Imam Ali Khamenei: Setiap Kali Manajemen Kita Tidak Revolusioner Pekerjaan Jadi Lambat

Pemimpin Revolusi Islam, Ayatullah Uzma Imam Sayid Ali Khamenei, Selasa (21/3/17) sore berpidato dalam rangka tahun baru 1396 Hs di beranda Imam Khumaini ra, Haram Suci Imam Ali bin Musa ar-Ridha as, kota Masyhad.
Dalam pidato itu beliau menjelaskan:

•    Tahun ini merupakan tahun yang penting bagi negara. Baik dari sisi kebutuhan negara kepada sebuah gerakan utama ekonomi yang insyaallah akan dipikirkan dan ditindaklanjuti oleh pemerintah, maupun dari sisi dekatnya pemilu presiden dan dewan perwakilan rakyat kota dan desa yang pada posisinya juga penting.

•    Pada tahun 1395 Hs, meskipun negara menghadapi berbagai kendala ekonomi, tapi Bangsa Iran tetap bersinar. Dari dua sisi; sisi pertama komitmen mereka terhadap Revolusi Islam yang tampak dalam Gerak-Jalan 22 Bahman, sisi kedua komitmen mereka terhadap masalah iman dan agama.

•    Berdasarkan laporan terpercaya dari berbagai penjuru negara, tahun kemarin semangat, partisipasi, dan kecenderungan masyarakat terhadap masalah iman lebih besar daripada tahun-tahun sebelumnya. Baik dalam hal yang berhubungan dengan revolusi maupun dalam hal yang berhubungan dengan masalah keagamaan, partisipasi masyarakat lebih besar dari sebelumnya. Poin ini sangatlah penting. Terutama dari sisi bahwa hal itu menunjukkan arah dan orientasi gerakan Bangsa Iran kepada kawan dan lawan.

•    Gerak-Jalan 22 Bahman tidak ada kaitannya dengan selera politik tertentu, sebagaimana acara-acara bulan Muharram dan Safar, itikaf, dan Gerak-Jalan Arbain tidak ada kaitannya dengan selera politik tertentu. Melainkan berhubungan dengan semua pihak. Ini bukti bahwa arah dan orientasi Bangsa Iran, dari golongan politik mana pun, adalah arah dan orientasi revolusioner dan religius.

•    Pada tahun 1395 Hs ada beberapa kejadian pahit, dimana yang terakhir adalah kematian para pemadam kebakaran yang tercinta dan berdedikasi tinggi.

•    Tahun ini (1396 Hs) juga Bangsa Iran harus kembali menunjukkan persatuan nasional dan komitmen mereka terhadap revolusi, sistem pemerintahan, dan hal-hal keagamaan, baik di hadapan kawan maupun lawan.

•    Pada kesempatan ini, saya bagi pembahasan dalam dua hal: pertama tentang masalah ekonomi. Tentunya dengan menghindari istilah spesialis dan mencukupkannya pada hal-hal yang perlu diketahui oleh masyarakat. Yang kedua tentang pemilu.

•    Masalah ekonomi merupakan prioritas utama negara. Bukan hanya pada tahun ini, melainkan sudah berapa tahun masalah ini menempati peringkat tertinggi prioritas negara.

•    Masalah nomor satu musuh-musuh Republik Islam Iran juga ekonomi. Sekarang ini, demi mencapai target-target yang diinginkan, musuh-musuh Republik Islam Iran ingin menghajar dengan strategi ekonomi. Tujuannya adalah melalui tekanan ekonomi mereka ingin membuat bangsa ini jadi kecil hati dan antipati terhadap sistem pemerintahan Islam. Mereka ingin sekali memisahkan bangsa ini dari rezim pemerintahan Islam. Namun saya tekankan kembali bahwa musuh-musuh yang tidak tahu dan tidak beragama ini sudah bertahun-tahun berusaha, tapi tidak sukses dan tidak akan sukses.

•    Sebelum memasuki pembahasan inti,  ada dua hal yang perlu saya ingatkan: hal pertama bahwa melalui propaganda yang luas, musuh selalu ingin mendoktrinkan bahwa sumber kendala matapencaharian dan kesulitan ekonomi negara adalah sistem pemerintahan Republik Islam. Mereka ingin mendoktrinkan bahwa sistem pemerintahan Islam tidak mampu menanggulangi berbagai masalah rakyat dan memberikan solusi. Upaya itu disebabkan kedengkian dan dendam mereka terhadap sistem pemerintahan Islam. Dan sama sekali tidak benar.

•    Jasa dan layanan sistem pemerintahan Islam terhadap negara dan bangsa Iran selama ini kasat mata dan luar biasa. Sekiranya kita bandingkan jasa ini dengan jasa sistem pemerintahan era Thaghut (pra revolusi Islam) pasti tampak sangat jelas betapa besar jasa dan layanan yang diberikan oleh sistem pemerintahan Islam. Padahal, selama ini sistem berada di bawah tekanan ekonomi dan embargo musuh dari semua sisi.

•    Daftar jasa sistem pemerintahan Islam sangat lebih panjang dari apa yang saya sampaikan. Populasi negara kita kira-kira sudah jadi dua kali lipat –dibanding sebelum revolusi-. Sedangkan pekerjaan yang sudah dilakukan bukan hanya dua kali lipat, bahkan jauh lebih besar dari itu. Di bidang infrastruktur, pekerjaan yang telah dilakukan di sini sungguh besar sekali apabila dibandingkan dengan negara-negara lain. Sebagai contoh, jalan raya negeri ini menjadi 6 kali lipat, kapasitas bandar menjadi 20 kali lipat, bendungan menjadi 30 kali lipat. Produksi listrik menjadi 14 kali lipat. Produksi petrokimia menjadi 30 kali lipat. Produksi baja menjadi 15 kali lipat. Dan ini baru sebagian contoh dari kemajuan infrastruktur yang dibutuhkan untuk gerakan dan perkembangan ekonomi negara.

•    Begitu pula halnya dengan kegemilangan jasa negara di desa dan daerah terpenci dan kemajuan negara di bidang pertahanan. Semua ini seni sistem pemerintahan Islam. Dan tentu saja tidak akan berhenti sampai di sini, melainkan akan terus dikembangkan sesuai kebijakan umum sistem pemerintahan Islam.

•    Kelemehan pasti ada juga di sini. Tapi kelemahan-kelemahan itu berhubungan dengan manajemen kita, tidak ada kaitannya dengan gerakan sistem pemerintahan Islam. Saya tahu persis kelemahan-kelemahan itu. Sepanjang sejarah Revolusi Islam, setiap kali manajemen kita aktif dan revolusioner maka pekerjaan pasti berkembang pesat, dan setiap kali manajemen kita lemah, tidak revolusioner dan tidak bergairah maka pekerjaan pasti terhambat, lambat, atau menyimpang. Karena itu, para direktur harus dari kalangan yang lebih berdedikasi dan lebih efisien. Mereka harus berusaha lebih keras.

•    Di negeri ini, kita tidak punya masalah yang tidak mungkin terselesaikan. Sekiranya manajemen di negeri ini religi, revolusioner, dan efisien pasti semua persoalan akan tertanggulangi.

•    Hal yang kedua adalah potensi dan kemampuan kita yang sangat banyak. Ketika saya katakan bahwa di masa depan banyak hal yang akan terlaksana, maksudnya adalah dengan bertumpu pada potensi dan kemampuan ini. Kita punya 33 juta pemuda di usia produktif kerja, yakni antara 15 sampai 40 tahun. Di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, jumlah mahasiswa/wi mulai awal revolusi sampai sekarang meningkat menjadi 25 kali lipat dan artikel ilmiah menjadi 16 kali lipat. Itu artinya negara muda yang mempunya kemampuan tinggi untuk bekerja. Menurut para ahli, jarak usia ini periode paling ideal untuk kerja.

•    Sementara populasi Iran hanya satu persen dari populasi dunia, tapi dalam sumber daya alam negara ini berada di posisi lebih tinggi dari satu persen. Dari laporan statistik yang baru-baru ini sampai kepada saya dapat diketahui bahwa bidang gas plus minyak, kita nomor satu di dunia. Bahkan di bidang gas sendiri kita nomor satu di dunia. Ini negara kaya. Karena itu, bukan tanpa alasan apabila musuh, khususnya Amerika, tamak kepada negara ini dan ingin sekali untuk menguasainya. Tentu saja ini hanya angan-angan abadi yang akan mereka bawa mati.

•    Sistem pemerintahan Islam menargetkan kemajuan negara di semua bidang. Kemandirian dari kekuatan hegemoni global, perkembangan potensi-potensi, kebebasan dari penyakit sosial, kehormatan, keamanan, dan otoritas nasional.

•    Untuk mencapai target-target itu, selain perlu persatuan dan perpaduan nasional, budaya revolusioner, pemerintah yang pemberani, aktif dan produktif, diperlukan juga ekonomi dan produksi yang kuat berdasarkan manajemen yang efisien dan potensi dalam negeri. Ekonomi yang kuat ini akan mengangkat nilai mata uang nasional, menentukan harga minyak dunia, dan meningkatkan daya beli masyarakat. Dan selanjutnya hal ini ini akan menjamin keamanan serta otoritas nasional yang stabil.

•    Pengangguran, khususnya pengangguran pemuda terpelajar dan kendala matapencaharian masyarakat, terutama lapisan masyarakat lemah merupakan dua problem utama dalam aspek ekonomi. Kendala ini akan berdampak kepada sosial dan budaya mereka. Karena itu musuh fokus pada masalah ini.

•    Sebagaimana diyakini pula oleh para ahli ekonomi, simpul utama problem ekonomi negara adalah kelesuan produksi dan pengangguran. Memang solusi problem itu telah dijelaskan di dalam kebijakan ekonomi perlawanan sebagai sebuah paket lengkap, tapi untuk masing-masing bagian dari kebijakan itu perlu penentuan jangka waktu pelaksanaan, dan perlu fokus pada solusi terkait pada jangka waktu yang telah ditentukan.

•    Pada awal tahun 1395 Hs, pemerintah mengagendakan bantuan terhadap unit-unit produksi kecil dan menengah. Pemerintah memutuskan untuk mengalokasikan anggaran sebesar lima belas miliar Tuman untuk menyelematkan dua puluh ribu unit kerja dari resesi. Walau pun terlambat, tapi dilaksanakan. Namun hal yang tidak kalah penting dari itu adalah pengawasan dan kelanjutannya agar pekerjaan sampai pada target yang diinginkan.

Penelitian di lapangan menunjukkan bahwa langkah pemerintah untuk menyelematkan unit-unit kecil dan menengah produksi memang menuai hasil kemajuan, tapi hasil itu tidak sebanding dengan anggaran yang dialokasikan untuk.

•    Sebagian indeks ekonomi negara positif dan sebagian lagi negatif. Di saat indeks inflasi kelihatan menurun, indeks pengangguran terus meningkat. Di saat indeks pertumbuhan ekonomi tampak positif, indeks investasi terlihat negatif. Di saat kita menyaksikan kemajuan di bidang minyak, kita mengalami kemunduran di bidang pertambangan dan rumah.

•    Data statistik resmi negara tidak menunjukkan kondisi perbaikan ekonomi. Dalam kondisi seperti ini, prioritas utama penanggulangan atas problem ekonomi adalah bertumpu pada produksi nasional atau produksi dalam negeri.

•    Penjelasan ini pada tahap awal dimaksudkan untuk menarik perhatian aparat pemerintah kepada prioritas utama ekonomi negara, yaitu produksi nasional dan produksi dalam negeri. Pada tahap berikutnya dimaksudkan untuk membimbing tuntutan masyarakat ke arah ini. Produksi nasional merupakan kata kunci yang sekiranya berkembang, pasti banyak sekali hasil dan manfaatnya bagi masyarakat.

•    Faedah perkembangan produksi nasional dan produksi dalam negeri antara lain: pengadaan lapangan kerja, penekanan tingkat pengangguran sebagai salah satu problem terkini, perkembangan potensi dan inovasi kawula muda, tidak terbelanjakannya mata uang asing negara untuk barang-barang konsumtif, pengaktifan tabungan yang tercerai-berai, lompatan ekspor, minimalisasi lomba dan pamer merek asing sebagai salah satu kendala sosial, moral dan kultural masyarakat, pemberantasan penyakit sosial, pengadaan giat nasional, dan optimalisasi kapasitas tambang.

•    Produksi nasional membutuhkan sumber daya manusia, investasi, dan peralatan canggih. Sebagian sudah ada sekarang juga, dan sebagian lagi bisa diadakan.

•    Kita punya 33 juta sumber daya manusia muda yang mencari pekerjaan dan di antara mereka banyak insinyur spesialis serta kalangan berpendidikan. Ini SDM yang diperlukan untuk produksi dalam negeri.

•    Tidak seperti yang sering dihembuskan mengenai modal kosong, kita punya modal yang dibutuhkan untuk produksi. Di antaranya adalah Dana Pembangunan Nasional. Dana ini dibentuk berdasarkan kebijakan umum berapa tahun lalu. Dan pada tahun pertama pembentukannya, 20 % dari pendapatan minyak disetorkan ke Dana ini. Begitu pula telah ditetapkan bahwa pada tahun-tahun berikutnya setiap tahun harus ditambah 3 % kepada 20 % tersebut. Seandainya ketetapan ini dijalankan sampai sekarang, maka pasokan Dana ini sudah mencapai 32 % dari pendapatan minyak. Dana Pembangunan Nasional ini cara paling baik untuk menyelamatkan negara dari ketergantungan pada pendapatan minyak.

Pada tahun 1394 Hs, pemerintah melaporkan penurunan pendapatan minyak dan minta bantuan dari otoritas Rahbar untuk tidak menambahkan 3 % dari pendapatan tahunan minyak kepada Dana Pembangunan Nasional. Mengingat pentingnya hal ini menurut pemerintah, permintaan ini pun diterima.
Sebetulnya, Dana Pembangunan Nasional dan penggunaan fitur sektor swasta merupakan modal tersedia yang diperlukan untuk perkembangan produksi nasional.

•    Sebagian –orang (pejabat pemerintah)- mengatakan bahwa kita tidak punya peralatan canggih untuk mengembangkan produksi. Tapi saya tegaskan bahwa kita punya para ilmuan muda Iran yang dalam waktu singkat mampu meningkatkan pengayaan uranium dari 3.5 % sampai 20 %. Padahal ini merupakan pekerjaan yang sangat besar. Kita juga punya para ilmuan muda yang dalam waktu singkat mampu mengambil langkah luar biasa dalam menciptakan alat-alat pertahanan dan rudal di tengah embargo ketat internasional. Sehingga musuh zionis pun tercengang. Saya tegaskan bahwa para ilmuan muda itu pasti bisa menciptakan alat-alat canggih untuk produksi.

•    Kalau saja anak-anak muda diberi kesempatan, banyak sekali simpul –problem- yang akan terurai. Dalam rangka itu pula kenapa saya selalu menekankan kerjasama antara universitas dan industri. Di sejumlah sektor, kerjasama ini telah dilakukan.

•    Selain tiga prasarat perkembangan produksi dalam negeri di atas; yakni sumber daya manusia dan modal serta peralatan canggih, realisasi perkembangan itu juga menuntut sejumlah kelaziman dan tanggungjawab yang harus dipikul bersama oleh rakyat dan pemerintah; baik itu dewan eksekutif, maupun dewan legislatif dan yudikatif. Dan ini perlu dijelaskan agar semua pihak menyadari bahwa dalam kendala ekonomi tidak ada yang namanya jalan buntu, melainkan kita tetap bisa maju dan berkembang.

•    Kelaziman dan tugas itu antara lain pengerahan para direktur yang efisien, komitmen, bergairah, berdedikasi tinggi dan kompeten di bidang-bidang produksi oleh pejabat tinggi negara.

•    Kelaziman berikutnya adalah pengikutsertaan masyarakat dalam produksi sesuai kebijakan asas 44. Sebagaimana dalam perang dan pertahanan suci masyarakat hadir dengan manajemen yang tepat sehingga berujung pada kemenangan negara, dalam kancah ekonomi dan produksi juga mereka harus diberi kesempatan untuk berperan aktif.

•    Kelaziman lainnya adalah pengembangan ekspor dan mitra ekspor. Laporan yang tersebar mengenai ekspor negara menunjukkan bahwa ekspor kita masih terbatas pada segelintir negara. Dan ini bertentangan dengan kebijakan ekonomi perlawanan. Dan penanggulangan atas masalah ini butuh usaha keras para pejabat negara, khususnya di bidang politik luar negeri.

•    Kelaziman yang lain adalah jaminan keamanan investasi dari pihak dewan yudikatif dan aparat keamanan, begitu pula stabilitas kebijakan dan undang-undang serta penghapusan undang-undang yang menyulitkan oleh pihak Majelis Permusyawaratan Islami. Kadang ada iklan untuk investasi bidang tertentu, di radio dan televisi juga dimuat, lalu masyarakat mengumpulkan modal mereka untuk investasi di sana, tapi selang berapa waktu terbukti ada pemalsuan dan penipuan. Kasus seperti ini menunjukkan keteledoran di bidang keamanan investasi.

•    Saya selalu berpihak kepada masyarakat dan tuntutan mereka, tapi masyarakat juga harus merasa tanggungjawab, mereka harus memandang penting dan memprioritaskan produksi dalam negeri daripada merek-merek asing. Anak-anak muda tidak boleh lesu atau malas-malasan. Mereka harus gigih mencari pekerjaan. Selain itu, masyarakat juga harus membuktikan kerja baik dan benar melalui ekspor komoditas dengan kualitas tinggi dan mencegah produksi barang tak berkualitas di dalam negeri.

•    Kelaziman berikutnya adalah mencegah impor barang yang berlebihan dan penyelundupan. Impor barang yang diproduksi cukup di dalam negeri harus dipandang sebagai perbuatan yang haram, baik secara syariat maupun secara hukum. Impor barang konsumtif yang ada produk dalam negerinya, seperti makanan, pakaian, perabot rumah, dan alat tulis adalah sesuatu yang memalukan di hadapan produsen dan penjual asing. Ada sebagian barang pokok yang meskipun belum diproduksi di dalam negeri, tapi sebetulnya bisa diproduksi. Karena itu, impor barang dari luar harus dicegah dengan cara menyingkirkan penghalang produksi dalam negeri.

•    Angka penyelundupan barang masih sangat tinggi. Dan fenomena perusak ini harus diberantas dengan cara melawan mafia-mafia penyelundupan yang sering dilakukan melalui pelabuhan resmi dan zona bebas negara. Yang dimaksud dengan pemberantasan penyelundupan bukanlah melawan pemilik toko kecil atau segelintir penduduk perbatasan yang mencari nafkah dengan cara mengangkut barang dari satu titik ke titik lain, melainkan yang dimaksud adalah melawan mafia-mafia penyelundupan.

•    Pembahasan penting berikutnya adalah tentang pemilu presiden dan dewan perwakilan rakyat kota dan desa. Di dalam sistem pemerintahan Islam, pemilu merupakan salah satu dari dua rukun kerakyatan religius yang membanggakan bagi Bangsa Iran di dunia. Upaya musuh untuk menutup mata dari pemilu Iran atau melancarkan berbagai tuduhan kepadanya adalah bukti betapa pentingnya pemilu. Pemilu adalah fenomena yang menciptakan otoritas dan memberikan kehormatan lebih kepada Bangsa Iran.

•    Banyak sekali masyarakat dunia dan para ahli dari berbagai negara yang tertarik kepada ide besar Imam Khumaini ra. Yaitu ide kerakyatan religius atau Republik Islam. Kerakyatan religius bersandar pada pemilu. Karena itu, bangsa harus betul-betul bersinar dalam pemilu. Semua orang yang memenuhi syarat harus berpartisipasi dalam pengambilan suara dan bersama-sama menciptakan pemilu yang sangat menggairahkan.

•    Undang-undang harus dijaga sebagai standar pemilu. Apa pun hasil suara rakyat harus dipandang sah dan berlaku. Saya tidak pernah intervensi dalam pemilu. Saya tidak pernah mengatakan kepada siapa rakyat harus menjatuhkan pilihan. Tapi apabila ada pihak-pihak yang ingin berhadapan dengan suara rakyat, ingin mengganggu atau mematahkannya maka saya akan turun tangan melawan mereka. Dan itu terjadi pada tahun 1376, 1384, 1388, dan 1392 Hs, hanya saja pada tahun 1388 Hs pihak-pihak perusak itu turun ke jalan dan dengan cara terbuka mereka ingin merusak hasil pemilu. Pada tahun-tahun yang lain juga ada pihak yang ingin mematahkan suara rakyat, tapi tidak terbuka. Saya lawan mereka dan saya tekankan bahwa apa pun hasil pemilu harus terealisasi.

•    Semua harus hadir dan berpartisipasi dalam pemilu. Dengan taufik Ilahi, pemilu Bulan Urdibehesyt 1396 Hs (sebulan lagi) akan penuh gairah dan menyeluruh. Insyaallah hasil dari dua pemilu ini dapat mengundang keridoan Allah Swt. Dengan menyelenggarakan pemilu yang baik, Bangsa Iran sekali lagi akan bangga dan maju. Dan musuh-musuh bangsa ini seperti sebelumnya tidak akan mampu berbuat apa-apa terhadap mereka.[WF]

Hits: 92

Imam Khamenei

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat