Imam Jumat Qum: AS Perlu Tahu Front Muqawama Islam Pasti Melawan Serangan Mereka

Imam Shalat Jumat Qum minggu ini (7/4), Ayatullah Ali Reza Arafi di dalam Khutbah Jumatnya mengingatkan bahwa salah satu macam tawadu yang paling penting adalah tawadu para pejabat, para alim ulama dan penguasa di hadapan masyarakat. Dia mengatakan, “Jangan sampai ilmu, harta, dan kekuasaan menjadi faktor kebanggaan dan kecongkakan.”

Seraya menjelaskan tawadu sebagai salah satu dasar etika dalam hubungan personal, dia berkata, “Tawadu juga merupakan indeks dan undang-undang sosial yang akan membahagiakan masyarakat. Tawadu juga merupakan undang-undang pemerintahan dan perpolitikan.”

Imam Shalat Jumat Qum memperingati datangnya Bulan Rajab dan mengatakan, “Bulan ini permulaan periode suluk menuju Allah Swt. Para waliullah dan penyandang akhlak mulia serta ahli makna merasakan awal bulan ini berbeda dengan bulan-bulan lain. Karena Bulan Rajab mempunyai batin gaib dan malakut yang istimewa.”

Sembari menyinggung kedudukan tinggi seni intelektual dan moral Islam, Ayatullah Arafi menjelaskan, “Seni-seni yang sah, sakral, dan ritual akan membimbing manusia di jalur kebahagiaan. Seni yang komitmen harus mengabdi pada kemanusiaan, nilai-nilai Ilahi, nilai-nilai Islam dan nilai-nilai tinggi Revolusi.”

Dia menunjukkan bagaimana capaian Revolusi Islam disuguhkan ke Dunia melalui seni, lalu berkata, “Kami harap para seniman mengerahkan usaha mereka di jalur ini.”

Imam Shalat Jumat Qum juga memperingati datangnya Hari Teknologi Nuklir dan berkata, “Anak-anak muda kita dengan usaha keras telah mampu mencapai teknologi modern yang sangat rumit dan canggih ini. Dan sekarang, kami tekankan agar Perjanjian Nuklir Iran dan 5+1 betul-betul diperhatikan jangan sampai terjadi pelanggaran tanpa balas.”

Ayatullah Arafi mengingatkan pentingnya perlawanan tegas terhadap sikap congkak Arogansi Dunia dan mengatakan, “Teknologi nuklir ini harus dijaga demi tujuan damai, dan sekecil apa pun kita jangan takut melawan intimidasi adidaya.”

Setelah itu, Imam Shalat Jumat Qum menyinggung situasi regional dan menjelaskan, “Dengan pertolongan Allah Swt, Front Muqawama terus maju. Dan pada saat yang sama, kita menyaksikan kekejaman musuh yang sangat menyakitkan. Setahun lebih lamanya rakyat tertindas Yaman diserang, infrastruktur ekonomi negara mereka dihancurkan, dan kondisi seperti ini tentu sangat menyakitkan hati Umat Manusia.”

Kemudian dia membicarakan kondisi Suriah dan kawasan. Dia berkata, “Kemarin malam, AS terang-terangan melanggar logika hukum internasional dan melakukan intervensi yang salah kaprah. Presiden baru AS terjerumus pada jalan yang dilalui oleh para pendahulunya dan akan mengalami nasib yang sama. Serangan ilegal mereka sama sekali bertentangan dengan hukum internasional dan dalam rangka menguatkan front teroris di kawasan.”

Dia menegaskan, “Lagi-lagi terbukti kalian (pemerintah AS) bohong dalam yel-yel kampanye. Ketika itu kalian janji akan menyelamatkan AS dari bencana ini. Tapi nyatanya, sekarang kalian sendiri terjerumus dalam rawa yang sama. AS perlu tahu bahwa berkat karunia Ilahi, Front Muqawama pasti melawan serangan mereka, dan AS tidak akan sampai target yang mereka inginkan.”

Selanjutnya, Direktur Pusat Hauzah Ilmiah Iran ini menyampaikan apresiasi terhadap jerih payah panitia penyelenggara acara Sunnah Hasanah Itikaf di Bulan Rajab. Dia mengatakan, “Fakta bahwa sekitar satu juta anak muda, laki dan perempuan di hari-hari Bulan Rajab ini berbondong-bondong pergi piknik spiritual di lima ribu masjid dan menyucikan jiwa dengan Itikaf adalah manivestasi keindahan ibadah di Republik Islam Iran. Dan pengalaman ini dapat disaksikan di semua kota dan desa negeri ini.”

Dia menjelaskan bahwa Itikaf harus dilakukan dengan ikhlas dan merupakan model pembangunan ruh spiritual. Dia menambahkan, “Itikaf juga harus merakyat dan anak-anak muda yang mesti memikul tanggungjawab ini. Itikaf adalah uzlah singkat demi pengabdian jangka panjang.”

Ayatullah Arafi kemudian berbicara tentang pemilu dan perannya dalam Sistem Kerakyatan Religius. Dia mengatakan, “Partisipasi maksimal dalam pemilu yang selalu ditekankan oleh Pemimpin Revolusi merupakan faktor penguat Sistem Pemerintahan Islam dalam kondisi krisis kontemporer regional dan global.”

Dia mengingatkan bahwa taat undang-undang dan komitmen terhadap akhlak yang mulia merupakan prinsip utama pemilu di dalam negara Islam. dia mengatakan, “Seluruh tahapan pemilu harus dihormati. Dewan Garda UUD, Dewan Pengawas dan Dewan Pelaksana harus dihormati. Tidak ada satu pihak pun yang berhak melampaui batas tonggak-tonggak pemilu negara ini.”

Sembari menyinggung poin penting bawha semua orang harus bertanggungjawab di hadapan Allah Swt dalam pemilu negara, Ayatullah Arafi mengatakan, “Tolok ukurnya adalah semangat revolusioner, muqawama terhadap arogansi, dan pengabdian terhadap rakyat. Di dalam pemilu, kita semua harus berbuat sehingga berseri di hadapan Allah Swt.”

Dia mengingatkan bahwa pengkondisian dua kubu dan konflik sama sekali tidak menguntungkan pihak mana pun di negeri ini. Dia mengatakan, “Orang-orang yang pada tahun 1388 Hs menggiring pemilu jadi konflik adalah pengkhianat, baik kepada diri mereka sendiri maupun kepada negara. Kita semua harus waspada jangan sampai situasi yang sama terulang kembali.”

Direktur Pusat Hauzah Ilmiah Iran kemudian menyebut masalah Ekonomi Perlawanan sebagai persoalan penting negara yang harus diperhatikan secara serius. Dia mengatakan, “Ekonomi Perlawanan yang sangat ditekankan oleh Pemimpin Revolusi, Ayatullah Uzma Sayid Imam Ali Khamenei merupakan konsep ilmiah yang sangat teliti dan mempunyai berbagai indeks. Dan ini harus betul-betul diperhatikan.”

Setelah itu, Imam Shalat Jumat Qum mengkritisi pernyataan salah satu ahli media nasional tentang Marjik Taklid tidak perlu komentar soal perbankan. Dia mengatakan, “Para Marjik Taklid kita ketika mengeluarkan fatwa atau pandangan tentang hal tertentu, pasti mereka telah mengkajinya secara dalam. Fikih Dinamis kita senantiasa memperhatikan hal-hal yang baru muncul. Dan mereka, baik secara syariat maupun secara hukum, berhak untuk mengutarakan pandangan tentang persoalan-persoalan ini. Orang yang berkata Marjik Taklid tidak perlu komentar soal perbankan tidaklah mengerti ekonomi, tidak pula mengerti fikih Islam. Kata-kata seperti itu sama sekali tidak pantas diutarakan.”(WF)

Hits: 29

Berita, Muqawama, Ulama & Marajik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat