Syahid Baqir Shadr: Syariat Islam Bukan Satu dari Dua Opsi, Melainkan Satu-satunya Opsi

Ayatullah Uzma Syahid Sayid Muhammad Baqir Shadr dalam pesannya menjelang referendum Republik Islam di Iran sangat mengapresiasi perjuangan Bangsa Muslim Iran dan mendukung mereka untuk memilih gagasan Imam Khumaini seraya menegaskan, ” Syariat Islam bukan satu dari dua opsi, melainkan satu-satunya pilihan”. Lebih detilnya, Anda dapat membaca pesan beliau sebagai berikut:

Bismillahirrohmanirrohim

Puja-puji kehadirat Allah Tuhan Alam Semesta. Shalawat serta salam atas tuan ciptaan-Nya, Muhammad dan atas para pemberi hidayah yang mulia dari keluarga suci beliau.

Ketika berbicara dengan Bangsa Besar, maksud saya Bangsa Muslim Iran yang mengukir sejarah Islam baru dengan jihad, darah dan kepahlawanan yang tiada duanya, serta mementaskan sebuah model yang hidup dan berbicara dari masa-masa awal Islam kepada Dunia dengan segenap semangat, keberanian dan iman. Saya merasakan kebanggaan yang luar biasa dan bergemuruh dalam diri.

Perasaan saya jadi bertambah dalam ketika saya mendapati Bangsa ini di hadapan periode agung yang bukan hanya merupakan titik tolak dalam sejarah mereka, bahkan merupakan titik tolak dalam kehidupan Umat Islam seluruhnya. Yaitu periode dimana Bangsa Pejuang ini bangkit untuk mengumumkan suara positifnya tentang Republik Islam yang digagas oleh pemimpin kebangkitan, Imam Khumaini. Dengan dukungan suaranya terhadap Republik Islam, mereka menegaskan kembali keimanan mereka pada Islam setelah mereka menegaskan hal itu sebelumnya dengan berbagai pengorbanan, pemberian dan perjuangan. Dengan pilihan suara (IYA) yang akan mereka jatuhkan kepada Republik Islam, mereka memulai tahap baru dalam kehidupan Muslimin. Tahapan yang mengeluarkan mereka dari kegelapan-kegelapan Jahiliyah menuju cahaya Tauhid, dari macam-macam penjajahan manusia demi manusia menuju penghambaan tulis demi Allah Swt yang membentuk fundamen hakiki kebebasan, keadilan dan kesetaraan.

Gagasan Imam Khumaini tentang Republik Islam tiada lain kelanjutan dari dakwah para nabi dan kepanjangan dari peran Nabi Muhammad Saw dan Amirul Mukminin Ali as dalam menegakkan hukum/pemerintahan Allah Swt di muka bumi serta ungkapan yang sejujurnya dari hati umat yang paling dalam. Umat yang tidak mengenal kemuliaan kecuali dengan Islam, dan tidak merasakan hina, nista, celaka, terasing, dan tunduk pada kafir penjajah kecuali kecuali ketika mereka meninggalkan Islam serta melepaskan diri dari misinya yang agung dalam kehidupan.

Syariat Islam bukan satu dari dua opsi, melainkan satu-satunya opsi; tidak ada opsi selain itu. Karena itu adalah hukum Allah Swt dan keputusan-Nya di muka bumi dan jalan-Nya yang tiada ganti:

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَن يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ

(Artinya: Dan tidaklah berhak bagi laki-laki yang mukmin dan perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada pilihan (yang lain) bagi mereka tentang urusan mereka. (QS. Al-Ahzab [33]: 36)

Sementara itu, Imam Khumaini menghendaki agar Bangsa Muslim Iran menegaskan kembali pilihannya, keinginannya, dan kelayakannya dengan cara memikul amanat agung ini secara sadar dan tekad.

Tentu saja dengan memilih Republik Islam sebagai jalan hidup dan kerangka hukum-pemerintahan, kalian tengah menunaikan salah satu dari fardu (kewajiban) Allah Swt yang paling agung dan mengembalikan ruh kepada kehidupan nyata; ruh pengalaman yang dijalani Nabi Paling Agung, Muhammad Saw, yang beliau korbankan seluruh hidupnya untuknya. Ruh gagasan yang mana Imam Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as berjihad untuknya dan karena perhitungan itu beliau memerangi Kaum Mariqin (Pemberontak) dan Qasithin (Zalim). Ruh revolusi yang di jalan itu Imam Husain as mengorbankan sampai tetesan akhir darah sucinya.

Dengan pilihan yang besar, sungguh kalian sedang merealisasikan tujuan besar darah-darah suci yang tertumpahkan di Padang Karbala tiga belas abad yang lalu. (WF/ Al-Islam Yaqudul Hayah, hal. 23-25)

Hits: 64

Berita, Ulama & Marajik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat