa Iran maka serangan itu akan berujung pada kerugian dirinya sendiri. Karena, reaksi Bangsa Iran terhadap serangan itu sangatlah kuat.”

Pemimpin Revolusi Islam menyebut masa depan Bangsa Iran akan lebih baik dari sebelumnya berkat karunia Ilahi dan di bawah naungan iman serta pertahanan mereka. Beliau mengatakan, “Iman, persatuan, pertahanan, dan partisipasti aktif di lapangan ini harus terus dijaga. Dan dengan memaksimalkan kemampuan serta kapasitas dalam negeri, begitu juga dengan perencanaan yang bijaksana, pembangunan dalam negeri sistem pemerintahan ini harus  terus diperkuat sehingga musuh putus asa terhadap konspirasi-konspirasinya dan berhenti memusuhi.”
Wali Faqih Zaman melanjutkan pidatonya dengan berpesan kepada para kandidat pilpres seraya menuturkan, “Saya sampaikan kepada para kandidat pilpres, dan sebelumnya juga pernah saya utarakan kepada mereka agar mengambil keputusan, berbicara kepada rakyat, dan pada saat kampanye berjanji kepada mereka untuk tidak mengarahkan pandangan ke luar negeri dalam memajukan berbagai urusan negara, mengembangkan ekonomi, dan menanggulangi aneka persoalan. Mereka harus memusatkan pandangan ke dalam negeri dan kepada bangsa.” (WF)

Hits: 48

Berita, Imam Khamenei

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat