Abdulmalik Hautsi: AS Otak Invasi Saudi ke Yaman

Dalam rangka dua tahun serangan Saudi Arabia ke Yaman, pemimpin gerakan Ansharullah Yaman Abdulmalik Hautsi, Sabtu (25/3), berpidato seraya mengatakan: Invasi ini sama sekali tidak beralasan. Serangan ini bukti keterindasan Bangsa Yaman dan keterkutukan agresor.
Dia menekankan bahwa Bangsa Yaman siap mengorbankan nyawa demi menjaga kebebasan, kehormatan dan kemerdekaan mereka.
Tahun kedua invasi Saudi Arabia merupakan kesempatan untuk memperhatikan kembali kinerja dalam negeri menghadapi invasi selama ini. Begitu pula kesempatan untuk melakukan perubahan untuk mencapai efisiensi dan efektivitas lebih. Dalam hal ini Abdulmalik Hautsi mengatakan, “Pada tataran politik, intelektual dan strategi, kita berniat untuk menetapkan hari ini dan masa depan atas dasar bahwa kita adalah Bangsa yang menghadapi tantangan-tantangan besar.”
“Sebagian orang dan golongan” tegas pemimpin Gerakan Ansharullah Yaman, “mengira bahwa baik Amerika maupun Israel dan orang-orang bayaran mereka di kawasan tidak punya maksud buruk terhadap Yaman.”
Secara pasti Abdulmalik Hautsi menyatakan bahwa otak pemikir dan pembuat skenario invasi ini adalah Amerika, jantungnya adalah Israel, dan instrumennya ialah kekuatan-kekuatan bayaran yang pucuknya adalah rezim boneka Saudi Arabia.
Sembari mengisyaratkan bahwa ketertindasan Bangsa Yaman merupakan salah satu faktor pendukung Muqawama, pemimpin Gerakan Ansharullah menegaskan bahwa gerakan yang luas dan menyeluruh dari semua lapisan masyarakat sangat efektif dalam memperkuat Muqawama dan perlawanan terhadap invasi Saudi. (WF)

Hits: 43

Berita, Muqawama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat