Imam Ali as Menurut Sayid Ali 1

Iman Bersemi Awal Kesulitan

Keberanian dalam Menerima Kebenaran

Wali Faqih Zaman Sayid Ali Khamenei dalam pidato Jumatnya, tanggal 20 Bahman 1374 Hs (9 Februari 1996 M), menyinggung salah satu keistimewaan Amirul Mukminin Imam Ali bin Abi Thalib as yang tampak sejak awal dakwah Islam oleh Rasulullah Saw. Yaitu keistimewaan iman dan keberanian dalam menerima kebenaran. Sayid Ali menjelaskan:

“Tidak diragukan lagi bahwa keberanian Amirul Mukminin Ali as di medan kehidupan lebih tinggi daripada keberanian beliau di medan perang. Peristiwa beliau lebih dulu masuk Islam daripada yang lain, itu pun di masa remaja, merupakan salah satu bukti keberanian itu. Beliau menerima Islam di saat semua orang berpaling dari seruan ini, tidak ada satu pun orang yang berani menerima Islam ketika itu.

Ketika itu, remaja ini berdiri dan berkata, “Saya beriman!” Tentu saja sejak sebelumnya beliau sudah beriman. Sedangkan di sini beliau mengumumkan imannya.

Amirul Mukminin Ali as adalah insan mukmin yang selama 13 Tahun Biksat Nabi tidak pernah menyembunyikan imannya, kecuali berapa hari pertama. Muslimin ketika itu bertahun-tahun menyembunyikan imannya. Tapi semua orang tahu bahwa Amirul Mukminin Ali as sejak awal beriman, dan iman beliau tidak sembunyi-sembunyi.

Bayangkan secara benar kondisi ini: tetangga menghina, tokoh-tokoh masyarakat menistakan dan mempersulit, para pujangga dan orator mengolok-olok, orang-orang kaya dan bawahan juga mencaci-maki! Tapi di tengah gelombang besar tantangan, Amirul Mukminin Ali as tetap teguh berdiri tegak seperti gunung dan berkata, “Saya kenal Allah Swt dan saya bersikukuh untuk itu.” Inilah keberanian.

Amirul Mukminin Ali as menunjukkan keberanian di semua periode hidup beliau, baik di Mekkah maupun Madinah.”

 

Kenangan Yaumud Dar (Hari Rumah)

Dalam pertemuan dengan masyarakat umum, Minggu 29 Dey 1370 Hs (19 Januari 1992 M), Sayid Ali meriwayatkan contoh lain dari keberanian Imam Ali as dan berkata:

“Dalam peristiwa yang dikenal dengan sebutan Yaumud Dar (Hari Rumah), Rasulullah Saw mengumpulkan para pembesar Arab di Mekkah dan memperkenalkan Islam kepada mereka. Beliau bersabda, “Siapa pun hari ini menjadi orang yang pertama beriman, maka dia akan menjadi washi dan amir setelahku.” Beliau sampaikan seruan ini kepada yang lain tapi tidak ada satu pun dari orang-orang kafir dan Quraisy yang sudi menerima seruan itu.

Namun, Amirul Mukminin Ali as yang ketika remaja 13 tahun berdiri dan menerima seruan tersebut. Rasulullah Saw pun menerima iman beliau dan mengumumkan beliau sebagai washi dan amir setelahnya. Sampai-sampai orang-orang kafir meledek Abu Thalib dengan berkata, “Dia angkat anakmu jadi amir atasmu!”

 

Pemuda Bersemangat

Dalam pertemuan dengan anak-anak muda di Musalla Besar Teheran, Kamis 1 Urdebehesyt 1379 Hs (20 April 2000 M), Sayid Ali meriwayatkan kegemilangan Imam Ali as di masa mudanya dan berkata:

“Kegemilangan Amirul Mukminin Ali as di masa mudanya merupakan model abadi yang patut diteladani oleh semua anak muda. Di masa mudanya dan di Mekkah, beliau merupakan unsur setia yang berdedikasi sempurna, unsur yang cerdas, dan pemuda yang aktif, pelopor dan terdepan.

Di semua medan, beliau menyingkirkan rintangan-rintangan besar dari jalan dakwah Rasulullah Saw. Di semua medan bahaya, beliau pasang dada. Beliau tanggung pekerjaan-pekerjaan yang paling susah. Dengan pengorbanannya, beliau mudahkan hijrah Nabi Muhammad Saw ke Madinah. Setelah itu, selama di Madinah, beliau merupakan panglima pasukan, komandan kelompok-kelompok aktivis, alim, cerdas, pahlawan, dan dermawan. Di Medan perang, beliau prajurit yang pemberani dan komandan yang terdepan. Di dalam pemerintahan, beliau unsur yang efektif dan efisien. Di kancah sosial beliau pemuda yang betul-betul maju dan berkembang.” (WF)

Hits: 49

Imam Khamenei

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat