Abdulmalik Hautsi: Kita Tidak akan Membiarkan Persatuan Nasional Yaman Dipermainkan

Pemimpin Gerakan Ansharullah Yaman Abdulmalik Hautsi, Minggu (23/4) sore, berpidato dalam rangka memperingati ulang tahun hari kesyahidan Husain Badruddin Hautsi pendiri Gerakan Ansharullah Yaman.
Dia mengatakan, “AS dan Israel berusaha memperalat rakyat Yaman, tapi kita akan gunakan segala cara yang dapat mencegah target-target musuh.”

Abdulmalik Hautsi, seperti dilansir Fars, menekankan bahwa rezim Saudi mengklaim diri Islami, tapi sama sekali tidak ada Islam di dalamnya.

Pemimpin Gerakan Ansharullah Yaman ini mengatakan, “Kita tidak boleh membiarkan Bangsa kita menjadi umat yang ratusan ribu orang dari mereka dibantai.”

Dia melanjutkan, “AS ingin memegang kontrol situasi di Yaman dan berusaha agar persoalan ini diterima oleh dunia dan opini publik. AS bermaksud mengeksploitasi Bangsa Yaman demi kepentingannya sendiri, dan pada saat yang sama AS menutup-nutupi realias yang sebenarnya melalui sensor media.”

Setelah itu, Abdulmalik menyinggung bahwa Emirat  sedang agresi ke Yaman dan membantai anak-anak kecil serta perempuan Yaman. Buat mereka sama sekali tidak penting bahwa pembantaian ini pada akhirnya menguntungkan AS.

Dia menegaskan, “AS punya hegemoni di kawasan dan menuntut kita untuk bergerak ke mana pun yang mereka inginkan. Jika tidak menurut, mereka sulut peperangan. Ketika kita membela diri di Yaman, segala penjuru dunia dikerahkan untuk mengambil sikap mencegah Muqawama kita.”

Dia mengatakan, “Serangan militer AS di kawasan, termasuk Afganistan dan Irak adalah permulaan untuk mencapai target komprehensif mereka di kawasan lain.”

Kemudian dia mengapresiasi sikap Republik Islam Iran terhadap Yaman dan berterimakasih atas itu. Dia mengatakan, “Iran berdiri melawan arogansi global untuk mencapai kemerdekaan dan berjuang untuk memeliharanya.”

Dia melanjutkan, “Menurut AS dan sekutu-sekutunya, Republik Islam Iran sedang melakukan kesalahan, padahal negeri ini sukses dalam merealisasikan kebebasan dan kemerdekaannya.”

Pemimpin Gerakan Ansharullah Yaman menambahkan, “Israel adalah tulang yang menyangkut di tenggorokan umat di kawasan dan sengaja diciptakan demi kepentingan imperialisme Barat.”

Dia mengatakan, “Imperialisme Barat menilai simpati dan kerjasama Iran dengan Bangsa Yaman sebagai tindakan kriminal. Sedangkan agresi dan aksi permusuhan mulai dari Saudi dan Emirat sampai Argentina dan Kolombia sama sekali tidak masalah menurut mereka.”

Abdulmalik Hautsi menandaskan, “Kerjasama dalam penindasan terhadap Bangsa Yaman tidak masalah bagi AS. Sebagaimana Iran pada masa Syah juga tidak masalah bagi AS. Tiada lain alasannya adalah karena rezim Iran ketika itu tunduk pada AS.”

Pemimpin Gerakan Ansharullah Yaman ini menekankan bahwa rezim Saudi adalah rezim AS-Israel yang berjasa besar kepada Israel dan AS.

Dia menambahkan, “Emirat  sedang menjajah Jazirah Socotra Yaman dengan kerjasama Abdurabih Mansur Hadi, mantan presiden Yaman yang telah mengundurkan diri, dan Alqaeda.”

Lalu dia menegaskan, “Kita tidak akan biarkan persatuan dalam negeri dan nasional Yaman, khususnya persatuan antara Ansharullah dan Partai Kongres Rakyat Yaman dipermainkan.” (WF)

Hits: 36

Berita, Muqawama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat