Imam Ali as Menurut Sayid Ali 2

Ikhlas, satu-satunya hal yang dominan pada malam itu. Orang yang dalam kondisi seperti itu tidak memikirkan dirinya, tidak berpikir menggunakan kesempatan untuk dirinya; melainkan hanya memikirkan keselamatan nyawa Nabi Muhammad Saw. Dialah Amirul Mukminin Ali as

Gelora Lailatul Mabit, Pengorbanan Abadi

Malam Hijrah Nabi Saw

Walil Faqih Zaman Imam Khamenei dalam pidatonya pada hari Senin, 28 Urdibisyt 1366 Hs (18 Mei 1987 M), menjelaskan:

“Mungkin saja orang mengatakan bahwa bagi pemuda jawara dan pemberani, menerima misi seperti ini bukan hal yang berat. Tapi, kondisi yang khas pada waktu itu harusnya diperhatikan; rumah kecil yang sempit dan gelap gulita, tidak ada lampu listrik untuk bisa langsung dinyalakan saat musuh datang agar mereka tahu kalau mereka salah orang. Mereka juga tidak menentukan waktu kapan menyerang; tiba-tiba mereka ingin menyergap ke dalam rumah, dalam kondisi seperti itu orang tidak akan sempat berbuat apa-apa, baru mau bangun dan memperkenalkan diri target penyerangan sudah diselesaikan.

Dalam kondisi seperti itu, ada satu orang yang rela menggantikan posisi Nabi Muhammad Saw di tempat tidur beliau saat hijrah. Ini betul-betul pengorbanan yang sesungguhnya. Dan Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as yang melakukannya.”

Pengorbanan Cinta

Pemimpin Revolusi Islam Imam Khamenei dalam pidato Jumatnya, 16 Farwardin 1370 Hs (5 April 1991 M) menjelaskan:

“Orang seperti penulis Kristen yang tidak punya perspektif Islam apalagi Syiah terhadap Amirul Mukminin as ketika melihat fakta sejarah ini mengatakan bahwa tindakan Amirul Mukminin ini hanya bisa dibandingkan dengan tindakan Socrates yang dengan tangannya sendiri meneguk cawan racun demi kemaslahatan masyarakatnya. Itulah pengorbanan yang sesungguhnya.

Ikhlas, satu-satunya hal yang dominan pada malam itu. Orang yang dalam kondisi seperti itu tidak memikirkan dirinya, tidak berpikir menggunakan kesempatan untuk dirinya; melainkan hanya memikirkan keselamatan nyawa Nabi Muhammad Saw. Dialah Amirul Mukminin Ali as”

Saat-Saat Genting Pengorbanan

Ayatullah Uzma Imam Sayid Ali Khamenei dalam pidato Jumatnya, 2 Aban 1368 Hs (3 November 1989 M), menjelaskan:

“Semua tahu bahwa Hijrah Nabi Muhamamd Saw ini merupakan pengantar keberhasilan dan kemenangan Islam. Tepat ketika sebuah kebangkitan ingin melangkahkan kakinya dari periode cobaan dan kesusahan menuju periode kesenangan dan kemuliaan, persis di saat pada umumnya semua orang berlomba-lomba sampai lebih dulu ke sana, bahkan kalau bisa mendapatkan posisi dan status sosial yang istimewa. Pada saat itu malah Amirul Mukminin Ali as rela berbaring di tempat tidur Rasulullah Saw di malam yang gelap gulita agar beliau bisa keluar dari rumah dan keluar dari kota Mekah menuju Madinah.” (WF)

Hits: 39

Imam Khamenei

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat