Pesan Imam Ali Khamenei Kepada Kaum Buruh dan Pengusaha

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Pesan ini disampaikan Imam Ali Khamenei dalam pidato dihadapan kaum buruh dan pengusaha pada bulan April 2013 di Tehran.

Selamat datang saya ucapkan kepada Anda sekalian, saudara dan saudari yang terhormat, tenaga-tenaga handal untuk kemajuan negara, wajah-wajah mulia dan loyalis yang bekerja di bagian paling sulit dalam pengelolaan dan upaya untuk memajukan negara. Anda semua memikul beban berat untuk memberikan kesejahteraan kepada bangsa ini. Allah Swt menghargai usaha dan kerja keras Anda, dan insya Allah kalian akan mendapatkan pahala dan ganjaran yang baik dari Allah Swt.

Dalam memperingati Hari Buruh, umumnya para kuli tinta dan penceramah mengupas tentang kondisi dan keadaan kaum buruh. Tentu hal itu sudah pantas dan pada tempatnya. Terlepas dari kesan yang dihasilkan dalam pembicaraan dan tulisan itu atau signifikansinya dalam meningkatkan derajat kaum buruh, hal paling utama dan terpenting tentang kedudukan kaum buruh di tengah masyarakat adalah bahwa pekerjaan yang dilakukan oleh mereka dengan jiwa, raga dan pemikiran menjamin langkah kemajuan negara dan kenyamanan masyarakat. Memang, ada sejumlah faktor lain yang berpengaruh di medan ini -seperti kekuatan modal dan kekuatan manajemen- yang tentunya juga mesti dihargai pada tempatnya masing-masing. Akan tetapi, yang dilakukan buruh adalah bekerja dengan jiwa dan raga, dan ini yang menambah nilainya.

Jika di satu negara, tidak ada tenaga pekerja manusia atau ada tapi lemah dan tidak cakap, atau mungkin pemikiran para buruhnya dipengaruhi oleh kepentingan kubu-kubu politik, maka yang terjadi adalah kelumpuhan negara itu. Kalian, kaum buruh adalah tulang punggung negara. Secara umum, kalianlah yang mencegah terjadinya kelumpuhan di negara ini. Hal ini harus disadari. Masyarakat juga harus tahu dan menyadarinya. Masyarakat harus tahu nilai kerja baik secara kultural maupun dalam praktiknya. Para penyusun undang-undang dan lembaga eksekutif juga harus selalu memperhatikan masalah ini. Jika kelompok pekerja di satu negara memperoleh kesejahteraan yang memadai, optimisme yang semestinya dan keamanan kerja, maka gerak langkah negara itu ke arah kemajuan akan lebih mudah. Ini realitas yang harus kita sadari.

Saya meyakini bahwa di negara kita ini, kaum buruh punya kedudukan yang lebih signifikan. Apa yang sudah dikatakan tadi terkait dengan kondisi di semua tempat dan di semua negara. Tapi di sini ada nilai lebihnya. Yaitu, bahwa selain menjalankan pekerjaannya, kaum buruh juga telah melaksanakan tugas-tugas yang berhubungan dengan revolusi dan negara dengan baik. Sejak awal revolusi hingga kemenangannya, salah satu kunci keberhasilan adalah gerakan kaum buruh -seperti yang dilakukan para buruh perusahaan minyak dan lainnya-. Demikian juga halnya yang mereka lakukan di masa perang yang dipaksakan terhadap negara ini. Di medan perang, ke mana saja mata memandang nampak para buruh muda dan paruh baya memenuhi tempat-tempat yang kosong. Terkait dengan aktivitas politik, kaum buruh tidak termakan godaan orang-orang yang hendak membenturkan mereka dengan revolusi dan pemerintahan Islam. Ini bukan perkara sepele. Memang banyak yang tidak mengetahui realitas ini. Tapi kita bisa merasakannya dari dekat.

Di awal-awal kemenangan revolusi, secara pribadi saya hadir di tengah kelompok buruh di bagian barat kota Tehran. Saya melihat sendiri apa yang dilakukan musuh-musuh Islam dan musuh-musuh revolusi; agenda, program dan rancangan apa saja yang mereka rencanakan. Tujuannya adalah supaya sejak awal kemenangan revolusi Islam mereka bisa menguatkan pengaruh politik mereka yang didukung sejumlah kekuatan asing melalui tangan para buruh. Ini yang saya saksikan dari dekat. Sebaliknya, saya melihat bagaimana para buruh kita yang mukmin, berdiri menentang mereka dengan lantang dan berani. Ini terjadi berkat keimanan mereka dan kepercayaan kepada Imam Khomeini dan para ulama. Dan hal semacam ini terulang beberapa kali pada beberapa tahun kemudian. Sekarang, 34 tahun sudah berlalu dari masa itu. Ada pihak-pihak yang dengan kerja keras dan kucuran dana berusaha membenturkan kaum buruh dengan pemerintahan Islam. Tapi kaum buruh tetap resisten. Ini sangat penting. Realitas ini menjelaskan nilai kaum buruh kita, nilai insani mereka, nilai revolusi mereka dan nilai peradaban mereka. Ini harus dibudayakan. Semua orang harus tahu dan menyadarinya. Sebagai buruh kalian harus berbangga diri.

Tahun lalu kita namakan ‘Tahun Mendukung Kerja dan Modal Irani’. Masalah ini tentunya tidak berhenti hanya dalam masa satu tahun. Rekan-rekan dan para pejabat negara melaporkan apa saja yang sudah dilakukan. Baik, Allah akan memberikan berkahNya untuk setiap pekerjaan yang dilakukan dengan niat yang baik. Tapi tugas ini harus ditindaklanjuti dengan serius dan terfokus, dan ini juga melibatkan seluruh rakyat. Satu bagian terpenting dari pembudayaan yang saya singgung tadi ada di sini.

Kita menyebutkan slogan: produksi lokal, pekerjaan Irani dan modal Irani. Artinya, hingar-bingar dan besarnya nama-nama asing jangan sampai menyilaukan mata kita. Semua harus menyadari bahwa barang yang mereka beli bisa mendatangkan keuntungan untuk buruh lokal Iran atau merugikannya dengan memberikan keuntungan kepada buruh asing. Tentunya, kita juga mencintai sesama manusia. Tapi masalahnya, buruh Iran bekerja untuk kebesaran dan kemajuan negara ini. Dia adalah bagian dari bangsa ini yang layak dihargai dan dihormati. Dia harus didukung dan dikuatkan. Sebagian orang tidak memahami dan tidak menyadari masalah ini, atau mungkin mereka pikir tak ada beda antara merk produksi lokal dan produksi asing. Atau bahkan sebaliknya, mereka justeru mencari merk-merk asing dan mengabaikan produk dalam negeri. Ini jelas salah. Pembicaraan saya ini ditujukan kepada semua orang.

Saya tekankan kembali. Saya meminta kepada seluruh rakyat Iran untuk mementingkan pemakaian produksi dalam negeri. Ini bukan perkara sepele dan bukan hal yang tidak penting. Ini satu masalah yang besar. Tentunya dalam hal ini seluruh instansi negara dan pemerintahan -pemerintahan dalam maknanya yang luas- punya tugas yang lebih besar. Kementerian apa saja, lembaga atau kantor pemerintahan apa saja yang memerlukan barang harus menggunakan produk lokal, dan sama sekali jangan menggunakan produk asing. Carilah produk-produk dalam negeri. Tapi di lain pihak, para produsen lokal -baik direksi, buruh maupun pemilik modal- dituntut untuk membuat produk-produk yang bagus, benar dan sempurna. Dua sisi inilah yang ditekankan oleh Islam dan agama kita yang suci ini. Allah menyuruh kita untuk melakukan pekerjaan dengan baik, menghormati buruh pekerja, dan mengupayakan keamanan hidup dan kerja untuk para buruh, serta keamanan investasi.

Jika semua itu diperhatikan secara bersama-sama, maka tak akan ada ekstrimisme dengan berbagai namanya yang kita saksikan saat ini, baik di kubu ekonomi liberal yang mengusung ide kawasan ekonomi bebas -artinya bebas untuk para pemilik modal, tapi keterkekangan dan tekanan untuk kalangan bawah dan miskin- maupun kubu ekonomi sosialis. Sekarang Anda semua tengah menyaksikan bagaimana dampaknya di Eropa. Bukti terbesar yang menunjukkan kesalahan sistem ekonomi liberal adalah realitas yang kini terjadi di Eropa atau di Amerika dalam bentuknya yang lain. Dalam tataran praktik dan medan pengalaman, sistem ekonomi kapitalisme terbukti salah dan gagal. Sistem ini bahkan tidak menguntungkan kalangan yang sebenarnya sistem ini dibuat untuk membela dan mendukung mereka, apalagi untuk kalangan buruh yang memang sejak lama terinjak-injak di sana. Yang jelas, sistem ini juga tidak menguntungkan kalangan pemilik modal, bankir, dan pemilik kartel-bartel bisnis dan perusahaan. Ini masih pada tahap awal. Sebab, ke depan kondisinya akan lebih buruk. Sudah berulang kali mereka mengumbar janji akan memperbaiki keadaan, tapi mereka tak pernah bisa memperbaikinya. Ini jalan menukik menuju kehancuran. Mereka sedang bergerak ke arah jurang. Ini baru satu bagian dari ringkihnya peradaban materialis Barat yang keliru. Belum lagi hal-hal yang menyangkut moral, kepercayaan, faham dan pemikiran mereka. Ini bisa menjadi pelajaran dan pengalaman bagi kita. Terkait, sosialisme dan yang serupa dengannya, pemikiran itu sudah sejak beberapa tahun yang lalu terbukti gagal dan kandas.

Islam punya pandangan netral, yang mementingkan kemanusiaan dan keadilan di semua bidang, termasuk di bidang ini. Islam melindungi pihak yang pertama dan yang kedua secara bersamaan. Islam memandang adanya hubungan sinergi antara keduanya, bukan pertentangan. Mereka semua didorong untuk melaksanakan tugas Ilahi dan disadarkan bahwa Allah Maha Melihat dan Menyaksikan. Ini harus menjadi budaya dalam kehidupan kita, dan seperti inilah kita harus berbuat. Saya mengatakan tentang ‘Epik Politik’ dan ‘Epik Ekonomi’. Epik ekonomi tak mungkin tercipta hanya melalui tangan pemerintah. Memang program pemerintah sangat menentukan.

Yang dimaksud dengan epik adalah gerakan yang bernuansa jihad dan penuh semangat. Ini yang harus diperhatikan oleh rakyat Iran dan para pejabat negara ini. Pertama, kenali kelemahan dan tempat-tempat kosong untuk kemudian mengatasinya. Dalam setiap perencanaan, masalah kesejahteraan taraf hidup kalangan masyarakat lemah harus diperhatikan lalu kemudian menyusun program untuk mereka. Inilah yang disebut epik. Seluruh elemen bangsa harus terlibat, baik dalam memproduksi maupun mengkonsumsi. Dan tentunya, masing-masing dalam bidangnya. Mereka harus menyadari bahwa untuk maju, negara ini memerlukan lompatan besar; memerlukan epik. Jika itu terwujud, maka negara akan maju dan stabil. Epik politik dan epik ekonomi adalah dua hal yang harus berjalan beriringan. Masing-masing saling menguatkan, menjaga dan melindungi yang lain.

Di awal tahun ketika berbicara soal epik politik dan epik ekonomi, kami menyadari apa yang kami katakan. Musuh pun tahu apa yang kita maksud. Musuh menggunakan cara-cara boikot dan tekanan ekonomi yang bermacam-macam untuk mengeluarkan rakyat ini dari medan. Mereka mengaku tidak bermusuhan dengan rakyat Iran. Omong kosong. Dengan mudahnya mereka melontarkan kata-kata itu tanpa malu. Semua tekanan berat ini sengaja dilakukan supaya rakyat gelisah, merasa tercekik dan tertekan. Dengan itu mereka berharap bisa memisahkan rakyat dari pemerintahan [Islam]. Artinya, tujuan [dari sanksi ini] adalah menekan rakyat. Jika gerakan ekonomi yang besar ini, atau lompatan ekonomi dan perencanaan yang benar ini, baik di bagian penyusunan undang-undang maupun pelaksanaannya di berbagai level mendapat perhatian yang semestinya, maka semua tekanan ini akan teratasi. Rakyat dan para pejabat Iran harus membulatkan tekad untuk membuat musuh gigit jari.

Epik politik juga demikian. Epik politik berarti partisipasi rakyat secara sadar di ajang politik dan pengelolaan negara. Salah satu manifetasinya yang menonjol adalah pemilihan umum yang akan diselenggarakan tak lama lagi, insya Allah. Dengan taufik Ilahi, pemilu akan digelar pada waktunya dengan partisipasi rakyat yang luas dan mengagumkan. Dengan menyadari apa tujuan dari epik politik dan epik ekonomi, sejak sekarang musuh sudah memulai gerakan destruksinya. Sekarang ini mereka sudah menyuarakan berbagai bentuk propaganda di bidang ekonomi dengan maksud untuk menebar kekecewaan dan pesimisme di tengah rakyat. Sementara di ranah politik mereka berusaha keras menurunkan animo rakyat untuk terlibat di pentas politik terutama pemilu. Mereka belum mengenal bangsa Iran. Gerakan agung bangsa Iran di berbagai bidang ini ternyata tak sanggup menyadarkan dan membuka mata para penyusun program dan kebijakan yang duduk di balik tabir aroganisme. Mereka tak menyadari siapa yang sedang mereka hadapi. Dalam kurun waktu tiga puluh sekian tahun terakhir, bangsa ini terbukti resisten menghadapi berbagai konspirasi dan permusuhan ini. Ketika pejabat negara ini nampak resisten dalam suatu kasus, itu terjadi karena adanya dukungan dari rakyat. Pujian dan acungan jempol yang pertama layak diberikan kepada rakyat ini. Merekalah yang menguatkan hati para pejabat negara dan memberikan dukungan supaya resisten menghadapi arogansi, tekanan dan kerakusan musuh. Kondisinya tetap sama sampai sekarang, dan dengan taufik Ilahi, ke depanpun keadaannya akan tetap sama.

Masalah pemilu adalah tema yang penting. Pemilihan umum adalah ajang untuk memamerkan kekuatan bangsa di sebuah negara. Bangsa yang hidup, penuh semangat, yakin dengan kehendak Ilahi, dan percaya akan pertolongan Allah pasti akan berhasil di semua medan, termasuk di ajang pemilihan umum ini.

Kami sudah menjelaskan bahwa siapapun juga dari berbagai latar belakang dan kubu silakan masuk ke medan ini jika merasa punya kemampuan. Pada gilirannya nanti, puluhan juta rakyat ini, insya Allah, akan melaksanakan tugasnya. Tapi para calon kandidat jangan sampai salah perhitungan. Mereka harus menyadari apa tugas sebagai pelaksana negara. Jangan salah dalam mengevaluasi dengan benar sejauhmana kekuatan eksekutif yang diperlukan oleh negara ini dan jangan pula salah dalam memperhitungkan kemampuan diri. Jika perhitungan itu sudah benar silakan masuk ke arena. Rakyat akan melihat dan memilih.

Mekanisme pemilihan umum di negara ini adalah mekanisme yang kokoh. Protes yang kadang terdengar dari sana sini sangat tidak logis; protes yang tidak pada tempatnya. Keterlibatan Dewan Garda Konstitusi seperti yang diatur Undang-undang dasar -dan Imam Khomeini (ra) berulang kali menekankan masalah ini- adalah keterlibatan yang mendatangkan berkah. Ketetapan Dewan Garda tentang seleksi para calon kandidat berarti keputusan yang diambil oleh sekelompok orang yang adil, netral, dan bijak. Ini jelas mendatangkan berkah bagi kita dan bagi rakyat ini. Pada tahap berikutnya, rakyat mempertimbangkan, meneliti, bertanya kepada orang yang dipercaya tentang kinerja, slogan-slogan dan pernyataan sebelum akhirnya memutuskan untuk memilih salah satu dari beberapa kandidat yang saleh dan mumpuni itu.

Kandidat presiden, pertama-tama harus beriman kepada Allah, loyal kepada revolusi, konstitusi dan rakyat, dan kedua harus memiliki jiwa resistensi. Bangsa ini punya cita-cita yang tinggi dan pekerjaan-pekerjaan yang besar. Bangsa ini pantang penyerang. Tidak ada yang bisa berbicara dengan bangsa ini dengan bahasa arogansi. Karena itu, yang bisa duduk di pucuk pimpinan lembaga eksekutif adalah orang yang resisten menghadapi tekanan musuh, tidak cepat merasa takut, atau cepat keluar dari medan. Ini salah satu syarat yang harus dipenuhi. Ketiga, dia juga harus arif dan bijaksana. Dalam masalah kebijakan luar negeri kita mengusung slogan ‘harga diri, hikmah dan maslahat’. Hal yang sama juga diterapkan dalam mengelola negara, dalam urusan dalam negeri, dan dalam urusan ekonomi. Sebelum terjun ke ajang pemilu, para kandidat presiden harus punya program, bijaksana, arif, punya pandangan jangka panjang dan menyeluruh dengan struktur agenda kerja yang baik.

Stagnan dalam berpikir terkait masalah ekonomi jelas merugikan, sama halnya dengan mengubah kebijakan ekonomi secara terus menerus yang juga merugikan. Dalam semua hal – khususnya terkait masalah ekonomi- mengandalkan pandangan yang tidak ilmiah atau percaya penuh kepada metode-metode ekonomi hasil adopsi atau dikte dari Barat atau Timur sangat merugikan. Kebijakan ekonomi harus dibangun di atas landasan ekonomi resistensi. Artinya, ekonomi harus dibuat resisten dari dalam sehingga mampu bertahan dan tidak terguncang ketika ada guncangan di satu sudut dunia. Hal-hal semacam ini sangat diperlukan. Tugas Presiden adalah mengelola negara yang besar ini. Tugas yang membanggakan ini memerlukan bantuan rakyat dan untuk rakyat. Karenanya, sosok presiden harus memiliki kriteria-kriteria itu.

Keempat, calon presiden harus memiliki jiwa yang bersih dan tidak terjebak dalam isu-isu sampingan. Hal-hal semacam ini harus dipenuhi. Ini yang selalu saya pesankan kepada setiap pemerintahan. Kalian tahu bahwa selama ini saya selalu tampil membela pemerintah dan Presiden. Seiring dengan itu saya juga menyampaikan nasehat saya. Dalam berbagai kasus, saya bahkan meminta mereka untuk memberikan penjelasan. Yang perlu ditekankan adalah jangan melakukan sesuatu yang menyusahkan rakyat, mempersulit keadaan rakyat, meresahkan pikiran rakyat, atau membuat rakyat cemas dan gelisah. Tentunya, jangan pula mengumbar janji yang tidak pada tempatnya. Jangan mengajak rakyat berjalan-jalan di taman impian yang tidak masuk akal. Melangkahlah maju dengan logika, nalar, realistis dan dengan bertawakkal kepada Allah Swt. Insya Allah ke depan pun, keadaannya akan seperti ini.

Sejauh apa yang kami pahami berdasarkan pengalaman sepanjang perjalanan revolusi ini, Allah Swt akan selalu mencurahkan inayah dan hidayahNya kepada bangsa ini dan memenangkannya atas musuh-musuhnya. Ini juga akan diakui sendiri oleh musuh -sebagaimana sekarang juga sudah ada pengakuan seperti itu- bahwa siapa saja yang melawan bangsa dengan gerakan agungnya ini dan dengan motivasi keimanannya yang mendalam seperti bangsa ini, pasti akan hancur.

Kepada Allah Swt kita semua memohon supaya masa depan bangsa yang mulia ini dan masa depan negara ini akan semakin membaik dari hari ke hari, dan kalian bisa meraih keberhasilan demi keberhasilan. Insya Allah kaum buruh dan komunitas para pekerja bisa semakin menumpuk prestasi membanggakan yang berlipat ganda di masa depan, di atas prestas-prestasi yang sudah dicapai sampai saat ini. Insya Allah wajah tenaga-tenaga pekerja dan buruh yang memancarkan cahaya ini akan semakin bersinar di depan rakyat negeri ini.

Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. [Khamenei.ir]

Hits: 168

Imam Khamenei

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat