12 Farwardin Hari Pertama Pemerintahan Allah Swt

Imam Khumaini ra, Minggu tanggal 12 Farwardin 1358 Hs (1 April 1979 M), dalam pesannya mendeklarasikan Republik Islam Iran dan menyampaikan apresiasi terhadap partisipasi luas masyarakat dalam referendum seraya menyebut hari ini sebagai Hari Pertama Pemerintahan Allah Swt. Berikut pesan lengkap beliau:

Bismillahirrohamnirrohim

وَ نُرِيدُ أَنْ نَمُنَّ عَلَى الَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا فِي الْأَرْضِ وَ نَجْعَلَهُمْ أَئِمَّةً وَ نَجْعَلَهُمُ الْوارِثِين‏ (القصص 5) صَدَقَ اللَّه‏ الْعَظيم

(Artinya:

Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di Bumi, dan hendak menjadikan mereka pemimpin serta menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (Bumi). (QS. Al-Qasas [28]: 5)

Saya ucapkan selamat yang sesungguhnya kepada Bangsa Besar Iran. Bangsa yang selama periode kerajaan dihinakan oleh rezim arogan dan diperlakukan semena-mena.

Allah Swt telah memberikan karunia-Nya kepada kita dan menggulung rezim arogan dengan tangan kuat kita yang merupakan kekuatan Mustadhafin, menjadikan bangsa agung kita sebagai pemimpin dan penghulu bangsa-bangsa tertindas, dan dengan tegaknya Republik Islam menganugerakan warisan yang haq ini kepada mereka.

Di hari yang penuh berkah ini, hari imamah Umat dan hari kemenangan Bangsa, saya deklarasikan Republik Islam Iran. Saya umumkan kepada dunia bahwa dalam sejarah Iran tidak pernah ada referendum seperti ini. Referendum yang disertai oleh masyarakat di seluruh penjuru negeri, mereka mendatangi kotak-kotak suara dengan semangat, ceriah, cinta dan kerinduan sembari memasukkan suara positif (IYA) ke dalamnya, mereka benamkan rezim Taghut untuk selamanya di dalam tong sampah sejarah.

Saya sampaikan apresiasi terhadap solidaritas yang tiada duanya ini. Hanya segelintir petualang yang tidak kenal Tuhan yang tidak turut serta di dalamnya. Semua dan semua mengucapkan “Labbaika” kepada seruan samawi “Wa’tashimu bihablillahi jami’an” (Artinya: Dan berpegangteguhlah kalian semua pada tali Allah. (QS. Alu Imran [3]: 103). Mereka, dengan nyaris kesepakatan suara memberikan suara positif (IYA) terhadap Republik Islam. Dengan itu mereka telah membuktikan kedewasaan politik dan sosial, baik kepada Timur maupun Barat.

Selamat atas kalian! Hari dimana setelah kesyahidan pemuda-pemuda yang layak, luka hati ibu dan bapak serta jerih-payah yang menguras daya, kalian gulingkan musuh bersifat hantu dan firaun zaman ini. Dengan suara pasti kalian deklarasikan Republik Islam, pemerintahan keadilan Ilahi. Pemerintahan yang di sana, seluruh lapisan bangsa dipandang setara, cahaya keadilan Ilahi menyinari semua dan semua secara sama, dan hujan rahmat Al-Qur’an dan Sunnah mengguyur semua orang secara sejajar.

Selamat atas kalian! Pemerintahan yang di dalamnya tidak muncul perbedaan ras, hitam dan putih, Turki dan Farsi, Luri dan Kurdi atau Baluj. Semua saudara dan setara. Hanya dan hanya kemuliaan di sisi takwa, akhlak yang utama, dan amal yang saleh.

Selamat atas kalian! Hari dimana semua lapisan bangsa di dalamnya meraih hak-hak-nya, tidak ada beda di antara perempuan dan laki, minoritas mazhab, dan lain-lain dalam penegakan keadilan. Thaghut telah terkubur. Pelampauan batas dan pemberontakan juga turut terkubur. Negara selamat dari cengkraman musuh-musuh luar, dalam, pencuri dan perampok.

Sekarang, kalian bangsa pemberani adalah penjaga Republik Islam. Sekarang, kalianlah yang harus memelihara warisan Ilahi ini dengan kekuatan dan kepastian. Jangan biarkan sisa-sisa rezim busuk yang bersembunyi siap menyergap dan para pendukung pencuri-pencuri internasional serta perampas minyak gratisan menyusup di antara barisan padat kalian. Sekarang, kalianlah yang harus memegang kendali urusan kalian sendiri, jangan beri kesempatan kepada pihak-pihak oportunis. Ambillah langkah-langkah selanjutnya dengan kekuatan Ilahi yang menivestasinya adalah jamaah persatuan. Sahkanlah Undang-Undang Dasar Republik Islam dengan mengutus lapisan utama dan terpercaya di antara kalian ke dalam Dewan Pendiri. Dan sebagaimana kalian memberikan suara kepada Republik Islam dengan semangat dan cinta, begitu pula berikan suara kepada orang-orang yang terpercaya dari Umat. Agar tidak tersisa ruang bagi orang-orang yang berpikiran buruk.

Pagi Hari 12 Farwardin – yang merupakan hari pertama Pemerintahan Allah Swt – adalah salah satu Lebaran Religius dan Nasional terbesar kita. Bangsa kita harus menjadikan hari ini sebagai lebaran dan menghidupkannya. Hari dimana kongres-kongres kerajaan 2500 tahun pemerintahan Thaghut tergulingkan, hegemoni setanik untuk selamanya tersingkirkan, dan Pemerintahan Mustadhafin yang merupakan Pemerintahan Allah Swt menggantikannya.

Ingatlah! Wahai Bangsa tercinta yang meraih haknya dengan darah anak-anak muda! Muliakanlah hak ini dan jagalah. Tegakkanlah keadilan Ilahi dengan dukungan kalian di bawah panji Islam dan bendera Al-Qur’an. Saya dengan seluruh daya siap melayani kalian, dimana itu berarti melayani Islam. Saya sedang menjalani hari-hari terakhir dari umur hidup ini. Saya berharap kepada bangsa untuk membela Republik Islam dengan seluruh kekuatan.

Saya minta kepada pemerintah-pemerintah untuk sama sekali tidak takut kepada Barat maupun Timur, dengan kemerdekaan pikiran dan kehendak hendaknya mereka membersihkan sisa-sisa rezim Thaghut yang pengaruhnya mengakar di semua aspek negara, mengubah budaya dan pengadilan serta berbagai departemen dan kantor yang dibangun sesuai format Barat atau pro-Barat menjadi model Islami, dan menunjukkan keadilan sosial serta kemerdekaan kultural, ekonomi dan politik kepada dunia.

Kepada Allah Swt saya mendoakan keagungan dan kemerdekaan negara serta Umar Islam.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Ruhullah Musawi Khumaini

(WF/Shahifah Imam, jld. 6, hal. 452-454)

Hits: 61

Berita, Imam Khumaini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat