Hizbullah Irak: Setelah Teroris, Senjata Muqawama Mengarah ke Pasukan AS

Jakfar Husaini, Juru Bicara Brigade Hizbullah Irak, mengumumkan Amerika Serikat sedang mencari alasan untuk tetap bercokol di negeri ini. Namun Hizbullah siap siaga melawan pendudukan baru mereka.

Jubir Brigade Hizbullah Irak, sebagaimana dilaporkan Stasiun televisi Sky News (2/4),  mengatakan, “Apa pun alasannya, kehadiran pasukan AS di Irak terhitung pendudukan. Sementara Hizbullah terus mengamati pergerakan mereka dan tengah menanti berakhirnya perang melawan teroris di Mosul.”

“Proyek AS di Irak”, tambah Husaini, “sampai kapan pun tidak pernah berakhir. Yang pasti jika pasca berakhirnya perang melawan teroris, pasukan AS tidak ditarik dari kota Mosul, maka senjata Gerakan Muqawama mengarah kepada mereka.”

Sebelumnya, Mahdi Sumaidaie, Mufti Ahlussunnah Irak dalam wawancara dengan stasiun televisi Irak, Al Sumaria menuturkan, “Kalau saja AS kembali menduduki Irak, maka dia orang pertama yang akan menjadi relawan perang melawannya.”

Mufti Sunni Irak itu menegaskan penentangannya terhadap segala bentuk strategi sektarian pecah belah Irak. 

Pada tahun 2011 AS menarik pasukannya dari Irak. Tapi pada tahun 2014, dengan melahirkan IS di negara itu, praktis tapi dengan alasan memerangi teroris, AS menduduki kembali Irak.

Sekarang sekitar 5000 tentara Amerika bercokol di Irak dengan nama penasihat militer.(WF)

Hits: 59

Berita, Muqawama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat