Wilayatul Faqih – Imam Khumaini (2)

Islam, sebagaimana punya undang-undang di bidang ibadah punya juga undang-undang, aturan dan garis tertentu di bidang sosial dan pemerintahan. Hukum Islam adalah hukum yang terdepan, sempurna dan menyeluruh.

Kalian, generasi muda yang insyaallah akan berguna untuk masa depan Islam, mesti menindaklanjuti hal-hal yang saya sampaikan secara ringkas ini. Selama hidup, kalian harus sungguh-sungguh dalam memperkenalkan sistem dan undang-undang Islam. Hendaknya kalian sadarkan masyarakat dengan cara yang menurut kalian lebih efektif; baik itu tulisan maupun lisan. Sadarkan mereka betapa banyak bencana yang dialami Islam sejak awal kebangkitannya, dan siapa saja musuh serta apa saja bencana yang dihadapinya sekarang. Jangan biarkan hakikat dan esensi Islam tersembunyi, sehingga orang mengira bahwa Islam sama saja dengan agama yang sekarang dikenal dengan nama Kristen — bukan agama Nabi Isa Almasih yang sesungguhnya –; hanya memuat sejumlah aturan tentang hubungan antara Tuhan dan makhluk-Nya. Jangan biarkan Islam tersembunyi sehingga orang mengira masjid tidak ada bedanya dengan gereja.

Ketika Barat belum apa-apa dan penduduknya masih hidup liar, begitu pula Amerika masih dihuni Kaum Indian yang setengah liar, dua kerajaan besar Iran dan Romawi didominasi oleh tirani, aristokrasi, diskriminasi dan hegemoni para penguasa. Tidak ada tanda-tanda pemerintahan rakyat dan undang-undang di sana. (1) Ketika itu, Allah Swt melalui utusan-Nya yang mulia Saw mengirimkan undang-undang yang keagungannya membuat orang tercengang. Dia kirim undang-undang dan kode-etik untuk semua hal. Dia tetapkan undang-undang yang mengatur manusia sejak spermanya belum terjalin sampai setelah dia dikuburkan.

Islam, sebagaimana punya undang-undang di bidang ibadah punya juga undang-undang, aturan dan garis tertentu di bidang sosial dan pemerintahan. Hukum Islam adalah hukum yang terdepan, sempurna dan menyeluruh. Buku-buku tebal yang ditulis sejak dulu kala mengenai persoalan-persoalan hukum, mulai dari peradilan, muamalat, had, (2) dan kisas (3) sampai dengan hubungan antar-bangsa dan undang-undang perdamaian serta perang dan hukum internasional publik serta privat, hanyalah sebagian kecil dari hukum dan sistem-sistem Islam. Tidak ada satu tema kehidupan pun yang aturan dan hukumnya tidak ditetapkan oleh Islam.

Tangan-tangan asing ingin menyesatkan Muslimin dan para cendekiawan Muslim –yang merupakan generasi muda kita — dari Islam. Mereka bisikkan bahwa Islam tidak punya apa-apa; Islam tidak lebih dari segelintir hukum tentang darah haid dan nifas! Para kyai (ruhaniawan) harus mempelajari darah haid dan nifas!

Memang demikian yang sebenarnya! Ada kyai-kyai yang sama sekali tidak berpikir untuk memperkenalkan teori, sistem, dan pandangan dunia Islam, dan mayoritas waktunya habis untuk hal-hal yang mereka katakan, sementara kitab-kitab (baca: pasal-pasal) Islam lainnya mereka lupakan. Para kyai semacam ini memang pantas dikritik dan diserang seperti itu. Mereka punya andil dalam kesalahan. Memangnya hanya orang-orang asing yang bersalah? Tentu saja orang-orang asing telah mempersiapkan fundamen sejak berapa ratus tahun yang lalu untuk mencapai kepentingan politik dan ekonomi mereka; dan mereka pun sukses berkat kecerobohan yang ada di dalam hauzah-hauzah ruhani. Karena itu, hadirlah di tengah-tengah kita Kaum Ruhaniawan, orang-orang yang secara tidak sadar membantu tujuan pihak asing tersebut. Sehingga, demikianlah kondisinya sekarang.

Adakalanya mereka mempropagandakan bahwa hukum Islam itu kurang. Sebagai contoh, tidak punya undang-undang peradilan dan acara sebagaimana layaknya. Dengan mengacu pada propaganda ini, agen-agen Inggris menjalankan perintah tuan mereka untuk mempermainkan Asas Konstitusi. Sebagaimana terbukti melalui saksi-saksi dan dokumen-dokumen, mereka tipu rakyat dan melalaikannya dari esensi kejahatan politik yang sedang mereka lakukan.

Menjelang penyusunan Undang-Undang Dasar pada awal periode Konstitusi, mereka pinjam kompilasi hukum Belgia dari kedutaan. Lalu, segelintir orang — yang saya tidak ingin menyebutkan nama di sini — menjiplak UUD dari sana; kekurangan-kekurangannya mereka coba tutupi dengan kompilasi hukum Prancis dan Inggris!(4) Kemudian mereka lampirkan satu-dua hukum Islam guna mengelabui masyarakat! Padahal, asas undang-undangnya mereka adopsi dari tempat lain lalu mereka cekokkan kepada bangsa kita.

UUD berikut pasal-pasal pelengkapnya yang berhubungan dengan kerajaan, anak mahkota, dan lain sebagainya, mana yang dari Islam? Seluruhnya anti-Islam; melanggar pola pemerintahan dan hukum Islam. Kerajaan dan anak mahkota adalah sistem yang dibatalkan oleh Islam. Pada awal sejarahnya, Islam berhasil menggulung kerajaan di Iran, Roma Timur, Mesir, dan Yaman. Rasulullah Saw di dalam surat penuh berkahnya kepada Imperatur Romawi Timur (Heraclius (5) dan Syah Iran (6), mengajak mereka untuk meninggalkan sistem kerajaan dan kekaisaran; melepaskan cara yang memaksa hamba-hamba Allah Swt untuk mengabdi dan mematuhi diri mereka secara mutlak; dan membiarkan masyarakat untuk menyembah Tuhan Yang Maha Esa yang merupakan Sultan Hakiki.(7)
Kerajaan dan anak mahkota adalah sistem pemerintahan celaka dan batil yang mana Sayidus Syuhada Imam Husain as bangkit untuk mencegah berdirinya sistem itu sehingga beliau syahid. Beliau bangkit agar jangan sampai berada di bawah sistem anak mahkota Yazid (8) dan meresmikan kerajaannya. Beliau ajak semua orang muslim untuk bangkit melawan. Sistem-sistem ini sama sekali bukan dari Islam. Islam tidak mengenal sistem kerajaan dan anak mahkota. Sekiranya yang dimaksud dengan kekurangan adalah penentangan tersebut, iya benar; Islam memang kurang! Hal itu sebagaimana Islam juga tidak punya undang-undang atau aturan untuk riba, bank rabawi, jual-beli minuman keras, dan pelacuran. Karena memang pada dasarnya Islam mengharamkan semua itu.
Aparat pemerintah boneka kolonial yang ingin membudayakan hal-hal keji itu di negara-negara Islam tentu memandang agama Islam kurang. Untuk itu, terpaksa mereka mengadopsi undang-undang dari Inggris, Prancis, dan Belgia. Dan belakangan ini juga dari Amerika! Fakta bahwa Islam tidak punya aturan untuk mengembangkan perbuatan-perbuatan keji seperti itu adalah sebuah kesempurnaan; adalah sebuah kebanggaan bagi Islam.
Konspirasi pemerintah kolonial Inggris di awal periode Konstitusi punya dua target: Target yang pertama ketika itu juga terbongkar. Yaitu menutup pintu infiltrasi Rusia ker Iran. Target yang kedua adalah menyingkirkan hukum Islam dari medan praktik dan implementasi dengan cara memasukkan undang-undang Barat.

Pemaksaan undang-undang asing terhadap masyarakat Islam kita telah menimbulkan banyak kendala dan bencana.

Orang-orang yang ahli di peradilan sekarang tahu persis dan mengeluhkan undang-undang peradilan serta pola kerjanya. Kalau ada orang yang terkena peradilan Iran sekarang, atau peradilan negara-negara yang serupa, maka dia harus berusaha sepanjang umurnya untuk membuktikan sesuatu yang dia inginkan. Pengacara handal yang pernah saya lihat pada waktu muda mengatakan bahwa saya putar dan bolak-balikkan proses peradilan antara dua pihak yang bertikai sampai akhir hayat saya di antara undang-undang dan roda pengadilan! Setelah itu akan dilanjutkan oleh anak saya! Sekarang pun kondisinya demikian. Kecuali kasus-kasus yang diintervensi. Tentu akan diproses dan diselesaikan dengan cepat, tapi tidak dengan hak dan benar.

Undang-undang peradilan sekarang tidak membawa apa-apa bagi masyarakat kecuali kesulitan dan keterhalangan diri dari pekerjaan serta kehidupan. Hasil dari undang-undang itu tiada lain penyalahgunaan yang tentu ilegal. Sangat jarang ada orang yang bisa meraih haknya. Padahal, dalam penanganan kasus, segala sisinya harus diperhatikan, bukan hanya setiap orang harus sampai kepada haknya. Waktu masyarakat, kualitas hidup dan pekerjaan dua pihak yang bertikai juga secara implisit harus diperhatikan. Dan hendaknya proses peradilan itu dijalankan sesederhana mungkin dan secepat mungkin. Kasus yang dulu diselesaikan oleh Qadhi Syariat dalam waktu dua sampai tiga hari, sekarang dua puluh tahun pun tidak selesai! Selama proses itu juga anak-anak muda, orang-orang tua dan miskin mau tidak mau dari pagi sampai sore harus pergi ke pengadilan dan terpontang-panting di gang-gang atau dari satu meja ke meja yang lain. Ujungnya pun tidak jelas bagaimana akan diputuskan. Siapa yang lebih cerdik dan lebih mampu menyuap bisa segera menyelesaikan kasusnya, itu pun harus dengan cara-cara yang tidak benar. Kalau tidak, maka orang harus menunggu dalam ketidakjelasan sampai akhir hidupnya. (WF)

(1) Torikhe Tamaddune Islomi (Sejarah Peradaban Islam), George Zeidan, jld. 10, hal. 33-41. Torikhe Ejtemoie Iron (Sejarah Sosial Iran), Murtadha Rawandi; hal. 660. Iron dan Zamone Sosoniyon (Iran Era Sasani), Artour Kristian Sen, hal. 470 dan 523. Jahon dar Ashre Be’sat (Dunia Era Pengutusan Nabi), Syahid Muhammad Jawad Bahonar dan Akbar Hasyimi Rafsanjani. Torikhe Rum (Sejarah Romawi), Albermaleh dan Zoul Izak. Torikhe Kelisoye Qadim dar Emproturie Rum (Sejarah Gereja Kuno Era Imperium Romawi) dan sumber-sumber yang lain.

(2) Had dalam terminologi syariat Islam berarti hukuman fisik yang ditetapkan untuk kejahatan tertentu. Kadar dan ukurannya juga telah diatur di dalam syariat.

(3) Kisas dalam terminologi syariat Islam atau fikih berarti hukuman serupa yang ditetapkan untuk kejahatan tertentu, seperti hukuman mati untuk kejahatan pembunuhan, hukuman potong organ tubuh untuk kejahatan potong organ tubuh yang serupa, dan begitulah seterusnya dengan catatan antara lain apabila korban kejahatan atau walinya menuntut hukuman tersebut dan tidak mau menerima diyah (tebusan uang).

(4) Draft awal UUD Konstitusi disusun oleh dewan perwakilan dalam 51 pasal. Mengenai hal ini Kisrawi menuliskan, “Seolah-olah Musyirud Dawlah, Mu’tamanul Malik dan anak-anak kanselir yang menyusunnya. Lebih tepatnya kita katakan yang menerjemahkannya.” Setelah itu, dibentuklah sebuah komisi untuk menambahkan redaksi pelengkap kepada UUD. Redaksi ini disusun dalam 107 pasal. Menurut laporan Mustafa Rahimi, “Komisi ini menggunakan UUD Belgia, dan sedikit-banyak UUD Prancis, serta dengan memperhatikan undang-undang negara-negara Balkan untuk menyusun pelengkap UUD dan menutupi kekurangan yang ada di dalamnya.” Torikhe Masyruthehye Iron (Sejarah Konstitusi Iran); Kisrawi Tabrizi, hal. 170 dan 225. Qonune Asosiye Iron wa Ushule Demokrasi (UUD Iran dan Dasar-Dasar Demokrasi), Mustafa Rahimi, hal. 94. Qonune Asosi wa Mutammeme On (UUD dan Pelengkapnya), Penerbit Majelis Syura Nasional.

(5) Kaisar Heraclius pertama (sekitar 575-641 M) Imperatur Romawi Timur.

(6) Khusru ke-II yang dikenal dengan Khusru Parwiz (628 M) Raja Sasani.

(7) Pada tahun 6 Hijriah, Rasulullah Saw mengirim sejumlah utusan ke beberapa penguasa negara tetangga. Antara lain, Abdullah bin Hudzafah Sahmi diutus ke Khusru Parwiz, dan Dihyah bin Khalifah Kalbi diutus ke Kaisar Roamawi. Di dalam suratnya, Rasulullah Saw mengajak mereka untuk memeluk agama Islam dan mengimani keesaan Tuhan.
Redaksi surat Nabi Muhammad Saw kepada Khusru Parwiz sebagai berikut:

بسم اللَّهِ الَّرحمنِ الرَّحيمِ. مِنْ مُحَمَّدٍ رَسُولِ اللَّهِ الى كِسرى‏ عَظيمِ فارس. سَلامٌ عَلى مَنِ اتَّبَعَ الْهُدى‏ وَ آمَنَ باللَّهِ وَ رَسُولِهِ، وَ شَهِدَ انْ لا الهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَريكَ لَهُ و أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَ رَسُولُه. أدْعُوكَ بِدِعايَةِ اللَّه. فَإنّي أنَا رَسُولُ اللَّهِ إلَى الناسِ كافَّةً. لِأَنْذِرَ مَنْ كانَ حيّاً وَ يَحقَّ القَوْلُ عَلَى الْكافِرينَ. أَسْلِمْ تَسْلَمْ فإِنْ ابَيْتَ، فَعَلَيْكَ إِثْمُ المَجوس‏

Dengan nama Allah Maha Pengasih Maha Penyayang. Dari Muhammad utusan Allah kepada Kaisar Agung Persia. Selamat atas siapa pun yang mengikuti petunjuk dan beriman kepada Allah serta utusan-Nya, dan bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, dan bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya. Aku ajak engkau kepada Allah. Sungguh aku adalah utusan Allah kepada umat manusia seluruhnya untuk kuperingatkan kepada siapa saja yang hidup dan menyempurnakan bukti atas Kaum Kafir. Muslimlah niscaya kau selamat. Jika engkau menolak, maka dosa Majusi jadi tanggunganmu.”
Adapun redaksi surat Nabi Muhammad Saw kepada Heraclius sebagai berikut:

بسم اللَّهِ الرَّحمنِ الرَّحيم. مِن مُحَمَّدٍ بنِ عَبْدِ اللَّهِ إِلى هِرْقَل عَظيمِ الرُّومِ. سَلامٌ عَلى مَنِ اتَّبَعَ الْهُدى‏. أَما بَعْدُ؛ فَإنّي أَدْعُوكَ بِدِعايَةِ الْإِسْلامِ؛ أَسْلِمْ تَسْلَمْ؛ يُؤْتِكَ اللَّهُ أجْرَكَ مَرَّتَيْنِ، فإنْ تَوَلَّيْتَ، فإِنَّما عَلَيْكَ إثْمُ الأَريسين. و «يا أَهْلَ الكِتابِ تَعالَوْا إلى كلمَةٍ سَواءٍ بَيْننا وَ بَيْنَكُمْ أَلَّا نَعْبُدَ إلَّا اللَّهَ وَ لا نُشْرِكَ بِه شَيْئاً. وَ لَا يَتَّخِذَ بَعْضُنا بَعْضاً أرْباباً منْ دُونِ اللَّهِ. فَإنْ تَوَلَّوْا فَقُولُوا اشْهَدُوا بِأنّا مُسْلِمُونَ.»

Dengan nama Allah Maha Pengasih Maha Penyayang. Dari Muhammad bin Abdillah kepada Heraclius Agung Romawi. Selamat atas siapa pun yang mengikuti petunjuk. Selanjutnya, sungguh aku mengajakmu kepada Islam; Muslimlah niscaya engkau selamat; dan Allah akan memberimu pahala dua kali. Adapun jika engkau berpaling, maka dosa rakyatmu jadi tanggunganmu. Dan “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat yang sama antara kami dan kalian, bahwa kita tidak menyembah kecuali Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. jika mereka berpaling maka katakanlah –kepada mereka–, “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.” (QS. Ali Imran [3]: 64).
Makatib ar-Rosul (Surat-Surat Rasulullah Saw), jld. 1, hal. 90 dan 105.

(8) Yazid bin Muawiyah bin Abi Sufyan (25-64 H) khalifah ke-II Dinasti Umayyah.

Hits: 74

Imam Khumaini, Teori

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat