Imam Khamenei: Pemerintah AS Sedang Mengulang Kesalahan Strategis Pendahulunya

Wali Faqih Ayatullah Uzma Imam Sayid Ali Khamenei, Minggu (9/4) dalam Kunjungan Tahun Baru para komandan senior angkatan bersenjata Republik Islam Iran, menyinggung program musuh untuk melemahkan semangat rakyat, pejabat, dan angkatan bersenjata serta menanamkan mental “Tidak Mungkin, Tidak Bisa” dalam diri mereka.

Pemimpin Revolusi Islam mengatakan, “Seluruh angkatan bersenjata Republik Islam Iran, hari demi hari harus meningkatkan kemampuan dan kapasitasnya dengan tawakal kepada Allah Swt dan percaya diri. Mereka juga harus menutupi kekurangan dan kekosongan yang ada dengan inisiatif dan ambisi.”

Dalam pertemuan ini, Imam Khamenei mendoakan tahun penuh berkah dan sukses bagi masyarakat, terutama angkatan bersenjata yang setia dan keluarga mereka. Beliau mengatakan, “Adalah sebaik-baik doa dan prestasi paling tinggi bagi setiap orang, mengenal dan mengidentifikasi Jalan Yang lurus serta istikamah (teguh) di dalamnya.”

Beliau menyebut angkatan bersejata Republik Islam Iran sebagai angkatan yang berintelektual dan berkeyakinan. Beliau mengatakan, “Pengabdian pada masyarakat yang disertai dengan kearifan dan ketulusan termasuk ibadah yang paling besar. Karena itu, kesempatan dan peluang ini harus dihargai. Sebagaimana pada masa Perang Pertahanan Suci, para pejuang dan syuhada menggunakan kesempatan itu, sekarang juga cita-cita para penempuh jalan Allah Swt adalah mencapai kesyahidan.”

Panglima tertinggi angkatan bersenjata Republik Islam Iran, Imam Khamenei menekankan agar kemampuan operasional dan pengorganisasian seluruh angkatan bersenjata terus-menerus ditingkatkan. Beliau mengatakan, “Kekurangan dana jangan sampai jadi penghambat kemajuan. Sebagaimana pada masa Pertahanan Suci banyak sekali kekurangan, tapi perang yang berkepanjangan itu berakhir dengan kemenangan mutlak, dan satu meter pun dari perbatasan negara ini tidak ada yang terjajah. Sekarang pun dengan inisiatif dan ambisi semua kekuarangan bisa ditanggulangi.”

Imam Khamenei menyinggung dukungan penuh negara-negara Barat terhadap Saddam selama perang yang mereka paksakan pada Republik Islam Iran seraya berkata, “Negara-negara munafik Eropa yang sekarang mengklaim terjadi penggunaan senjata kimia di Suriah, selama perang Iran-Irak mereka mengirimkan berton-ton senjata kimia ke Saddam untuk menyerang front-front pertahanan kita, termasuk daerah Sardasyt dan Halabceh.”

Pemimpin Revolusi Islam menyebut perkembangan militer Republik Islam sekarang tidak bisa dibandingkan dengan semasa perang. Beliau mengatakan, “Dengan tawakal kepada Allah Swt, percaya diri, disiplin, dan tindak lanjut manajemen, sekarang kita juga bisa melewati rintangan-rintangan yang ada.”

Beliau menyebutkan di antara tugas para komandan senior adalah meningkatkan semangat angkatan bersenjata. Lalu beliau menyinggung program musuh untuk melemahkan mental pejabat, rakyat, dan angkatan bersenjata seraya berkata, “Dengan berbagai taktik perang psikologi, musuh berusaha membuat pejabat-pejabat negara menjadi lemah dan labil serta mendoktrinkan mental “Tidak Mungkin, Tidak Bisa” dalam diri mereka.”

Poin berikut yang ditekankan oleh panglima tertinggi, Imam Khamenei adalah peningkatan penelitian dan penghormatan terhadap pensiunan angkatan bersenjata. Beliau mengatakan, “Pensiunan adalah tabungan berharga bagi angkatan bersenjata. Masalah materi dan kehidupan mereka, khususnya masalah penghormatan terhadap mereka perlu dipikirkan dan diatur dengan baik.”

Beliau menyebutkan upaya musuh untuk mencegah penguatan angkatan bersenjata. Beliau menjelaskan, “Musuh selalu mengutuk setiap bagian dari angkatan bersenjata, baik itu Tentara, Sepah, maupun Polisi dan Basiji. Mereka berusaha mengosongkan angkatan bersenjata dari dalam. Tapi seluruh angkatan bersenjata kita, hari demi hari harus semakin kuat dari sisi pengorganisasian.”

Setelah itu, Imam Khamenei menyinggung serangan AS ke Suriah dan berbagai analisis yang ingin menunjukkan bahwa aksi serupa bisa saja terjadi di seluruh dunia seraya berkata, “Kejahatan, pelanggaran, kesalahan, dan agresi memang layaknya AS. Dan itu telah mereka lakukan di sejumlah belahan dunia. Tapi pertanyaannya adalah di mana saja mereka berani bertingkah seperti itu?!”

Beliau menegaskan, “Republik Islam telah membuktikan diri tidak akan meninggalkan medan karena omong kosong dan aksi konyol. Para pejabat negara yang meyakini Revolusi Islam, dengan bertawakal kepada Allah Swt tidak akan pernah mundur menghadapi ancaman dan gertakan. Karena, kalau memang sejak awal prinsipnya adalah mundur, maka sekarang dan sejak lama negara ini akan mengalami kekalahan dan kebangkrutan, baik secara mental maupun peradaban.”

Dalam evaluasinya terhadap langkah terbaru AS menyerang Suriah secara militer, Imam Khamenei mengatakan, “Apa yang dilakukan AS adalah kesalahan strategis. Mereka sedang mengulang kesalahan para pendahulunya.”
Beliau menambahkan, “Pemerintah AS sebelumnya menciptakan ISIS atau berkontribusi di dalamnya. Dan pemerintah yang sekarang juga sedang menguatkan ISIS atau kelompok yang serupa dengannya.”

Beliau menekankan bahwa bahaya kelompok-kelompok ini di masa mendatang akan mengarah kepada AS. Beliau mengatakan, “Eropa sekarang menderita karena kesalahan mereka dalam menguatkan kelompok-kelompok Takfiri. Masyarakat di sana tidak lagi merasa aman, baik di rumah maupun di jalan. Dan AS juga sedang mengulangi kesalahan ini.”(WF)

Hits: 35

Berita, Imam Khamenei

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat