Pelajaran Ayatullah Uzma Ali Khamenei dari Imam Musa Kadzim as

Pemimpin Revolusi Islam Ayatullah Uzma Sayid Ali Khamenei di salah satu pengantar kuliahnya dan dalam rangka mengenang kehidupan Imam Musa Kadzim as membawakan hadis beliau tentang takwa tutur kata sebagai berikut:

Takwa Tutur Kata

عن سُليمان بن جعفرِ الجَعفري قالْ سَمِعتُ موسي بن جعفرٍ عليه‌السلام يقولْ مَرَّ أميرالمؤمنين علي بنُ ابي‌طالبٍ عليه‌السلام بِالرَّجُلٍ يتَکَلَّمُ بِفُضولِ الکلام، فَوَقَفَ عَليه، ثُمَّ قالْ يَا هَذَا إنَّکَ تُملي عَلي حافِظَيکَ کتاباً إلي رَبِّک، فتَکَلَّم بِما يعنيک، وَ دَعْ ما لا يعنيک. (الامالي شيخ صدوق)

Ayatullah Uzma Khamenei melanjutkan, “Diriwayatkan dari Sulaiman putra Ja’far Jakfari berkata, ‘Aku dengar Imam Musa bin Ja’far as bersabda, ‘Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as melewati seorang lelaki yang sedang bicara berlebihan.” Pembicaraan yang berlebihan, pembicaraan yang sia-sia, dan pembicaraan yang tidak berguna; baik untuk si pembicara maupun pendengarnya. Orang itu sedang berbicara demikian.

Amirul Mukminin Ali as sedang melintas lalu melihat orang itu berdiri dan bicara tanpa arah dan mengucapkan kata-kata yang tidak berguna baik untuk dirinya maupun untuk orang lain. “Maka beliau berhenti, lalu beliau berkata kepadanya, ‘Hai kamu! Engkau sedang mendiktekan surat untuk Tuhan-mu kepada dua malaikat penjaga dan pengintaimu.” Engkau sedang menuturkan dan mendiktekan suratmu, dan mereka mencatatnya.

Kata demi kata yang keluar dari mulut saya dan kalian pasti dicatat. Dan catatan itu nantinya bisa membahayakan diri kita sendiri. Karena itu, kita harus berhati-hati apa yang sedang kita tuturkan.

“Karena itu” bimbing Amirul Mukminin Ali as, “Bicarakanlah apa yang penting bagimu. Dan tinggalkan apa yang tidak penting bagimu.” (Al-Amali, Syaikh Shaduq).

Perjuangan Terorganisir

Ayatullah Uzma Khamenei di dalam buku “Insan 250 Tahun” menjelaskan tentang pengorganisasian para pejuang Muslim oleh Imam Musa Kadzim as dan menandaskan, “Orang yang hanya menyampaikan ajaran Islam dan sama sekali tidak berurusan dengan pemerintah serta tidak melakukan perjuangan politik jelas tidak akan diintimidasi, diasingkan, dan dipenjara … Kehidupan Imam Musa bin Ja’far as adalah kehidupan yang sangat menarik dan sensasional. Sekarang kita mengira bahwa beliau as adalah orang tertindas yang tidak bersuara dan dengan kepala menunduk di kota Madinah, dan tiba-tiba aparat pemerintah menciduk dan memenjarakannya, lalu meracuninya. Selesai. Kita mengira begitu saja. Padahal, bukan demikian persoalan yang sesungguhnya. Persoalan yang sesungguhnya adalah sebuah perjuangan yang panjang, sebuah perjuangan yang terorganisir, sebuah perjuangan dengan orang banyak di berbagai penjuru dunia Islam.” (WF)

Hits: 42

Imam Khamenei

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat